Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
Bab 30



Minho kembali kekamarnya ia melihat syane yang tertidur membelakangi pintu minho mendengar isak tangis syane.


"Maaf kan aku" kata minho yang berdiri di samping ranjang, syane tak menjawab. "Kata hyunji kamu belum makan, ayo makan dulu!" Ajak minho namun syane tak menggubris ajakan minho ia justru menutupi wajahnya dengan selimut.


"Syane mereka sudah menyiapkan makan malam untuk kita"


"Aku sudah makan" ujar syane.


"Kapan?"


"Sebelum kamu pulang"


"Tapi mereka bilang kamu belum makan karna nunggu aku"


"Aku sudah makan" kata syane dengan sedikit membentak.


"Baiklah terserah kamu" minho kesal lalu ia membuka jaket dan kemejanya lalu melemparnya ke sofa. Kemudian minho merebahkan punggung nya pada kepala ranjang di samping syane, mengambil sebatang rokok lalu menyakakan rokok tersebut untuk menghisapnya, ke biasaan minho jika pikirannya sedang kalut, stres pelariannya rokok, syane yang mencium bau asap rokok tak menghiraukan ia memilih lebih menutupi tubuhnya dengan selimut agar tak mencium bau asap dari rokok yang tengah di isap suaminya.




Setelah menghabiskan satu batang rokok kemudian minho duduk di sofa memakai lagi kemeja yang tadi ia lempar.



minho mulai melamunkan apa yang terjadi saat ini pada hubungannya dengan sang istri



Minho memandang sang istri yang menutupi tubunya dengan selimut tebal.


Esok pagi


Minho terlihat sibuk memasukan pakaian ke dalam koper dan beberapa perlengkapan lainnya syane melihat suaminya yang sibuk sendiri ia bertanya.


"Mau kemana?" Tanya syane.


"Kamu lupa kalau aku harus ke jiandong?! ya! kamu pasti lupa karna kamu hanya sibuk dengan urusanmu sendiri" cetus minho, sambil mengamasi pakaiannya.


"Bukannya besok!"


"Cih" minho mendecih.


"Maafkan aku gak bisa nemenin kamu"


Minho tek memperdulikan permntaan maaf istrinya, ia menarik gagang koper karna di rasa sudah cukup barang yang akan ia bawa kemudian pergi tanpa pamit, sungguh perubahan yang sangat siknifikan karna biasanya sebelum pergi minho pasti mencium kening syane lalu memeluknya meski hanya untuk pergi sebentar.


Minho menganggap tak ada etikad baik dari syane untuk ikut dengannya apalagi sekedar memperbaiki hubungannya malah justru meminta maaf karna tidak bisa menemaninya ucapan yang keluar dari mulut syane membuat minho benar-benar kecewa.


Tiga hari berlalu setiap pulang kerumah syane mendapati kamarnya kosong tanpa orang spesial yang biasa menemaninya tidur, setiap hari syane berusaha menelpon suaminya namun sama sekali tak ada jawaban bahkan chat pun sama sekali tidak di balas.


Syane berniat untuk menyusul minho ke jiandong ia mulai kangen pada minho syane meminta hyunji untuk mengemasi pakaian yang akan di bawanya ke dalam koper, padahal saat itu syane sedang sakit tapi saat syane tengah mengemasi pakaiannya syane di telpon seseorang dari amerika.


"Ya hallo" sapa syane pada orang di sebrang.


"Maat bu anda harus segera datang kemari keadaan semakin gawat anda gak bisa menunda-nunda lagi kasian nyonya" kata orang di sebrang panggilan.


"Nenek?"


"Iya"


"Ada apa dengan nenek"


"Sebaiknya anda segera kemari"


"Tapi____, baiklah aku akan segera kesana"


Setelah panggilan terputus syane mulai bingung dengan apa yang harus ia lakukan antara harus pergi ke amerika atau menyusul suaminya, di sisi lain syane ingin bersama suaminya apa yang harus ia lakukan sekarang? Syane semakin bingung tapi gak ada pilihan lain syane harus segera ke amerika menyelamatkan neneknya karna tengah dalam bahaya urusan dengan suaminya ia akan selesaikan nanti meski ujung-ujungnya minho pasti kembali salah paham dan rumah tangganya di ambang ke hancuran, tapi syane pasrah karna syane yakin suatu saat minho akan mengerti ke adaan yang sedang syane alami saat ini.


Syane bergegas pergi untuk bertolak ke amerika setelah mengirimkan permintaan maaf pada suaminya karna ia harus segera pergi ke amerika, lewat voice note.


