Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
BAB 2



Minho seorang aktor yang cukup di kenal di kalangan luas tak hanya di negaranya tapi juga di seluruh dunia memiliki wajah tampan membuatnya begitu di gandrungi kaum hawa tak sedikit orang yang menginginkan nya untuk menjadi kekasih sang aktor tersebut.


Selesai shooting minho kembali ke rumah delam keadaan sudah larut malam.


...


minho melihat jam di ponsel nya yang menunjukan tengah malam ia istirahat di kamarnya usai membersihkan badan, minho merebahkan tubuhnya di kasur yang biasa ia tiduri tapi saat ia memejamkan mata tiba-tiba satu wajah terlintas saat matanya terpejam minho kembali membuka mata, di lokasi tempat nya shooting hari ini, ia melihat ada seorang gadis yang begitu cantik memperhatikannya dari jarak yang agak jauh namun dapat terlihat jelas paras cantiknya yang membuat jantung minho berdebar saat manatapnya tak hanya saat menatapnya bahkan seperti saat ini ketika wajahnya melintas di pikirannya jantungnya berdebar.


"siapa dia? Kenapa tiba-tiba muncul di benakku" racau minho, kembali ia memejamkan matanya tapi lagi-lagi wajah gadis itu melintas di benaknya, minho kembali membuka mata dan kembali memejamkannya tapi lagi, lagi dan lagi wajah gadis itu yang muncul.


"Aaakhhhh" minho berteriak seraya bangun dari tidurnya lalu pergi ke dapur membuka kulkas mengambil sebotol air minum kemudian berjalan menuju balkon apartemennya sambil memutar tutup botol lalu meminumnya, memandang ke alam luas di luar sana terlihat lampu yang saling menerangi setiap bangunan namun bukan lampu yang ter lihat melainkan dengan bayangan tak jauh dari gadis cantik yang di lihatnya di lokasi shooting siang tadi.


Minho pergi dari balkon kemudian maraih jaket


Lalu keluar dari apartemen setelah mengenakan masker ia berjalan menyusuri trotoar tanpa tujuan.


Saat setengah perjalanan minho melihat gadis cantik berjalan gontai menapaki trotoar yang sama dengannya minho menghentikan langkah ia menatap gadis yang berjalan berlawanan arah dengannya dari arah yang masih agak jauh. "Bukankah itu gadis yang membuat aku susah tidur? Ya dia! aku masih ingat gak ada yang membuat aku berdebar saat memandang seorang wanita" batinnya.


Minho melihat syane yang kini berjalan semakin mendekat kearahnya minho masih berdiri mematung seraya memandang syane yang sama sekali tak memperhatikannya syane fokus pada layar ponselnya.


Syane melewati minho yang tak berhenti menatapnya tapi tiba-tiba syane berhenti ketika menyadari yang di lewatinya bukan tiang melainkan seorang pria, syane menoleh pada minho dan "tap" kedua mata mereka bertatapan tapi syane tak dapat melihat dengan jelas wajah minho karna tertutup masker.


Syane menatap minho dengan lekat dan semakin dalam namun syane dengan segera pergi, syane mempercepat langkahnya.


Sampai di apartemen syane terus teringat seorang pria memakai masker yang ia lihat di pinggir jalan, jalanan yang ia lewati sangat sepi katika ia di tatap seorang pria asing membuatnya merasa sedikit merinding.


Tapi sekali lagi syane berusaha mengingat orang tersebut syane merasa pernah melihatnya syane membolak balik ingatannya berusaha mengingat dan membayangkan hingga akhirnya ingatannya tertuju pada satu orang pria yang membuatnya keluar dari apartemen, sebab ia gak bisa memejamkan mata karna selalu terbayang wajah pria tampan yang ia lihat tadi siang, yang tidak pernah ia tau perasaannya pun sama.


Sama seperti syane saat sampai di apartemen minho masih tak dapat melupakan wajah syane yang menurutnya sangat cantik dan ya! memang bukan kata minho saja tapi setiap orang yang melihat wajah cantik syane mereka akan mengagumi syane.


