
Sesuai janjinya pada syane minho mulai mencari tau tentang islam dari internet walau sebelumnya minhi sudah tau sedikit dari syane tentang islam.
Minho menemukan beberapa pengetahuan tentang islam dan bagaimana orang menjadi seorang mualaf dan rupanya banyak orang korea yang menjadi mualaf salah satunya ayana jihye moon dan kim beo ra seorang wanita cantik yang menjadi seorang muslim dan memutuskan untuk selalu mengenakan hijab.
Selama bebrapa hari minho baca dari internet minho mulai mengerti arti dalam apa yang diajarkan oleh agama islam.
Min ho mulai mencari seorang ustadz untuk membimbingnya agar ia bisa masuk menjadi penganut agama islam yang baik dan sebanar-benar.
Minho menemui seseorang ia anggap bisa mengajarkan dan memberikan pangetahuan tentang islam.
Seperti biasa minho ditemani sang manager dan juga asisten pribadinya ia datang ke masjid Seoul Central Mosque masjid yang berada di sekitran itaewon, seoul tepatnya di jalan usadan.
Minho datang kesana setelah membuat janji dengan orang yang akan di temuinya minho di sambut dengan hormat, mungkin orang yang di temuinya tidak menyangka kalau dia akan kedatangan tamu seorang aktor korea yang sudah mendunia dan ia juga tidak menyangka kalau seorang aktor dunia mengagumi islam sampai ingin bertemu dengannya.
Min ho mulai mengutarakan maksudnya menemui sang ustadz, ustadz pun tersenyum ia belum banyak berkata dan bertanya setelah akhirnya sang ustadz yang dulunya juga seorang mualaf beberapa tahun lalu, penasaran dengan wanita yang sudah membuat seoarang minho mantap untuk menganut agama islam dengan tersenyum ia bertanya.
"Siapakah gadis yang mampu menaklukanmu hingga engkau berniat menjadi seorang muslim?" Tanya sang ustadz.
"Dia gadis yang istimewa" jawab minho.
"Kamu beruntung mendapatkan dia karna dia, kamu ingin masuk ke jalan allah" kata sang ustadz lagi, minho menganggukan kepala seraya tersenyum penuh ke iklasan.
"Iya saya sangat beruntung, saya ingin mengenal lebih jauh tentang islam sebelum saya mengucap dua kalimat syahadat dan menikahi wanita istimewa pilihan saya agar saya benar-benar mantap dan tidak akan goyah lagi ketika saya sudah menjadi seorang muslim" kata minho.
"Sebenarnya saya ngobrol dengan anda seperti sekarang saya sudah yakin anda benar-benar memantapkan hati untuk menganut agama yang selam ini saya juga anut" tukas sang ustadz. "Baiklah saya akan menejelaskan bagai mana menjadi seorang muslim yang sebaik-baiknya dan bagai mana kita mampu bersosialisasi dengan orang banyak yang bukan muslim mengingat negara kita ini mayoritas agamanya bukan islam jadi kita harus bisa bersosialisasi dengan orang yang tidak seagama dengan kita apa lagi anda ini seorang aktor besar dan akan menjadi perbincangan besar di seluruh dunia jika mendengar idolanya masuk islam apa anda siap dan yakin?" tandas ustadz.
"Iya saya siap" jawab minho.
"Baiklah saya jadi begini..." sang ustad memberi penjelasan tentang apa yang harus di sampaikan pada orang yang berniat mau masuk islam di hadapannya.
Sementara minho ngobrol dengan ustadz sang manager dan juga asistenya mereka hanya mendengarkan percakapan minho dengan orang di hadapanya.
Setelah lebih dari satu jam akhirnya minho berpamitan untuk pulang dengan membawa kecerahan dan kamantapan diri untuk menjadi seorang muslim di perjalanan sang manager yang tengah duduk di jok depan bertanya pada minho.
"Maaf tuan apa anda yakin ingin menjadi seorang muslim?" Tanya sang manager.
"Iya"
"Tapi ini akan menjadi masalah besar untuk karir anda, apa lagi selama ini islam itu *******" mendengar ucapan managernya minho menatap sang manager dengan tatapan tajam dan marah.