Dua bulan kemudian


Syane masih berada di amerika perushaan syane di amerika sedang colab syane tengah mengalami masalah besar perusahaan makanan ringan yang ia bangun sejak sebelum ia menjadi pengusaha besar mengalami masalah entah kenapa bahan makanan yang di masukan di nyatakan mengandung bahan berbahaya makanan ringan yang di produksi pabriknya bisa mematikan dan belasan nyawa setelah mengkonsumsi makanan yang di produksinya hingga semua korban menuntut ganti rugi bahkan para keluarga karyawannya mendatangi rumah nenek alma dan melemparinya dengan batu sampai-sampai sang nenek harus di ungsikan ke tempat yang aman keluarga para buruh yang bekerja di pabrik syane tak terima saudara atau suaminya di penjara karna mereka tak tau menau soal bahan berbahaya yang mereka masukan.


Sementara di korea sepeninggal syane, minho terlihat begitu kacau kadaannya tak lagi seperti dulu, bahkan ada netizen mengatakan minho di kabarkan telah berpisah dengan syane.


Minho tengah berada sebuah restoran ia duduk sendiri memainkan layar ponselnya menunggu pesanan datang tiba-tiba minho di hampiri seseorang.


"Minho" sapa seorang pria, minho mendongakan kepala.


"Aissshhh" minho mendelikan mata kesal melihat kehadiran pria yang bernama yujin.


Yujin duduk di kursi kosong sebarang minho tanpa di suruh,


"Kalau iya itu bukan urusan mu" cetus minho.


"Ayolah minho kita sudah lama gak bertemu masa kamu nggak menyambutku!"


"Untuk apa menyambutmu?"  Celoteh minho.


"Kenapa kamu di sini? harusnya kamu mendampingi istrimu saat dalam masa sulit seperti ini kasian dia!"


"Apa maksudmu,"


"Maksudku? ya_! kamu harus nemenin dia!"


"Ada masalah apa memangnya?" Minho penasaran.


"Kamu gak tau apa yang terjadi sama dia beberapa bulan ini?" Yujin mengerutkan alisnya merasa aneh seorang suami gak tau permasalahan yang di hadapi istrinya.


"Apa yang terjadi?" Minho menekankan ucapannya.


"ya ampun minho kamu itu suaminya kan?" Tandas yujin. "Dia itu sedang dalam masalah besar perusahan syane yang memproduksi makanan ringan di amerika diduga tercampur bahan berbahaya dan mematikan katanya sudah ratusan orang menjadi korban bahkan sampai meninggal beberapa karyawan di perusahaannya di tuntut hukuman penjara, katanya keluarga para pekerjanya ngamuk pada syane karna tak terima keluarganya di penjara sampai-sampai rumah nenek alma di serang, itulah makanya syane pergi ke amerika ia menghawatirkan neneknya, Apa dia gak cerita sama kamu?" tandas yujin


"Nggak dia gak cerita apa-apa sama aku, tapi dari mana kamu tau?" Tanya minho.


"Semua perusahaan yang tergabung dengan perusahaannya mengetahui, kamu tau sendiri dia investor terbesar dibeberapa perusahaan termasuk perusahanku dengan kejadian ini semua perusahaan yang bergabung dengannya tengah terancam mereka takut kalau syane menghentikan investasinya" jelas yujin.


"Kamu sedekat apa dengan istriku bisa se detail itu tau segalanya" minho penasaran akan hubungan syane dan yujin karna ia masih di butakan kecemburuan.


"kan barusan aku bilang, kalau aku salah satu pengusaha yang tergabung dengan perusahaannya" tukas yujin.


"Cihh emang kamu pikir aku tidak tau diam-diam kalian sering bertemu, bahkan aku pernah melihat kamu menggandeng istriku dan membawanya masuk kedalam mobil" tukas minho.


"Hahh kapan?" Yujin kaget mendengar tudingan minho.


"Gak usah pura-pura lupa!" minho.


"Bentar aku ingat-ingat dulu, seingat ku aku ketemu istrimu waktu diii_, sehabis pertemuan dengan rekan bisnisku dari canada aku mempertemukan dia dengan syane karna dia rekan bisnisku dari canada itu ingin bermitra dengan syane, itu aja dan setelah itu kita pulang, udah, eh tunggu jangan-jangan kamu melihat aku saat mengantar syane pulang dan lalu kamu salah paham saat aku menggandengnya, kamu jangan salah paham saat itu syane sakit ia hampir jatuh lalu aku membantunya jalan dan membawanya ke klinik terdekat setelah dari klinik aku mengangarnya kerumah kalian itu aja, bahkan aku sama sekali gak turun dari mobil setelah syane turun aku langsung pulang sumpah aku gak bohong, kamu pasti ingat kan waktu dia sakit? dia pasti cerita dong sama kamu? Iya gak? Sumpah aku sama dia gak ada hubungan apa-apa selain rekan bisnis lagi pula aku sudah mau nikah dua minggu lagi syane juga tau soalnya aku sempat ngobrol sama dia, sorry minho aku sudah tidak tertarik lagi sama istrimu setelah dia memutuskan untuk menikah dengan mu aku sekarang sudah punya bidadari yang menempati hatiku" kata yujin perkataan yujin yang cukup jelas membuat minho berpikir keras pakta tentang istrinya dua bulan lalu, setelah mendengar penjelasan yujin minho dengan segera beranjak pergi dari restoran tersebut.


