
Setelah melewati beberapa hari dari kejadian yang membuat syane di rawat di rawat di rumah sakit syane menemui wisnu di dalam tahanan dengan di temani minho.
"Hai kak" sapa syane, wisnu di bawa petugas untuk menemui syane ia duduk di depan syane, terhalang kaca yang hanya di beri lubang suara kecil wisnu menatap ke arah syane ia diam sejenak sebelum akhirnya ia berucap.
"Dek" ucap wisnu.
"Apa kabar?" Tanya syane matanya mulai berkaca-kaca melihat sang kakak yang selama ini sama sekali tidak ia ketahui.
"Kak kamu akan segera bebas dari sini" mendengar ucapan syane, wisnu tertunduk wisnu tak sanggup menatap mata adiknya ia merasa malu atas perbuatan.
"Biarkan aku disini, aku pantas di tempat ini aku bukan kakak yang baik, aku sudah menyakitimu kakak seperti apa aku ini? Yang harusnya mencium pipi adikanya saat pertemuan pertama tapi justru aku malah manamparnya maaf kan aku!" Aliran sungai kecil mulai terjun di pipi wisnu.
"Kak! aku tau kamu tidak akan pernah melakukan itu jika saja dari dulu kita dipertemukan dalam ke adaan yang baik, maafkan ayah karna sudah menyakiti kalian" kata syane.
"Bukan kamu yang harusnya minta maaf tapi aku, karna ibuku kamu harus kehilangan orang tua maafkan ibuku!" Wisnu meraba kaca yang menjadi penghalang dirinya dan syane.
"Kak kita lupakan itu semua, aku ingin kau dan aku menjadi sepasang kakak adik yang sempurna kakak adik yang saling menyayangi, aku ingin kakak bebas dari sini karna banyak tugas yang harus kita lakukan dan tanggung jawab mu sebagai keluarga andrayan selama ini aku yang mengerjakannya jadi sudah waktunya kamu yang melakukan tugasmu sebagai anak laki-laki" syane.
Mendengar percakapan syane dengan wisnu minho yang sedari tadi hanya menjadi pendengar ia merasa kagum pada syane istrinya begitu bijaksana dalam menyikapi semua kedaan.
Syane mengurus kebebasan wisnu, hingga akhirnya beberapa hari kemudian wisnu di bebaskan, setelah bebas wisnu pergi kesebuah pemakaman, makam winda, winda meninggal di perjalanan menuju rumah sakit akibat penembakan yang di lakukan anggota polisi setelah winda menembak syane dan berusaha melukai para anggota polisi, polisi terpaksa menembak mati winda saat kejadian waktu itu karna di anggap membahayakan, sungguh miris ingin belas dendam tapi justru dirinya yang harus kehilangan segalanya bahkan nyawanya sendiri.
Wisnu menaruh bunga di atas makam winda.
"Ma maafkan aku, aku gak bisa menjaga mama, wisnu juga nggak bisa menyadarkan mama tapi malah wisnu ikut menjadi seperti mama dan membuat mama harus meninggal seperti ini, ma aku minta maaf aku nggak bisa memenuhi keinginan mama, syane adiku bukan orang jahat seperti yang di katakan mama aku mulai menyayangi dia aku akan menjaga adiku karna sekarang dia lah yang wisnu miliki di dunia ini sekali lagi wisnu minta maaf" kata wisnu dalam kesendiriannya berada di atas makan sang ibu.
***
Syane dengan di temani minho pulang ke indonesia bersama wisnu, syane meminta wisnu untuk memegang ATV karna menurut syane sebagai anak laki-laki sudah menjadi kewajiban wisnu untuk meneruskan usaha ayahnya.
Syane memecat silla seorang sahabat yang berhianat hanya karna mencintai wisnu ia berani berbuat jahat, dulu wisnu sengaja mendekati silla untuk membalaskan dendamnya, silla memohon minta perkerjaan pada syane karna tidak tega akhirnya silla di pekerjakan menjadi asistenya yang kini di gantikan hilda kepulangan nya ke jakarta adalah rencana silla untuk menjalankan rencananya dengan wisnu, wisnu sebenarnya tidak pernah mencintai silla dia hanya ingin memanfaatkan silla.
Meski syane tau tentang kejahatan silla tapi syane tidak melaporkannya ke pihak yang berwajib karna menurut syane selain dia sahabatnya silla melakukan itu karna silla mencintai wisnu, syane meminta wisnu untuk menikahi silla karna pengorbanan silla yang sangat besar pada wisnu, namun wisnu menolak sebab dia mulai tertarik pada seorang wanita cantik yang selalu mendampingi syane yaitu hilda.
