Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
BAB 21



Setelah para karyawannya keluar dari ruangan, syane menghampiri minho yang duduk di kursinya syane mengusap rambut bagian depan minho dengan telunjuknya.


"Kamu terlihat lelah" kata syane, minho tersenyum lalu meraih tangan syane menggengamnya lalu menciumnya.


"mau minum apa" tanya syane.


"Aku gak mau minum"


"Mau aku buatkan kopi?" Tawar syane.


"Nggak usah sayang" minho menarik pinggang syane yang tengah berdiri di hadapannya.


"Sayang aku ingin kita menikah" ucap minho.


"Kamu pikir aku nggak?"


"Ya sudah kita menikah sayang"


"Tapi..!"


"Aku akan menjadi seorang muslim"


"Hahh"


"Sayang! untuk menjadi seorang muslim itu tidak gampang, harus benar-benar dari dalam hati, kamu ingin masuk islam bukan karna kamu mau kita bersatu tapi kamu harus berniat sungguh-sungguh karna allah, bukan karna mahluk sebab kalau kamu menjadi seorang muslim karna kamu mau menikahiku itu percuma untuk apa kamu menjadi seorang muslim hanya saat bersamaku saja suatu saat jika kita pisah kamu akan kembali ke agamamu yanh dulu justru itu yang menjadi dosa besar karna kamu mempermainkan agama islam" tandas syane.


"Lalu bagaimana caranya agar aku bisa bersungguh-sungguh dengan niatku?"


"Kamu harus bisa memahami apa itu islam terlebih dahulu karna setelah kamu paham kamu akan mengagumi islam dan mencari tau bagaimana menjadi menjadi seorang muslim dengan sebaik-baiknya, bukan hanya sekedar mengucap dua kalimat syahadat saja tapi juga ketika sudah menjadi seorang muslim banyak kewajiban yang harus di laksakan seperti shalat lima waktu, puasa di bulan ramadan dan juga harus bisa mengaji atau membaca alqur'an karna itu yang menjadi tiang dalam agama islam, aku memang bukan orang yang pintar dalam agamaku aku juga sering melanggarnya tapi aku selalu menyempatkan untuk menjalankan ke wajibanku sebagai seorang muslim dan itu yang di katakan nenek aku sering di ajarkan nenek tentang agama ku" kata syane.


"Baik lah aku akan menjadi seorang muslim yang baik dan setelah menjadi seorang muslim seperti yang kamu inginkan aku akan segera menikahimu sayang"


"Apa kamu yakin? Apa ibu sama ayah akan setuju?"


"Aku sudah membicarakannya tadi malam  mereka bilang jika itu yang terbaik buat aku sama kamu kenapa enggak? meski awalnya ayah sempat marah mendengar keputusanku tapi berkat ibu akhirnya ayah mengijinkan aku" tutur minho, syane tersenyum kemudian memeluk minho, minho memeluk syane pinggang syane dengan erat.


"Aku sayang kamu minhoku" ucap syane.


"Aku juga sayang" balas syane.


"Kita pulang! Kamu terlihat lelah" kata syane.


"Aku memang merasa lelah tapi setelah bertemu kamu lelahku hilang" ujar minho, syane tersenyum.


"aku ingin di sini dulu sama kamu" tukas minho.


"Yaaa baiklah tapi ijinkan aku menyelesaikan pekerjaanku dulu!"


"Biar aku yang menyelesaikannya"


"Emang bisa?"


"Kamu ajarkan dulu"


"Oke sini" syane mengajak minho untuk duduk di sofa mengajarkan apa yang tengah syane kerjakan melalui leptopnya syane mengajarkan minho dengan detail.


Minho mulai mngerjakan apa yang di ajarkan syane.


"Sebenarnya gampang cuma memeriksa hasil kerja para karyawanku apa sesuai dengan yang ada di berkas ini atau tidak cuma memeriksa hasil kerja direktur dan juga direksi di perushaanku itu aja" kata syane sambil menunjukan berkas di atas meja dengan menepuknya.


"Oke aku ngerti, sayang apa kamu ikut beramain di bursa saham?"tanya minho, syane menyenderkan bahunya pada sofa kemudian meraih ponsel yang tergelak di meja.


"Iya aku ikut" ujar syane dengan santai memainkan layar poselnya.


"Terus hasilnya?" Kata minho.


"Penjualanku selalu naik di pasar saham  bahkan index andrayan grup berada di urutan pertama akhir-akhir ini di bursa saham terutama di bidang properti dan kontraktor" jawab syane.


"Hebat kamu sayang"


"Gampang kok asal kita ada modal semua beres, coba kamu daftarkan perusahaan mu untuk  ikut di pasar saham aku yakin pasti akan banyak yang melirik banyak obligasi yang membutuhkan dana para investor asal kita mampu memilih perusahaan jangan sampai salah pilih karna kalau salah pilih bukannya untung tapi malah bangkrut, aku juga mendaftar di bursa saham korea KOSPI dan rupanya banyak yang kenal dengan andrayan grup itulah sebabnya index ku selalu naik" kata syane.


"Oke aku akan daftarkan" ujar minho sambil terus memainkan tangannya pada laptop guna mengerjakan apa yang jadi pekerjaan syane.


Minho berhenti sejenak ianmelirik syane yang tengah fokus dengan ponaselnya minho berbalik lalu memeluk syane dan mencium bibir syane syane membalas ciuman minho serayaeraih leher minho.