"Kamu jangan sembarangan bicara, aku tidak memintamu untuk bicara, dengar baik-baik kalau menurutmu islam itu ******* itu artinya kamu menganggap syane dan keluarganya juga *******? kalau kamu menganggap islam ******* itu artinya semua orang di negara islam adalah ******* tidak semua yang beragama islam menjadi *******, memang ada yang menjadi ******* tapi itu mereka yang memiliki paham salah tentang agamanya hingga menjadikan mereka seorang *******, padahal islam yang sebenarnya tidak pernah mengajarkan mereka untuk menjadi ******* jadi jangan pernah salah paham dengan islam kamu ngerti?" Tegas syane.
"Iya boss, maaf boss" kata sang manager.
Minho tak menjawab ia merogoh ponsel di saku celananya kemudian minho membuka kembali beberapa pengetahuannya tentang islam ia juga melihat beberapa orang yang mengenakan hijab minho mengaguminya ia membayangkan andai kekasihnya mengenakan hijab pasti akan sangat cantik melebihi wanita yang ia lihat sebagai model iklan pakaian muslim yang tengah ia buka di internet, minho tersenyum lalu ia membuka aplikasi e commerce lalu mencari beberapa toko yang menjual pakaian muslim minho melihat ada bebebrapa toko yang menjual pakaian muslim dan juga hijab kemudian minho memilih salah satu yang menurutnya cocok untuk syane dan tentu saja dengan harga yang tidak murah karna e commerce yang ada di ponsel minho khusus pakaian sultan yang menjual pakaian dengam kualitas terbaik dengan harga fantastic minho memesan beberapa untuk sang kekasih.
____
Sepulang kerja syane langsung ke partemen minho setelah tau kalau minho ada di sana, seperti biasa syane disambut dengan penuh cinta oleh sang pemilik rumah.
Minho meminta syane untuk menunggu di dalam kamar, lalu minho pergi ke kamar mandi karna setelah seharian berada di lokasi shooting minho merasa tubuhnya sangat kotor sementara menunggu minho mandi syane duduk di tepi kasur yang biasa di tiduri minho syane memainkan ponselnya sejenak lalu ia menyapu seluruh ruangan tempatnya kini berada syane sering datang dan tidur bareng minho di kamar itu lalu syane mengusap kasur yang tengah ia duduki kemudian syane naik ke atas kasur lalu merebahkan tubuhnya di sana.
Syane melihat photo dirinya dengan minho yang sengaja di pajang minho di atas nakas di samping ranjang syane tersenyum lalu meraih fhoto tersebut dan mengusapnya syane memeluknya.
Tiba-tiba syane merasa matanya sangat ngantuk masih dalam ke adaan memeluk pigura syane tertidur.
Beberapa menit kemudian minho keluar dari kamar mandi setelah tubuhnya merasa kembali segar dengan sentuhan air yang membasahi tubuhnya yang di baluri sabun membuat tubuhnya tercium wangi maskulin.
Minho menoleh ke atas kasur ia melihat syane yang tertidur lelap di sana, minho tersenyum melihat syane yang tidur sangat menggemaskan menurutnya minho menghampiri lalu mencium kening syane kemudian mengelus pipi syane.
Minho berjalan menuju lemari pakaian untuk mengambil pakaian yang akan ia kenakan, minho mengenakan kaos tseart putih dengan celana kolor pendek yang biasa ia kenakan saat tidur di musim panas.
Syane kembali terbangun stelah mencium wangi dari minyak yang di semprot minho ke tubuhnya menusuk indra penciuman syane, syane turun dari kasur lalu menghampiri minho yang berdiri di depan cermin seraya menyisir rambut dengan jari tangannya.
Syane memeluk minho dari belakang ia menyenderkan kepalanya di punggung minho.
"Lho sayang kenapa bangun?" Kata minho ia membalikan badannya menghadap syane.
"Memangnya kenapa? Kita kan bisa ketemu tiap hari" tanya minho.
Syane mengecup bibir minho dan kembali memeluk minho dengan erat syane mengusap air matanya yang mulai jatuh
"Kenapa sayang?" Tanya minho lagi.
"Aku akan kembali ke indonesia" jawab syane.