Setiap bertemu, wisnu memandangi hilda menatap kagum wanita yang kini menjadi asisten syane namun hilda sama sekali tidak menyukai wisnu karna di mata hilda wisnu hanyalah seorang penjahat yang pernah mencelakai syane majikannya.
Keputusan syane menyerahkan ATV pada wisnu sempat di tentang nenek alma tapi syane kekeh karna menurut syane wisnu keturunan andrayan yang juga berhak mendapatkan haknya.
Apalagi syane sudah memiliki usaha sendiri akan tetapi meski syane menyerahkan ATV pada wisnu kepemilikan ATV masih dalam namanya sebagai pewaris yang sah yang tertulis di notaris.
"Kak! syane minta kakak menjalankan perusahaan ini dengan baik aku akan tinggal di korea dengan suamiku ini perusahaan peninggalan ayah, ayah membangun perusahaan ini dari nol" kata syane.
"Kenapa kamu menyerahkannya padaku?" Tanya wisnu.
"Kamu anak laki-laki di keluarga andrayan jadi kewajiban kamu untuk menjalakan usaha ini" ujar syane.
"Tapi dek" wisnu.
"Sudah kak aku mau mendengarkan penolakan dari kak wisnu" syane.
"Aku percaya pada kak wisnu, kak wisnu gak akan menghancurkannya karna ini milik kak wisnu setelah kakak benar-benar bisa menjalankannya syane mau menyerahkan kepemilikannya untuk kak wisnu"
"Terimakasih kamu sudah mempercayai kakak padahal aku sudah berbuat jahat sama kamu"
"sekarang ruangan ini akan menjadi ruangan kakak, aku sama suamiku akan kembali ke korea besok lusa setelah aku mengumumkan penyerahan jabatanku ke kak wisnu pada semua dewan di reksi dan juga para stap" tukas syane.
"Terima kasih sekali lagi kamu sudah mempercayaiku" ucap wisnu.
"Iya sama-sama"
"Kakak boleh memelukmu dek?"
"Kenapa nggak kita kan kakak adik" Wisnu memeluk syane kemudian mencium pipi syane yang pernah di tamparnya minho yang sedari tadi menyilangkan kaki dan pokus dengan layar ponsel di tangannya melihat wisnu mencium pipi istrinya ia langsung menarik syane.
"Hei hei ini istriku" kata minho seraya menarik syane.
"Sayang ini kakaku" syane mengernyitkan dahinya.
"Iya aku tau tapi aku gak suka" minho kekeh, wisnu tertawa kecil melihat tingkah adik iparnya yang umurnya di atas wisnu.
"Jadi aku gak ada hak untuk mencium pipi adiku?" tanya Wisnu.pada minho.
"Ya"
"Oke gak apapa, aku menciumnya karna bagian itu yang pernah aku tampar" kata wisnu sendu.
"wajah Kak wisnu mirip ayah aku jadi kangen pada ayah" syane.
"Dek anggap aku ayahmu, mulai sekarang aku akan menjadi ayahmu yang akan menjagamu sebisaku"
"Terima kasih"
"Minho terima kasih kamu sudah menjaga adiku dengan baik maafkan aku, aku sudah berbuat jahat"
"Ya aku tau" wisnu.
"Sayang sebaiknya kita pulang sekarang" ajak minho.
"Kak kita pulang duluan kakak gak apapa kan pulang sama hilda" pamit syane.
"Iya gak apapa" ujar wisnu.
Syane menelpon hilda agar pulang bareng wisnu, meski tidak suka pada wisnu namun hilda tidak bisa menolak perintah majikannya.
Syane pulang kerumah lamanya yang ada di jakarta semua pelayan yang bekerja di rumah itu selalu sibuk jika majikannya datang, pelayanan terbaik selalu di berikan oleh mereka.
Malam hari
Syane dan minho berada di dalam kamar yang biasa syane tempati saat pulang ke rumah itu.
Syane yang baru selesai mandi terlihat segar dan wangi ia hanya menggunakan handuk sepaha.
Minho mendekati syane saat syane berdiri di depan lemari untuk mencari pakaian yang akan di kenakannya, minho memeluk syane dari belakang tinggi badan syane yang hanya seleher minho didekapnya minho menciumi leher syane membuat syane bergelinjang syane membalikan badan menghadap minho kemudian mencium bibir minho, minho menarik tekuk leher syane untuk memperdalam ciumannya lalu minho menarik handuk yang di kenakan syane hingga t***h syane tanpa sehelai benang minho menggendong syane dan membawanya ke atas kasur.
