
Sampai di apartemen syane melihat hilda yang sampai lebih dulu.
"Kamu sudah sampai? bukannya kamu di belakang mobil min ho?"
"Mobil minho sangat lambat jadi aku suruh sopir untuk menyusulnya, kayanya sengaja deh min ho memperlambat perjalanannya"
"Kenapa memangnya?"
"Ya karna ada ibu di dalam nya"
"Kamu bisa saja" syane duduk di sofa.
"Bu bagaimana tanggapan ibu mengnai keluarga lee?" Tanya hilda pada syane yang tengah pokus pada layar ponsel.
"Mmm baik, mereka baik kenapa memangnya?" syane.
"Bukan masalah baik atau tidak nya, tapi apa ibu tidak merasa kalau keluarga itu berusaha mendekatkan ibu pada min ho?"
"Aku gak tau tujuan mereka ngajak kita makan malam, tapi yang pasti mereka ngajak kita makan memang ada suatu tujuan yang entah apa tujuannya aku juga gak tau, yaa mungkin mereka ingin mendekatkan aku pada min ho, tapi aku gak merasa terganggu selama mereka aku pikir baik, tapi jika ada sedikit menyimpang satu aja, dari perkataan atau perilaku mereka, udah aku gak bisa lagi berdekatan dengan mereka lagi intinya aku harus jaga jarak dengan mereka, selama kita ngobrol tadi masih dalam betas ke wajaran kok" tukas syane.
"Gitu ya bu?, tapi ibu yakin nanti kita liburan bersama mereka?"
"Kenapa nggak?"
"Pasti seru tuh" hilda antusias.
"kamu kalau sudah menganai liburan aja seneng banget" syane.
"Iya pasti dong bu aku kan jarang di ajak ibu jalan-jalan selama ada di korea bukan jarang lagi tapi gak pernah" protes hilda.
"Kan kamu sudah sering liburan sama mas rudi si duda bos rongsok itu"
"IIhh ibu! sekarang kan sudah lama aku gak ketemu dia selama di korea, aku juga lagi marahan tau bu sama dia" hilda.
"O ya, kenapa?" Syane penasaran.
"Gara-gara dia pasang photo satu keluarga sebelum dia cerai sama istrinya" celoteh hilda.
"Masa?"
"Iya, dia gak ngehargain aku banget kan?"
"Belum nikah aja permasalahannya udah mengarah ke situ" tukas syane.
"Iya bu, apa aku gak usah lanjutin hubungan kita lagi ya?"
"Ya itu sih terserah kamu! Kamu sendiri bisa menilai baik buruknya hubungan kamu dengannya sudah lah aku mau mandi dulu" kata syane lalu berjalan menuju kamar.
"Tapi bu, ibu belum cerita soal di perjalanan bersama min ho!"
"Iya nanti aku ceritakan sekarang sudah malam aku mau mandi dan tidur" tukas syane.
***
Bangun pagi lalu mandi rasanya sangat segar min ho sang aktor korea tengah berada di kamarnya ia bersiap untuk beraktivitas seperti biasa begitu juga gadis berparas cantik dan sukses, syane dia bersiap untuk menghadiri beberapa pertemuan dengan beberapa rekan bisnisnya yang sudah membuat janji dengannya, Itulah yang di lakukan dua orang yang saling mengagumi satu sama lain setiap harinya.
Syane andrayan yang memiliki paras yang sangat cantik kecantikannnya tak terkalahkan oleh artis manapun yang pernah di temui min ho, kecantikan syane bagitu sempurna dari ujung rambut hingga ujung kaki tak ada cela noda sedikit pun selain itu dia juga di anugrahi kepintaran dalam menjalani hidup dengan membangun kerajaan bisnis.
Syane seorang bisnis women termuda dari indonesia mungkin banyak pembisnis yang sukses tapi tidak akan ada yang sesukses syane karna kesuksesan syane adalah buah dari tangan dan pemikirannya sendiri tak sedikit banyak pengusaha lain yang mengagumi syane.
Dan kali ini yang begitu mengagumi syane bukan lagi dari kalangan pengusaha tapi seorang fublik pigur yaitu min ho sejak ia bertemu syane sampai saat ini ingatannya tak pernah lepas dari syane bahkan saat ia beradegan mesra dengan lawan mainnya min ho selalu terbayang syane membuat dirinya semakin menikamati perannya seakan ia berperan bersama syane..
Empat hari kemudian rencana weekend bersama keluarga lee akhirnya terwujud keluarga lee mengajak syane dan hilda berlibur ke pulau jeju salah satu pulau yang sangat indah dengan hamparan pasir putih menambah kesan alam yang sangat terjaga.
syane memang jarang pergi berlibur karna menurutnya mengerjakan apa yang menjadi hobynya sudah menjadi hiburan terbaik bagi syane.
Syane dan yang lain istirahat di sebuah villa begitu juga dengan yang lain mereka semua berada di kamar masing-masing.
Setelah melepas lelah syane makan siang bersama keluarga lee selesai makan serta bercengkrama sejenak, syane pergi ke sebuah karang yang berada di dekat villa syane menikmati pemandangan disana udara terasa sangat sejuk meski hari itu matahari sangat terik.