"Terus memangnya kenapa kalau kembali ke indonesia? kita kan selalu bertemu" kata minho setelah diam sejenak sebelum ia berkata untuk menenangkan syane yang mulai menangis padahal ia sendiri pun tidak tenang dengan apa yang di ucapkan syane ia merasa hatinya merasa sedih mendengar kalau syane akan kembali ke indonsia.
"Aku akan kembali tinggal di sana karna urusanku di sini sudah selesai" ujar syane.
"Ya aku tau ini pasti akan terjadi, tapi kamu itu seorang pemilik perusahaan bukan seorang karyawan yang terikat kontrak, meski kamu tinggal di indonesia kamu bisa kesini menemuiku kapanpun kamu mau dan aku juga akan siap menemuimu kapanpun kamu minta selama aku bisa" tukas minho.
"Tapi aku sudah terbiasa tiap hari ketemu kamu, apa kamu nggak bakalan kangen sama aku?"
"Pasti sayang, aku pasti akan sangat merindukan kamu selama hampir dua tahun ini kita selalu bersama tapi mungkin akan lebih indah ketika kita sangat saling merindu lalu kita bertemu entah apa yang akan terjadi saat kita bertemu nanti" minho menenangkan syane.
"Kamu nggak akan berpaling kan saat aku jauh dari kamu?" Kata syane dengan cemberut.
"Hahahahahahahaa kamu lucu sayang siapa yang akan berpaling dari kamu? Kamu itu kesayanganku belahan jiwaku jantung hatiku kamu napasku kamu segalanya untuku sayang gak mungkin aku berpaling dari kamu justru akuningin kira segera menikah, aku akan mengajakmu ke amerika menemui nenek mu melemarmu untuk menjadikan mu sebagai istri setelah aku benar-benar menjadi seorang muslim yang sebenar-benarnya seperti yang kamu inginkan" tandas minho.
"Ahhh tapi kamu seperti merasa nggak papa aku pergi" syane cemberut seraya melepaskan pelukannya.
"Hahahahaa" minho kembali tertawa mendengar ucapan syane sambil menarik tubub syane kepelukannya kemudian mengelus kepala syane dan mencium pucuk kepala syane. "Siapa yang mau pisah sama kamu? Kalau aku bisa meminta sama kamu lebih baik kamu tetap disini bersamaku bahkan kalau bisa kamu tinggal bersamaku di sini, tapi dalam agama islam melarang dua orang laki-laki dan perempuan untuk tinggal bersama sebelum ada ikatan pernikahan iya kan?" Kata minho.
"Kamu sudah sejauh itu belajar tentang islam?" Syane merasa tertegun mendengar minho yang benar-benar mempelajari tentang islam.
"Iya sayang, jadi mungkin ada baiknya kita pisah sementara untuk menghindari agar kita saling menjaga hawa nafsu karna kamu tau setiap aku bersama kamu tubuhku selalu merasa panas menahan nafsu birahiku" mnho.
Syane tersenyum lalu ia mencium bibir minho, minhopun membalasnya hingga beberapa menit mereka berciuman setelah merasa puas mereka pun menyudahi adegan mesra tersebut, minho mengusap bibir syane yang basah dan kemudian kembali mengecup bibir syane lalu memeluk syane.
"Sayang aku pasti akan kangen sekali sama kamu" ucap minho.
"Apa lagi aku" syane.
"Oh iya sayang aku punya sesuatu untuk mu" minho.
"Apa?"
"Sebentar aku ambil" minho berjalan menuju lemari yang berisikan baju syane semua, minho mengambil dua faper bag dan memberikannya pada syane. "Ini sayang" minho menyodorkan fapet bag pada syane, syane meraih paper bag yang di berikan minho.
"Apa ini?" Syane.
"Bukalah!"
Syane membukanya dan mengeluarkan isi dari paper bag yang di berikan minho yang berisikan beberapa hijab dan juga pakaian muslim.
"Ini bagus sekali sayang kamu beli di mana?" Kata syane.
"Kamu suka?"
"Iya aku suka bajunya sangat bagus"
"Hijan nya?"
"Hijabnya!!! Aku kan nggak pakai hijab"
"Ya aku tau, tapi seorang muslim itu wajib pakai hijab, ya sudah kamu pakai kalau kamu sudah siap untuk memakainya"
"Iya pasti aku memakainya" minho tersenyum kemudian mengelus rambut syane.
To Be Continue