Suara adzan subuh terdengar berkumandang di seluruh kota jakarta suara yang di rindukan syane saat berada di korea, syane dan minho menjalankan ibadah sholat subuh setelah membersihkan tubuhnya.
***
Syane dan minho kembali ke seoul setelah syane meyerahkan kuasa atas ATV pada wisnu, nenek alma memutuskan ikut dengan syane untuk tinggal di seoul bersama syane atas ajakan syane dan juga minho, nenek alam juga mengajak chika pelayan sekaligus asisten pribadi nenek alma mereka tinggal di sebuah rumah mewah yang di design sesuai keinginan syane dan minho.
Minho menjalankan bisnis syane tanpa melepaskan karirnya sebagai seorang seorang aktor namun minho tak pernah memerankan adegan romantis seperti dulu untuk menjaga perasaan sang istri sedangkan syane ia fokus menjadi seorang istri yang akan menemani suaminya saat di butuhan dan mulai mejalankan program kehamilan.
Sepulang menemani minho menghadiri acara program penghargaan di salah satu stasiun televisi korea tiba-tiba syane merasa badannya lemas dan mual syane pergi ke kamar mandi lalu memuntahkan semua isi perutnya.
Minho yang melihat istrinya terus muntah ia merasa khawatir lalu memberitahukan nenek alma dengan menelpon nenek alma yang tengah berada di kamarnya.
"Kenapa sayang" nenek alma datang syane ia juga panik setelah di beritahu minho kalau cucunya sakit, syane yang duduk dan tengah mendekap minho terlihat lemas ia tak menjawab.
"Mungkin asam lambunganya kumat lagi" kata minho.
"Iya pasti soalnya makannya suka nggak teratur" grutu nenek alma sambil mengelus kepala syane yang tak lepas dari tubuh minho.
"Nek aku lagi lemas banget nenek nggak usah ngomel" tukas syane dengan manja.
"Sudah telpon dokter?" Nenek alma bertanya pada minho.
"Belum nek" minho.
"Ya sudah sebaiknya langsung ke klinik saja" usul nenek alma.
"Iya aku siap-siap dulu" syane melepas pelukannya dan membiarkan minho bersiap untuk mengantarnya ke klinik.
Minho memakaikan jaket pada syane dan mengajaknya pergi setelah meminta sopir untuk menyiapkan mobil, minho tak lupa mengenakan masker dan juga topi agar tak banyak yang mengenali minho saat di klinik sedangkan syane memakai syal tebal dan sengaja menutupinya hingga ke mulut.
Sampai di klinik tanpa menunggu antrian karna sudah reservasi sebelum barangkat pada dokter pribadi mimho syane langsung di periksa.
Tak lama setelah dokter memeriksa, sang dokter mengajak syane dan minho untuk duduk mengahadap sang doter, dokter tersenyum sebelum memberitahukan hasil pemeriksaannya.
"Bagaimana dok?" Minho penasaran.
"Gak apapa, cuman mulai sekarang siapkan dokter kandungan yang akan memeriksanya setiap bulan dan yang akan membantunya saat persalinan nanti" kata sang dokter mendengar perkataan sang dokter minho cukup mengerti dengan apa yang di maksud perkataannya.
"Jadi istri saya hamil?" Minho.
"Iya, saya rasa begitu untuk lebih jelasnya kalian datang kedokter spesialis kandungan" saran dokter mengingat dirinya adalah dokter umum.
"Baik dok terima kasih dok" minho terlihat bahagia mendengar kalau dirinya akan segera memiliki keturunan.
Kabar kehamilan syane mulai di ketahui media dan setiap berita menayangkan kabar kehamilan syane.
Semua nampak begitu bahagia terlebih lagi keluarga minho.
minho benar-benar menjaga syane dengan baik, sampai akhirnya keturunannya lahir kedunia, syane melahirkan seorang putri yang sangat cantik.
Syane dan minho hidup bahagia dengan di tambahnya anggota baru di rumah itu setelah melewati beberapa rintangan yang di hadapinya.
Akhir dari perjalanan cinta minho dan syane. Minho's love journey syane
Tamat
Untuk cerita ini kita tamatkan aja ya lanjut pada kisah minho dan syane lainnya yang tak kalah baper jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca dengan like, vote, koment dan share hasil karyaku untuk menambah semangatku dalam berkarya
Terima kasih
Lanjut cerita lainnya.