Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
Bab 31



Amerika


Minho sampai di negara adikuasa atau negara yang biasa di sebut negara adidaya, negara dengan posisi dominan yang ditandai dengan kemampuannya yang luas untuk memberikan pengaruh atau memproyeksikan kekuasaan dalam skala global, gabungan kekuatan ekonomi, militer, teknologi dan budaya serta pengaruh diplomatik dan kekuasaan lunak, Secara tradisional, lebih unggul di antara kekuasaan besar.


Di negara tersebut tak sedikit yang mengagumi minho, namun tujuan minho ke sana untuk mengejar cintanya yang terabaikan, cinta yang menurutnya sangat berharga, cinta yang akan membuatnya tak bernapas jika terlalu lama membiarkannya pergi.



Hari itu minho memesan hotel untuk istirahat sebelum memutuskan menemui istrinya namun sebelum menemui istrinya minho menemui nenek alma terlebih dulu ia ingin melihat keadaan nenek mertuanya.


Sesampainya di rumah nenek alma.


"Nenek apa nenek baik-baik saja ?" Tanya minho mereka mengobrol di ruang tengah minho menemui nenek alma di rumah lamanya setelah merasa aman nenek alma kini kembali ke rumah yang biasa di tempatinya setelah sebulan lalu nenek alma meninggalkannya karna ancaman dari para buruh pabrik syane.


"Aku baik kamu sendiri bagaimana?" Ujar nenek alma.


"Saya baik, nek maafkan saya! Baru sekarang saya bisa menemui nenek" minho.


"Nggak apapa sayang, syane bilang sama nenek kalau kamu sibuk dengan proyek film baru kamu, sampai-sampai saat dia di rawat dua hari di rumah sakit syane melarang nenek menelpon kamu katanya takut mengganggu fokus kamu saat shooting"  kata nenek alma.


Minho kaget mendengar syane di rawat di rumah sakit.


"Apa nek syane di rawat di rumah sakit?"


"Iya dia di rawat karna asam lambungnya naik mungkin karna masalah di perushaannya terlalu banyak sampai-sampai dia lupa dengan kesehatannya sendiri, yang membuatnya sering telat makan" kata nenek alma.


Nenek alma sama sekali tidak tau apa yang terjadi antara syane dengan minho karna syane tidak pernah mengadukan permasalahan hububungannya pada siapapun.


"oh iya bagaimana kabar keluarga kamu?" Tanya nenek alma.


"Alhamdulillah mereka baik nek, nek aku harus ketemu syane sekarang" ujar minho.


"Pergilah mungkin dia masih di kantornya, temuilah dia pasti senang melihat ke datangan mu jangan lupa ajak dia meluangkan waktunya untuk makan!" Seru nenek alma.


"Iya nek pasti" minho.


"Oh iya apa syane tau kalau kamu kesini"


"Nggak nek"


"Kenapa, apa kalian sedang ada masalah?"


"Nanti saya akan menceritakannya nek aku harus segera menemui istriku"


"Baiklah kalau begitu pergilah!" Seru nenek alma dengan memberikan senyum manis pada cucu menantunya tersebut.


Sebenarnya nenek alma sudah curiga dengan mereka berdua namun sang nenek tidak pernah mau ikut campur selama mereka masih bisa mengahadapinya karna nenek alma juga yakin kalau syane bisa menghadapi masalah dengan dewasa dan bijak.


[●]


Sampai di sebuah gedung pusat bisnis  newyork city minho menapaki di koridor salah satu lantai gedung yang syane jadikan tempat mengurus ekonomi bisnisnya.


Secara tidak sengaja minho melihat seorang wanita berjalan beriringan dengan beberapa stap kantornya berjalan dengan aga terburu-buru minho yang di temani manager dan juga asisten pribadinya ia menghentikan langkahnya setelah melihat wanita yang ingin di temui nya yang tak lain ialah syane.


Saat syane hendak berbelok ke sebuah lorong ruangan lain, tiba-tiba ia merasa jantungnya berdebar perasaan yang sama seprti dulu sebelum saat dirinya awal mengenal sang suami, merasakan ke hadiran suaminya syane menoleh ke arah minho



Minho tersenyum sambil berjalan menatap tak hanya syane minhopun merasakan jantungnya berdebar kencang setelah lama tidak bertemu ia begitu merindukan istrinya.