Dengan kembali bertemu gadisnya justru membuat minho semakin sulit untuk tidur apa lagi ia baru manatapnya dengan jarak dekat, sangat indah buat minho ketika manatap matanya minho yang kini merebahkan tubuhnya kembali di atas ranjang minho terus berperang dengan pikiranya yang susah move on dari wajah cantik syane, minho meraih ponselnya yang tergeletak di kasur berusaha mencari nama-nama wanita cantik di sosial media menggunakan ponsel namun sama sekali ia tidak menemukan syane di sana minho melempar ponselnya ia merentangkan tangannya menatap ke langit-langit kamar.


"Kenapa aku membiarkan nya pergi? kenapa aku tidak menarik tangannya saat berpapasan tadi? aakhhhh bodoh" gerutu minho hingga akhirnya minho dapat memejamkan mata ketika sudah hampir subuh.


____


Syane bersiap untuk pergi bekerja sampai di ruangan kantornya seperti biasa ia di suguhkan beberapa berkas di mejanya syane duduk di kursi kebesarannya menarik kursi sedikit merapatkan tubuhnya pada meja syane membuka laptop syane pun mulai fokus dengan pekerjaannya


Pintu ruangan syane diketuk seseorang dari luar.


"Masuk!" Seru syane.


"Maaf bu tuan kim dari agence yang mau bergabung dengan perusahaan stasiun televisi kita yang di indonesia sudah datang" kata hillda.


"Ajak ke ruang meeting dan tunggu saya di sana!" ujar syane.


"Baik bu" hillda.


Beberapa menit kemudian syane pergi ke ruangan meeting untuk menemui orang dari agence perfilman sekaligus penyanyi dari korea yang akan mengadakan kerjasama dengan perusahan stasiun televisi swasta milik syane di indonesia syane dengan cermat mendengarkan apa yang di sampaikan clientnya etelah selesai giliran syane yang memberikan masukan atau pendapatnya dengan penuh pesona dan ber wibawa syane membuktikan dirinya sebagai pengusaha wanita hebat dalam usianya yang masih muda, ia terlihat tegas ketika menyampaikan pendapatnya sedangkan sekretarisnya hilda, hanya mencatat apa yang di sampaikan kedua belah pihak dan akhirnya hasil dari meeting mendapat kesepakatan yang memuaskan dari kedua belah pihak.


Selesai dengan urusannya dengan pihak salah satu agence korea syane pun kembali keruangan nya, kembali dengan pekerjaannya yang seharusnya ia kerjakan.


Di tempat lain


Seorang aktor dengan penuh karisma dan ketampanan yang banyak digandrungi berbagai kalangan tengah bersiap untuk melakukan shooting sebelum shooting minho membaca skrip sembari duduk manis di kursi aktor.


Selesai shooting minho di beritahukan pihak agencenya bahwa ia akan menjadi bintang tamu utama saat acara ulang tahun di salah satu televisi swasta di indonesia sesuai permintaan masyarakat indonesia yang menginginkan minho untuk hadir sebagai bintang tamu utama yang akan bernyanyi di sana karna minho bukan hanya seorang aktor tapi dia juga seorang penyanyi yang memiliki suara merdu tak ada penolakan dari minho, minho menyetujuinya untuk berangkat ke indonesia satu minggu mendatang.


Sore hari


Hari ini syane pulang lebih cepat dari biasanya syane, silla dan juga hilda berada satu di apartemen bersama syane, silla adalah sahabat masa kecilnya dari indonesia ia merengek meminta pekerjaan pada syane karna ia bukan dari keluarga berada syane mengangkatnya sebagai asisten pribadi syane, yang sebelumnya di duduki oleh hilda yang juga dari indonesia hilda seorang sekertaris syane yang melemar pekerjaan melalui lowongan kerja yang di buka perusahaannya dan hilda lolos seleksi wawancara yang di adakan perusahaan syane.


Syane terbilang baik pada para karyawannya apa lagi pada silla dan juga hilda ia begitu memperhatikan kedua karyawannya itu karna menurutnya tanpa kehadiran kedua orang itu syane mungkin akan kerepotan terlebih lagi silla dan hilda sangat mampu di andalkan dalam segala hal.