"Minho kamu mau kemana ini makanan kamu belum kamu makan!" Seru yujin melihat pesanan minho di sajikan namun minho tak menghiraukannya.


Di perjalanan minho terus membayangkan sikap dan perlakuan nya terhadap syane ia berhenti sejenak di bahu jalan menundukan kepalanya pada setir mobilnya.


Ia teringat bagaimana perlakuannya pada sang istri berkali-kali syane berusaha menjelaskan apa yang terjadi di perusahaannya tapi minho sama sekali tak mau mendengarkan apa yang akan syane katakan setiap kali syane mengatakan soal perusahaannya minho selalu marah.


Minho justru sibuk dengan ke inginannya agar syane mau lebih perhatian padanya padahal selama ini syane berusaha perhatian meski ia melihat suaminya dalam ke adaan marah tapi syane selalu memakluminya.


"Sakit! syane sakit!" Celoteh minho dalam kesendiriannya di dalam mobil,  minho juga ingat saat ia tidur di samping syane pada malam ketika mereka bertengkar.


"Syane terlihat sangat pucat bahkan saat aku menepis tangannya tangannya terasa sangat panas tapi aku tidak memperdulikannya karna di butakan kemarahan ku padanya" aaaahhkkkkk kenapa aku bisa sangat bodoh ahk ahk ahk minho beteriak melampiaskan kemarahannya dengan memukul kemudi mobil berkali-kali.


"Syane sayang maafkan aku" ia membungkukan kepalanya minho menangis penuh penyesalan lalu ia kembali malajukan mobilnya menuju rumah yang selama ini ia tinggali bersama syane.


Sampai di rumah minho memanggil hyunji salah satu pelayan yang cukup dekat dengan syane.


"Hyun ji! Hyun ji! Hyun jii!" Minho terus memanggil sang pelayan dengan nada tinggi, merasa namanya di panggil tak lama sang pelayan pun muncul dengan gemetar ia tergopoh menghampiri majikannya ia merasa aneh tuannya memanggil namanya dengan suara tak biasa.


"Ia tuan ada apa?" Sahut sang pelayan.


"Katakan padaku! Apa waktu aku pergi ke jiandong istriku sedang sakit?" Tanya minho.


"Emmmhhh, ia tuan non syane waktu itu sedang sakit dua hari setelah anda pergi non syane meminta saya untuk memanggil dokter dan kata dokter asam lambung non syane naik makanya waktu itu ia terus muntah-muntah saya sempat mengira kalau non syane hamil tapi setelah di periksa ternyata asam lambung, mungkin karna non syane sering telat makan karna setau saya setiap non syane pulang lebih awal dia selalu gak makan malam katanya mau nunggu tuan pulang dan makan malam bersama tuan tapi andanya sudah makan di luar begitu juga kalau pagi jika gak ada tuan non syane sama sekali nggak menyentuh makanan yang kami siapkan, oh iya malah non syane pernah masak sesuatu katanya kesukaan anda dan dia mau makan malam sama tuan tapi waktu itu tuan pulangnya sangat larut akhirnya non juga gak makan " kata hyun ji.


Mendengar penjelasan hyunji minho merasa teriris hatinha bagaikan di sayat rasa penyesalan telah mengabaikan syane membuat hatinya begitu perih wanita yang sangat di cintainya kali ini sangat terluka dengan perlakuannya.


"Lalu kenapa kamu nggak memberitahukan saya kalau syane sakit? Kamu kan bisa menelpon saya!" Tukas minho.


"Maaf tuan non syane melarang saya memberitahukan tuan karna katanya takut mengganggu tuan yang sedang bekerja, oh iya tuan ke esokan harinya setelah di periksa dokter asam lambung non syane agak mendingan lalu ia berniat menyusul anda ke jiandong tapi tiba-tiba non syane mendapat telpon dari amerika saya gak tau apa yang terjadi non syane membatalkan rencananya untuk menyusul anda tapi malah pergi ke amerika saya melihat non sangat panik setelah mendapat telpon dari amerika" kembali hyunji menjelaskan apa yang di ketahuinya tentang syane pada tuannya.


"Baiklah hyunji, tolong kemasi pakaian saya! Saya akan ke amerika!" Seru minho.


"Hari ini juga?!"


"Iya cepetan saya akan pergi dengan menggunakan jetpri"


"Baik tuan, tapi tuan apa saya perlu memberitahu non syane kalau anda akan kesana?"


"Gak usah nanti saya sendiri yang akan menelponnya"


"Baik lah tuan kalau begitu saya akan menyiapkan keperluan anda"


Lalu hyunji dengan di bantu pelayan yang lain bergegas mengemasi pakaian dan perlengkapan yang akan di bawa tuannya sedangkan minho ia menelpon manager dan juga asisten pribadinya untuk menemaninya ke amerika.


To Be Continue