
Mendengar cerita hilda tentang syane ia semakin terkesan mendengar pernyataan tentang syane.
"Bagaimana keluarganya? dimana mereka?" Min ho betanya pada hilda.
"Dia belum cerita?" Tanya hilda.
"Belum" ujar minho.
"Orang tua bu syane sudah meninggal beberapa tahun lalu saat dia masih duduk di bangku sekolah menengah atas setelah kematian orang tuanya bu syane di bawa nenek dari ayahnya untuk tinggal di amerika dan melanjutkan studynya di sana, setelah mendapat gelar S2 di jurusan bisnis management bu syane kembali ke indonesia untuk menjalankan stasiun televisi peninggalan ayahnya dan dari sanalah ia mulai membangun kerajaan bisnis dengan menggabungkan perusahaannya pada beberapa perushaaam besar di beberapa negara, tapi kata orang terdekatnya sebelum pulang ke indonensia bu syane sudah mulai belajar membangun perusahaan di amerika sambil kuliah dengan membangun pabrik yang memproduksi makanan ringan, neneknya juga seorang pembisnis yang tak pernah kalah dari siapapun sampai saat ini" tutur hilda lagi ia menuturkan sesuai apa yang dia tau dari beberapa orang yang kenal dengan syane lebih dulu.
"Dia benar-benar wanita hebat, dia mampu menjadi wanita tangguh meski tanpa orang tua" ujar min ho yang sedari tadi mendengarkan apa yang di tuturkan hilda.
"Iya bosku memang hebat" hilda mengacungkan dua jempolnya.
Tak lama syane kembali dan telah berganti pakaian syane terlihat cantik apa lagi saat ini syane sudah bersih dan segar.
Dengan kedatangan syane hilda menyudahi obrolannya dengan min ho lalu berpamitan untuk pergi keluar dari penginapan.
"Hilda kamu mau kemana?" Tanya syane.
"Aku ada janji sama kim bum"
"Janji apa?"
"Ada deh" lalu hilda pun pergi.
"Hilda jangan lama-lama kita mau kembali ke seoul hari ini!" Seru syane pada hilda yang sudah berjalan menjauh dari villa.
"Iya bu tenang saja" Ujar hilda suaranya mulai terdengar menjauh sekepergian hilda syane duduk di samping min ho.
Min ho memandang syane lalu menarik syane memeluk punggangnya kemudian membawanya kepelukan minho dengan romantis.
"Sayang aku ingin kita menikah" kata min ho.
"Kamu yakin mau menikahi ku?"
"Iya aku yakin"
"Aku tidak dapat membayangkan bagaimana bahagianya saat aku berstatus sebagai suami kamu"
"O yaa?" Min ho tersenyum ibu jarinya mengusap pipi putih syane banyak yang mereka obrolkan siang itu sangat terlihat nyata kebahagiaan mereka berdua, min ho yang biasanya membelai dan mencumbu seorang wanita hanya sekedar perannya di beberapa film yang ia bintangi kini ia melakukan nya pada syane seorang wanita cantik seorang OWNER sekaligus CEO perusahaan besar.
Siapa yang tidak akan tertarik dan jatuh cinta pada syane karna selain berparas cantik syane juga pintar dan di kenal dengan prilaku baik, begitu juga min ho, min ho seorang aktor korea yang sukses dalam jajaran aktor korea min ho termasuk aktor korea terkaya di urutan nomor lima di korea selatan.
Tak hanya seorang aktor min ho juga memiliki beberapa saham yang ia tanam di beberapa perusahan bidang properti yang ia bangun.
Syane yang tengah di elus min ho ia membuka ponselnya karna ia tidak sempat membuka ponsel sejak semalam, syane terkejut ketika melihat beberapa panggilan masuk dari neneknya yang berada di amerika syane menarik tubuhnya dari pelukan min ho.
"Nenek! Ada apa nenek menelpon ku sampai berkali-kali"gumam syane.
"Ada apa sayang?"
"Ini, nenek nelpon aku sampai berkali-kali ada apa ya?" Syane mengerutkan dahi.
"Kamu telpon balik siapa tau penting!" Saran min ho.