Saat mereka asik berciuman ponsel syane berdering syane mendapat pamggilan masuk ke ponselnya syane melihat nama direktur ATV yang menelpon lalu syane menghentikan ciumannya.


"Aku angkat telpon dulu"


"Iya" ujar minho setelah mengusap bibir syane yang basah karnanya kemudian ia kembali fokus dengan laptop di hadapannya.


Syane lebih dulu masuk ke mobil kemudian di susul minho yang akan duduk di samping jok yang diduduki kekasihnya itu tepatnya di jok pengemudi karna minho yang akan mengendarai mobil syane.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang semua pans minho berteriak melihat minho pergi dengan syane.


Semua bertanya-tanya siapa wanita itu? Apa hubungannya dengan minho? Apa dia kekasihnya? Kenapa minho yang mengadarai mobinya? Semua bertanya-tanya gisip pun mulai tersebar luas seluruh media mulai mencari tau tentang wanita yang dekat dengan minho namun tidak semudah yang mereka kira karna orang-orang kepercayaan syane dan juga minho tidak akan membiarkan begitu saja mereka mendapatkan apa berita tentang kedekatan syane dan minho.


Sebelum minho yang mengatakannya sendiri hubungan di antara mereka akan tetap menjadi rahasia.


Meski kini minho mulai sering memposting beberapa tanda kebucinannya pada syane melalui kata-kata atau gambar di sosial media membuat semua orang semakin penasaran.


Sebelum pulang syane di gajak bertemu dengan managernya yang sudah menunggu di suatu tempat, sampai di tempat yang di janjikan sang manager menyambut kedatangan syane dan minho, minho di ajak ngobrol sejenak oleh beberapa orang, sedangkan pandangan syane menyapu seluruh ruangan tempatnya kini berada.


Syane dapat melihat beberapa model senjata dengan berbagai jebis dan juga arah titik untuk latihan menembak syane tersenyum.


"Sayang tunggu di sini sebentar aku kesana dulu" kata minho.


"Tunggu sebentar!"seru syane sambil meraih tangan minho.


"Mmm ada apa sayang?" Tanya minho.


"Aku boleh menggunakan senjata itu?" Kata syane, minho terlihat mengernyit mendengar syane ingin menggunakan senajata.


"Tentu boleh, kalau kamu mau pak kim bisa menemanimu"


"Oke"


"Aku kesana dulu"


"Iya" ujar syane lalu pak kim mengajak syane untuk memilih senjata yang ingin di gunakan syane, syane memilih salah satu senapan, syane mengambil senapan tanfoglio senapan daru italia yang sering di gunakan orang erofa dan cukup terkenal, jenis senjata yang biasa di gunakan para prajurit perang.


"Anda yakin?" Tanya pak kim.


"Iya" ujar syane.


Sebelum menembak syane di minta untuk mengenakan perlengkapan penembak


Setelah selesai mengenakan perlengkapan syane mulai membidik titik sasaran di depannya.


Dan rupanya syane seorang penembak yang handal tembakan syane tepat di tengah sasaran  syane mendapat tepuk tangan dari pak kim.


Minho yang berajalan hendak kembali setelah selesai dengan obrolan dengan orang-orang yang memintanya untuk datang, dari jarak yang agak jauh minho melihat syane yang tengah membidik dengan senapan di tangannya minho tersenyum sekaligus kagum melihat kakasihnya yang biasa mengenakan pakaian formal dan berjibaku dengan perusahaannya kini minho melihat syane yang begitu keren bak wanita di film laga.


Minho melihat bidikan syane tepat sasaran tiada rasa kaku saat ia meluncurkan peluru dari


senapannya.


Minho menghampiri syane yang tengah asik memainkan senjata di tangannya.


"Kita pulang sekarang!" Ajak minho.


"Iya ayok" syane menaruh senapannya kembali lalu membuka sarung tangan yang dikenakannya.


Minho menuntun tangan syane dan berjalan keluar dengan di ikuti manager minho.


Minho kembali mengendarai mobil mewah milik syane mobil sedan Porsche Cayenne, berwarna hitam.


Minho kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan di bawah maksimal, di dalam mobil sebelah tangan minho meraih tangan syane ia menggenggam lalu menciumnya dengan pandangan fokus ke jalanan di depannya.


"Sayang rupanya kamu bisa menembak? Sejak kapan?" Tanya minho.


"Sejak aku berusia 13 tahun aku sering di ajak ayah ke perbakin, tempat latihan menembak ayah mengajarkan aku karna dia sangat mahir" ujar syane.


"Kok bisa dia mengajarkan kamu yang seorang anak perempuan"


"Sebenarnya dulu waktu bunda hamil aku ayah menginginkan anak laki-laki tapi yang lahir aku seorang anak perempuan, setelah aku lahir fan mulai mengenal dunia aku di ajarkan segala hal yang seperti anak laki-laki cuman cara berpakainku saja tidak"


"Sering belajar apa saja?" Minho penasaran.


"Banyak dari mulai main panahan, menembak, biliar, golf , bowling, ayah orangnya sangat suka berolah raga" kata syane.


"Kamu bisa main golf juga?"


"Lumayan meski nggak terlalu mahir, kadang kalau aku bosan di rumah dan gak ada kegiatan aku pergi ke lapangan golf"


"Kalau begitu lain kali kita kesana!" Ajak minho.


"Boleh" jawab syane dengan memberikan senyuman manis pada kekasihnya yang terus menggengam tangan syane lalu syane mencium tangan minho kemudian memeluk pinggang minho yang tengaj menyetir.


To Be Continue