Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
BAB 17



***


Menghabiskan dua hari berlibur di pulau jeju semua kembali ke seoul setelah memakan waktu perjalanan satu jam lebih mereka sampai di bandara internasional gimpo.


Saat di pesawat syane tak pernah jauh dari minho, mereka menggunakan pesawat pribadi membuat minho leluasa untuk selalu bersama kekasihnya itu.


Sampai di bandara syane di jemput oleh sopir menuju apartemen begitu juga min ho bedanya di bandara min ho di ikuti banyak orang setiap orang yang berada di bandara mengenali min ho sang aktor terkenal, tak sedikit orang yang mengabadikannya, min ho tetap berjalan dengan santai sembari sesekali melambaikan tangan pada para penggemarnya yang kadang berteriak memanggil naamanyanya, min ho bersama keluarganya? juga yang lain. sedangkan syane memilih lebih dulu keluar dari bandara sebelum banyak yang curiga akan kedekatan min ho dengan nya, saat turun dari pesawat syane bersikap seolah ia hanya orang biasa yang tak ada hubungan dengan min ho meski min ho dan keluarganya mengajak untuk pulang bareng.


Sampai di apartemen syane langsung menuju kamar untuk melepas lelah.


Esok pagi


Syane bangun cepat sebab hari ini banyak yang akan ia kerjakan sebagai seorang OWNER perusahaan besar yang memiliki cabang di beberapa negara tentu banyak tanggung jawab yang harus ia kerjakan tak hanya mengenai perusahaannya saja akan tetapi kehidupan para karyawannya juga sudah menjadi tanggung jawabnya, sebagai pemilik perusahaan. meski ada beberapa yang di tunjuknya untuk menjadi CEO yang akan memimpin perusahaannya di setiap perusahaan yang di dirikan syane di berbagai bidang, tapi syane tidak pernah melepas tanggung jawabnya sebagai OWNER atau founder perusahaannya.


Ponsel syane berdering ketika berada di dalam mobil saat hendak pergi ke perusahaannya, melihat nama min ho di panggilan masuk, syane dengan segera mengangkat panggilan tersebut.


●minho●


"Pagi sayang"


●syane●


"Iya pagi" ujar syane.


●minho●


"Sudah sarapan?" Tanya min ho.


●syane●


"Sudah, kamu sendiri?"


●minho●


"Sudah"


●syane●


"Ada shooting hari ini?"


●minho●


"Nggak ada, hari ini ada pemotretan kamu mau ikut?"


●syane●


"Nggak, kalau aku ikut bakal jadi berita besar"


●minho●


"Gak apapa aku suka"


●syane●


"Mmmhh, udah rame baru repot setelah ada di beberapa berita kalau seorang aktor yang di gandrungi tengah dekat dengan seorang wanita biasa yang bukan dari kalangan artis, terus mereka bilang apa istimewanya wanita itu?! Aku yakin pasti seperti itu" tukas syane.


●minho●


"Aku tinggal bilang kalau kamu itu sangat istimewa buat aku"


●syane●


"Sekarang bisa bilang begitu tapi nantu setelaj rame gak baka bisa bilang apa-apa?"


●minho●


"Oke itu tantangan buat aku"


●syane●


"Maksudnya?"


●Minho●


"Iya kita lihat saja nanti"


●syane●


"Ya terserah kamu, bagaimana tidurnya semalam?"


●minho●


"Buruk"


●syane●


"Kenapa?"


●minho●


"Aku gak bisa tidur"


●syane●


"Kenapa gak bisa tidur?"


●minho●


"Aku selalu ingat kamu dan rasanya aku ingin tidur sama kamu"


●syane●


"Hehehehehe kamu bisa bercanda juga"


●minho●


"Siapa yang bercanda?"


●syane●


"Lantas?"


●minho●


"Aku benar-benar gak bisa tidur rasanya aku ingin segera bertemu kamu sayang"


●syane●


"Kalau gitu sama"


●minho●


"Kamu juga"


●syane●


"Iya tapi aku paksakan untuk tidur biar aku bisa memimpikan kamu"


●minho●


"Terus ada aku di mimpi kamu?"


●syane●


"Ada , ku mimpi kamu membawa aku berjalan sangat jauh perjalanan yang berujung di sebuah rumah besar tapi aku gak tau siapa pemilik rumah itu, aku merasa bahagia saat berjalan bersama kamu karna kamu selalu menjaga aku saat ada beberapa rintangan yang menghalangi perjalanan kita" kata syane ia menceritakan tentang mimpinya semalam sedang kan hilda yang berada satu mobil dengan syane ia hanya menjadi pendengar percakapan syane dengan min ho di telpon meski hilda tak menyaksikan langsung saat mereka jadian tapi hilda tau kalau syane dan minho sudah menjadi sepasang kekasih.


●minho●


"Aku rasa mimpi itu mengandung arti yang sangat bagus" kata min ho.