Namun sikap yang di tunjukan syane terlihat dingin, melihat suaminya berjalan ke arahnya ia memerintahkan para stapnya untuk menuju ruang meeting lebih dulu karna saat itu ia akan mengadakan meeting dengan para petinggi di perushaannya.


"Kalian duluan ke ruang meeting nanti saya nyusul!" Seru syane.


"Baik bu" para stap yang mengawal syane pun menuruti perintah bosnya.


"kenapaa ada disini" Tanya syane seraya menyalami suaminya.


"Apa kabar bu?" Sapa manager dan juga asisten minho.


"baik"  ujar syane Kita keruanganku!" Ajak syane.


"Kami di luar saja bu"


"Yakin?"


"Iya bu"


Syane mengajak minho keruangannya sampai di dalam, minho menarik tangan istrinya dan membawa syane kedalam pelukannya minho memeluk syane dengan erat.


"Aku merindukanmu" ucap minho.


Mata syane mulai berkaca-kaca ia ingin rasanya membalas pelukan minho dan memeluknya dengan erat namun selama ia jauh dari minho syane sudah membuat keputusan kalau dirinya harus melepaskan minho karna selama menjadi istrinya syane tidak bisa membuat suaminya bahagia jadi menurutnya berpisah adalah yang terbaik meski sebenarnya syane sama sekali tidak ingin berpisah dengan minho tak akan ada lagi yang dia cintai selain minho.


"Sayang apa kamu tidak merindukanku?" kata minho. Syane melepas pelukan suaminya lalu duduk si sofa yang ada ruangannya.


"Ada apa tiba-tiba datang kemari, apa ada shooting disini?" cetus syane.


"Aku sengaja kesini menemuimu, sayang aku minta maaf karna aku sudah salah paham sama kamu" syane tak menjawab ia menatap wajah suaminya syane melihat ada kejujuran di mata minho, Syane tersenyum.


"Aku ingin kita pisah" ucap syane, ucapan syane seolah menghujam jantung dan memaksanya untuk berhenti berdetak ia sengaja jauh-jauh dari korea ke amerika hanya untuk menemui syane.


"Apa maksudmu?" Minho mengernyitkan dahinya.


"selama ini aku tidak bisa membuatmu bahagia aku hanya membuatmu kecewa jadi lebih baik kita berpisah" kata syane.


"Nggak sayang aku nggak mau kita pisah maafkan aku, maafkan aku, aku mencitai kamu aku tau aku salah aku sudah menuduh kamu ada hubungan dengan yujin aku di butakan rasa cemburu dan aku juga minta maaf selalu menuntut kamu agar selalu ada untuku tapi seharus nya aku gak menuntut kamu, sayang aku minta maaf" minho menggengam tangan istrinya sementara syane ia terus menatap wajah suaminya yang mulai meneteskan air mata ia melihat ketulusan di hati minho lewat mata minho yang tengah di tatapnya, seorang pria tampan yang terkenal dengan ke gagahanya di setiap peran yang diperankannya dalam sebuah film, kali ini sangat berbalik ia justru memerankan seorang pria yang rapuh karna seorang wanita yang telah ia persunting, rasa takut kehilangan mendera di hati minho begitu dalam.


Melihat minho meneteskan air mata di hadapannya syane merasa iba di dalam lubuk hatinya ia merasa kasihan pada minho sang suami yang sangat ia rindukan.


"Kamu gak salah, gak perlu minta maaf! karna memang seharusnya aku selalu ada untukmu tapi aku tidak mampu melakukan yang seharusnya menjadi kewajibanku sebagai seorang istri, aku tidak bisa menjadi istri yang baik buat kamu aku hanya menyusahkanmu, aku yang harusnya minta maaf" ujar syane.


"Sayang tolong jangan bicara seperti itu" tukas minho.


"Aku sangat merindukanmu, aku sempat berpikir aku akan kembali padamu tapi mungkin aku tetap tidak bisa menjadi seperti yang kamu inginkan aku melihat kamu sangat bahagia memerankan peran mu dengan adegan mesramu dengan lawan mainmu di film yang tengah kamu bintangi, ketika aku butuh kamu saat aku sakit ingin sekali memelukmu aku pikir dengan melihatmu saja aku bisa mengobati rasa kangen ku, tapi saat aku membuka ponsel dan mencari semua tentang kamu apa yang aku lihat? Kamu tengah melakukan adegan mesra dengan lawan mainmu dan aku yakin kamu sangat menyukainya aku pikir memang itulah kebahagian kamu jadi aku memutuskan sebaiknya kita pisah" tandas syane.