Syane duduk di kursi yang tersedia di tepi pantai saat syane menikmati apa yang saat ini ia lihat dan rasakan syane merasa ada pergerakan orang di sampingnya yang ikut duduk di kursi yang ia duduki syane menoleh ke arah orang tersebut syane kaget bahkan saking kagetnya syane sampai berteriak.
"Akkkhhhhh aaww" teriak syane dengan segera berdiri, ketika melihat orang di sampingnya saking kagetnya sampai-sampai kaki syane tergelincir dan hampir jatuh untung orang yang duduk di sampingnya dengan sigap menangkap syane.
"Aw aw aw" rintih syane.
"Kenapa"
"Kakiku"
"Ya udah kamu duduk dulu biar aku liat"
Min ho membantu syane untuk duduk kembali di kursi.
"Maaf kan aku membuat kamu kaget, lagi pula kenapa kamu sekaget itu liat aku?" Kata min ho sembari jongkok di depan syane kemudian syane meraih kaki syane lalu menaikannya ke paha min ho syane merasa tidak enak dengan apa yang di lakukan min ho terhadapnya min ho terlihat perhatian saat ini.
"Habisnya kamu datang tiba-tiba, perasaan aku gak liat kamu tadi di pesawat" cicit syane.
"Aku ada shooting di sini, itu lah sebabnya aku minta keluargaku ngajak kamu liburan ke sini" ujar min ho pandangannya fokus melihat kaki syane yang terlihat lecet dengan luka memar di sekitar pergelangan kakinya.
"Ini harus di obati sepertinya kamu terkilir di tempatku ada obat biar aku obati biar gak bengkak" tawar min ho.
"Aku menginap di penginapan itu" min ho menunjuk cotage yang tak jauh dari tempat syane.
"Kamu menginap di sana?"
"Iya makanya aku liat kamu di sini, ya sudah biar aku obati dulu lukanya ayo" ajak min ho ia membantu menarik lengan syane yang terlihat susah untuk berdiri, karna min ho kasian pada syane yang terlihat bgitu kesakitan dengan kakinya tanpa basa basi minho langsung menggendong syane meski mendapat penolakan dari syane, syane yang berada dalam gendongan min ho ia menatap wajah min ho yang selama ini ia kagumi min ho terlihat begitu perhatian.
Sampai di tempat min ho menginap min ho menurunkan syane di sofa yang berebntuk seperti kasur kecil ruangan yang sangat bagus dan tetata begitu rapi.
Min ho mengambil kotak obat lalu duduk di samping syane min ho meminta syane menaikan kakinya ke atas paha minho namun syane merasa tidak enak pada min ho melihat syane hanya diam ia meraih kaki syane dan terpaksa syane menuruti permintaan min ho.
"Aaawwww"
"Sorry, sakit ya?"
"Pelan-pelan!" kata syane pada min ho yang mulai mengobati kaki syane
"Aaaawwww pelan-pelan" syane kembali berteriak saat min ho melakukan metode urut di kaki syane.
"Sakit sedikit sebentar lagi juga sembuh" tukas minho dan akhirnya min ho pun selsai urusannya dengan kaki syane, syane menurunkan kembali kakinya.
"Kamu belajar ngurut dari mana?" Tanya syane.
"Rahasia"
"Asshh pake rahasia segala"
"Hahahahaha" min ho tertawa menggelegar.
"Kamu gak ngajak yu jin liburan ke sini?"
"Yu jin? Kenapa aku harus ngajak dia?" Tanya syane.
"Dia kan calon suami kamu"
"Apa? Siapa calon suamiku?"
"Bukan nya yu jin calon suami kamu"
"Kata siapa?"
"Yu jin yang bilang, dia mengenalkan kamu padaku kalau kamu calon istrinya saat di restoran waktu itu"
"Dia mengenalkan aku sama kamu sebagai calon istrinya? Kok aku gak tau" kata syane.
"Mungkin kamu gak mengerti dengan bahasa yang kita ucapkan saat itu" ucap min ho.
"Tapi dia bukan calon suamiku aku gak ada hubungan apa-apa sama dia, hubungan aku sama dia pure cuma rekan bisnis saja gak lebih dari itu, tapi memang aku tau kalau malam itu dia ingin mengutara sesuatu tentang perasaannya aku berusaha menghindar dari apa yang akan dia katakannya karna aku belum berniat untuk menjalin hubungan yang serius dengan siapa pun" tandas syane, pernyataan syane membuat min ho merasa lega se enggaknya min ho bisa leluasa ketika berdekatan dengan syane dan apa yang selama ini di tahannya kini bisa ia lakukan tanpa harus takut merusak hubungan atau merebut kekasih siapapun.
Tapi ada sedikit yang mengganjal saat syane mengatakan kalau syane belum berniat menjalin hubungan yang serius dengan siapapun yang itu artinya min ho harus bersabar hingga syane memiliki niat untuk menjalin hubungan dengan seorang pria sebagai sepasang kekasih.
To Be Continue