"Iya aku telpon dulu" lalu syane melakukan panggilan ke nomor neneknya hingga beberapa kali pula karna sang nenek tak mengangkat penggilan tersebut. "Gak di angkat!" kata syane seraya memandang wajah kekasihnya.
"Coba kamu telpon yang lain misalnya pelayan di sana atau orang yang biasa dekat dengan nenek" kembali min ho menyarankan.
"Iya aku coba telpon asisten nenek" syane menelpon pelayan di rumah neneknya tak menunggu lama sang asisten mengangkat panggilan syane.
"Hallo! nenek ada?" Tanya syane pada orang di balik sambungan suaranya terdengar berat khas orang terganggu saat tidur.
"Non syane"
"Iya ini aku, nenek mana? aku telpon kok gak di angkat!"
"Nyonya sudah tidur"
Mengingat perbedaan waktu antara korea selatan dan amerika cukup siknipikan jadi di amerika baru masuk waktu malam hari.
"Ya udah gak apa-apa tapi kamu tau gak tadi nenek nelponin aku, ada apa?"
"Oh iya non katanya nyonya besok mau ke korea"
"Ke korea! untuk apa?"
"Saya kurang tau dia juga ngajak saya non"
"Ada apa ya? Kok dadakan gitu! ya sudah gak apapa nanti kalau kalian sudah mau berangkat kasih tau saya"
"Baik non" syane kembali memutus panggilan ponselnya.
"Besok nenek mau kesini" kata syane pada min ho.
"Bagus kalau gitu kamu bisa melepas kangen sama dia" kata min ho.
"Iya aku kangen banget tapi kamu tau gak? Dia itu bawel"
"Bawel sudah biasa namanya juga orang tua ibu juga kadang seperti itu"
Syane tersenyum pada min ho
Min ho memajukan wajahnya melihat syane yang begitu menggemaskan min ho mencium bibir syane mereka saling berpagut setelah saling merasa puas lalu mereka melepas ciumannya.
"I love you sayang" ucap min ho.
"Love you to" ujar syane, min ho kembali mencium bibir syane dengan singkat.
Saat mereka dalam kemesraan tiba-tiba ponsel syane bergetar syane melihat nama choi yu jin di layar ponselnya, syane memandang min ho sebagai kode angkat atau tidak, dan rupanya min ho mengerti dengan kode tatapan mata syane.
"Angkat saja kamu gak ada hubungan apapa kan sama dia?" Kata min ho.
Lalu syane menuruti apa yang di katakan min ho syane mengaktipkan loudspeaker agar min ho mendengar percakapannya dengan yu jin.
●syane●
"Ya ada apa?" Tanya syane pada yu jin di balik sambungan
●yu jin●
"Kamu di mana? aku menelpon mu berkali-kali tapi gak ada jawaban, kamu baik-baik saja kan?" Kata yu jin.
●syane●
"Sorry dari semalam aku gak pegang ponsel"
●yu jin●
"Kok bisa memangnya kamu lagi di mana?"
●syane●
"Aku di jeju"
●yu jin●
"Sama siapa?"'
●syane●
"Min ho dan keluarganya juga"
●yu jin●
"Min ho?"
●syane●
"Iya"
●yu jin●
"Kenapa kamu bisa bersama min ho?"
●syane●
"kenapa nggak?"
●yu jin●
"Dia bilang sesuatu?"
●syane●
"Siapa?"
●yu jin●
"Min ho"
●syane●
"Banyak, kami di sini membicarkan banyak hal"
●yu jin●
"Oo oke" dan "Tut tut tut tut tut" sambungan di putus sepihak oleh yu jin.
"Hallo yu jin, hallo hallo"
"Sudah terputus" kata syane.
"Aku rasa dia marah karna kamu berada di sini sama aku" min ho
"Mungkin, tapi ya sudah lah gak apapa" min ho kembali memeluk syane.
[•]
Setelah beberapa lama min ho pun kembali ke kamarnya.
Saat berada di kamar dan baru selesai mandi, pintu kamar min ho di ketuk seseorang dari luar ia di beritahu kalau mereka akan segera kembali ke seoul min ho di minta untuk bersiap-siap.
To Be Continue