"Nggak itu nggak seperti yang kamu lihat aku cuma berusaha memberikan yang terbaik di setiap film yang aku bintangi" tutur minho.


"Yang terbaik? Tapi kamu tau aku sangat tidak suka dengan peran kamu seperti itu!" Syane menekankan.


"maafkan aku sayang aku salah? tapi saat itu larna sedang sangat marah aku benci melihat kedekatanmu dengan yujin" tandas minho.


"Tapi nyatanya aku tidak ada hubungan apapa sama dia! Yujin sudah mau nikah apa pantas kamu mencurigai aku dengan yujin? asal kamu tau aku sama yujin jarang bertemu meski dia klient ku, aku pernah memintamu agar memegang semua perusahaanku menggantikan aku agar aku bisa menjadi istrimu seperti apa yang kamu inginkan tapi kamu lebih suka menjadi seorang aktor, kamu tau aku paling gak bisa dan gak suka melihat adegan mesramu dengan lawan mainmu meskipun itu cuma adegan film semata karna kamu miliku, aku benci melihat kamu memerankan itu aku benci! benci! benci! Hiks hiks hiks" Syane menangis ia mulai marah syane memukul lengan minho berkali-kali minho meraih tangan mungil yang memukulinya kemudian menggenggamnya dan menciumnya.


Syane melepaskan tangannya dari genggaman suaminya kemudian beranjak dari tempat duduk. "Sebaiknya kamu pulang nanti kita bicara lagi di rumah aku ada meeting!" Seru syane sambil mengusap air mata yang membasahi pipi putihnya namun saat syane hendak melangkah minho menarik tangan syane.


"Sayang" tiba-tiba minho menjatuhkan lututnya ia bertekuk lutut di hadapan syane ia memeluk pinggang syane, memeluk syane dengan erat.


"Lepaskan aku" pinta syane sambil terus mengusap air matanya.


"Aku gak akan pergi sebelum kamu memafkan aku" tukas minho.


Syane merasa teriris ketika suaminya bertekuk lutut mengharap maaf darinya dan meminta untuk tidak berpisah syane tau kalau apa yang di lakukan suaminya sangat tulus syane menangis hingga tersedu syane terdiam beberapa saat hingga akhirnya ia pikir gak seharusnya ia memperlakukan minho seperti itu meski bagaimana pun minho adalah suami yang sangat di cintainya tak di pungkiri syane sangat merindukannya dengan seperti ini sama saja syane menyakiti suaminya syane merasa tidak tega melihat suaminya menangis demi dirinya, syane pun jongkok mengimbangi tubuh suaminya yang tengah berlutut memeluk syane.


"Maaf kan aku" syane memeluk minho dengan erat. "maafkan aku sayang hiks..hiks..hiks" syane mencium pipi minho dengan singkat, minho tersenyum ia pun menciumi seluruh wajah istrinya dan membawanya kembali duduk di sofa minho mengusap pipi istrinya yang basah karna air mata. Syane kembali memeluk minho dengan erat.


Tak lama pintu ruangan syane di ketuk seseorang dari luar.


"Iya" jawab syane dengan segera syane meraih tissu di meja untuk mengusap air matanya.


"Masuk!" Seru syane.


"Maaf bu semua sudah menunggu di ruang meeting" kebetulan yang datang sekertaris syane.


"Iya saya segera kesana"


"Baik bu permisi"


"Iya"


"Aku harus segera ke ruangan meeting" pamit syane pada minho yang sudah kembali berdiri.


"Sayang aku boleh ikut bergabung" pinta minho.


"Untuk apa?"


"Siapa tau aku bisa memecahkan masalah yang sedang kamu hadapi saat ini karna mulai saat ini aku yang akan memegang perusahaanmu seperti yang kamu inginkan aku ingin kamu hanya menjadi ratuku yang akan mengurus rumah tangga kita dan melahirkan anak-anakku" ujar minho.


Syane tersenyum


"Emmh baiklah" akhirnya minho pun bergabung di ruang meeting bersama yang lain.


To Be Continue