Usai membersihkan badan dan terasa segar setelah seharian menghabiskan waktu di luar rumah syane pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama yang sudah di siapkan pelayan di apartemennya, selesai makan malam syane melanjutkan pekerjaannya.


Sementara syane fokus dengan pekerjaannya di ruang kerja hilda dan silla tengah mengobrol.


"Sil yang bakal jadi bintang tamu di acara ulang tahun ATV minho loh" kata hilda.


"Beneran" hilda


"Yaah, sayang yah! kita di sini" dengus sila


"Iya, coba kalau kita di jakarta kita bisa liat dia" hilda.


"Eh gimana kalau kita ajak syane pulang dulu" lagi pula kan itu ulang tahun perusahaannya masa dia gak mau datang" usul sila.


"Ah bu syane mana mau, dia lagi fokus sama kerjaan disini, lagian tiap ulang tahun ATV dia jarang hadir" tukas hilda.


Dan rupanya obrolan mereka di dengar oleh syane saat hendak mengambil minum.


"Memangnya siapa minho" tanya syane dari arah belakang mereka mengobrol sontak membuat kedua orang itu kaget.


"Bu-bukannya ibu lagi di ruang kerja?" Kata hilda, syane tak menjawab ia duduk bergabung dengan kedua orang kepercayaannya.


"Siapa minho?" Kembali syane bertanya sambil menatap dua orang di hadapannya.


"Dia aktor yang sudah mendunia syan" jawab silla.


"Itu bu yang pernah sooting di tengah hamparan bunga kaskus yang waktu itu kita lihat" timpal hilda.


"Ohhh" gumam syane.


"Kamu aneh, kamu yang punya stasiun televisi dan kamu langsung yang mengadakan meeting dengan mereka tapi tidak tau siapa saja aktor yang bakal tampil di sana" kata hilda.


"Urusan artis bukan aku, ada bagiannya yang mengatur itu" syane.


"Iya sih, syan boleh gak kita cuti bentar untuk pulang dulu ke jakarta? kita mau liat konser minho" silla.


"Aktor itu orang sini kan? Kenapa hanya untuk melihat dia kalian meski pulang ke indonesia? kalian pikir dari sini ke jakarta deket? aneh!" protes syane.


"Gak boleh juga gak apapa kok bu" hilda terlihat takut saat sila minta ijin untuk cuti, syane bingung untuk memutuskan tapi kalau gak di ijinkan syane merasa kasian mereka sudah mengabdikan dirinya untuk syane masa hanya meminta pulang sebentar syane tidak di ijinkan.


"Iya gak apapa kalau kalian mau pulang? Pulang aja" kata syane.


"Kamu gak mecat kita kan?" Sillla.


"Mecat?!" Syane mngerutkan dahi.


"Iya kok kamu nyuruh kita pulang?!" sila.


"Bukannya tadi kalian bilang kalau kalian mau pulang kejakarta untuk liaaaat? siapa namanya tadi?" Syane berdiri dari duduknya.


"Minho?" Sambung sila.


"Ya itu, sekarang aku ijinkan kalian pulang malah di bilang mecat!" syane beranjak dari tempat duduk lalu kembali ke ruang kerja.


"Syan kamu beneran ngijinin aku dan hilda pulang ke jakarta?" Sila memastikan ucapan syane.


"Iya" sahut syane seraya berjalan menjauh.


"Tapi nanti gak akan ada yang menggantikan kita kan bu?" Teriak hilda pada syane yang sudah menghilang di balik tembok.


"Kita liat aja nanti" ujar syane.


"Syan, serius dong" sila dan hilda berlari menemui syane di ruang kerjanya, sementara  syane menjinjing laptop untuk di bawa ke kamar.


"Iya, mana mungkin aku mecat kalian berdua! sudah, aku mau tidur ngantuk" syane.


"Yes makasih ya syan!" Ucap sila.


"Iya bu makasih ya!" Timpal Hilda.


"Emmhhh" gumam syane dengan santai syane berjalan menuju kamar sampai di kamar syane naik kekasur lalu bersila dan membuka laptopnya kali ini ia membuka laptop bukan urusan pekerjaan melainkan penasaran dengan sang aktor bernama minho.


To Be Continue