●syane●


"Sok tau, ya sudah sayang aku sudah sampai gedung, kita bicara lagi nanti"


●minho●


"Iya sayang tetap semangat"


●syane●


"Terima kasih! my boyfreand i love you"


●minho●


"Love you to"


Tak lama syane sampai di ruangannya ia duduk di kursi kebesarannya kemudian membuka laptop kesayangannya untuk meneriksa beberapa hasil dari pekerjaan yang ia tinggalkan setiap hari libur, officegirl mengentuk pintu ruangan syane untuk mengantar minuman yang biasa di pesan sang pemilik perusahaan yang juga seorang CEO itu kemudian menaruhnya di meja kerja syane.


"Ini bu minuman yang biasa ibu pesan" kata sang officegirl


"Terima kasih" ucap syane.


"Sama-sama" sang pengantar minuman kembali ke belakang.


Syane fokus dengan layar ponselnya ia melihat perkembangan perusahaannya sangat baik bahkan lebih baik dari yang ia perkirakan syane tersenyum atas keberhasilannya.


Tak hanya perusahaannya yang baru ia bangun di korea tapi juga nilai index beberapa perushaannya masuk ke level tertinggi di bursa saham.


Semua pengusaha makin mengenal siapa syane? siapa seorang OWNER juga CEO yang sukses itu? Semua pengusaha tak bisa meremehkan syane tak hanya pemilik perusahaan yang mengenal syane tapi juga beberapa kepala negara yang negaranya di singgahi perushaan syane mengenal baik siapa syane.


Sore hari syane kembali ke apartemen setelah menemui beberapa rekan bisnisnya yang meminta bertemu dengan syane.


Syane kembali ke apartemen dan ada yang ia lupakan yaitu sang nenek yang katanya akan datang menemuinya di korea syane menelpon sang nenek menanyakan jadi tidaknya untuk datang ke korea tapi rupanya sang nenek membatalkannya karna ada beberapa pekerjaan yang tidak dapat di tinggal, syane mema'lumi karna sang nenek juga seorang pengusaha.


Tiba-tiba syane ingat pada min ho ia tersenyum sendiri ketika mengingatnya ia ingat apa saja yang di lakukannya saat bersama min ho.


Malam semakin larut jam menunjukan pukul 11 malam syane tidak bisa tidur karna ia mengingat sang kekasih yang tidak ia tau sekarang sedang apa?


"Aku tidak menyangka aku bisa jatuh cinta lagi setelah beberap tahun lalu saat aku SMA dan kini aku kembali merasakan apa yang namanya jatuh cinta, ooohhh minho aku benar-benar jatuh cinta sama kamu aku kangen sama kamu" kata syane di kesendiriannya di dalam kamar. "Kenapa rasanya aku ingin sekali memelukmu padahal kemarin kita baru saja bertemu dan menghabiskan waktu bersama" syane meraih ponsel lalu memandang wajah min ho di ponselnya syane menjadikan photo min ho sebagai wallfaper ponselnya.


Syane membuka galeri photo di ponselnya syane menyekrol layar ponsel untuk mencari gambar min ho saat bersamanya di pulau jeju.


Ketika syane memandangi fhoto min ho ponsel syane mandapat pesan.


○Minho○


"Apa kamu belum tidur?"


Pesan di kirim oleh min ho.


"Min ho!" Gumam syane lalu dengan segera membalas pesan dari min ho, syane terlihat begitu senang mendapat pesan dari kekasihnya.


^^^○Syane○^^^


^^^"Belum, kamu sendiri belum tidur?"^^^


○Minho○


"Aku nggak bisa tidur"


^^^○Syane○^^^


^^^"Kenapa?"^^^


○Minho○


"Aku kangen sama kamu"


^^^○syane○^^^


^^^"Kenapa kita sama?"^^^


minho lama tak membalas pesan syane, syane menunggu balasan pesan dari minho padahal pesannya sudah di baca oleh min ho. "Kemana dia kok gak di bales apa dia tidur?" Gerutu syane.


Hingga akhirnya yang di tunggu syane, balasan pesan dari min ho.


○minho○


"Berapa sandi apartemennya?"


^^^○syane○^^^


^^^"Apa? Kamu di mana?"^^^


○minho○


"Aku di depan pintu cepat buka syang! sebelum ada yang melihatku"


^^^○syane○^^^


^^^"Iya baik lah ****** itu"^^^


syane memberikan kata sandi apartemennya pada min ho setelah itu syane keluar dari kamar ternyata benar syane melihat min ho masuk dan ia tengah menutup kembali pintunya.


Syane berlari dan berhambur memeluk min ho di depan pintu seolah beberapa bulan tidak bertemu, min ho membalas pelukan syane ia  menciumi syane dari mulai pucuk kepala syane hingga kening, pipi, mata, hidung dan beralih ciuman min ho pada bibir syane min ho menciumnya dengan rakus begitu juga syane ia mulai berani menumpahkan perasaan cintanya dan rasa kangen nya pada min ho.


"Aku mencintaimu minhoku" kata syane saat melepas sejenak ciumannya.


"Aku juga, sayang aku mencintaimu " ujar minho lalu kembali mereka melanjutkan ciumannya sedangkan tangan min ho mengusap punggung syane yang tertutup kaos yang biasa di gunakan syane saat tidur, kaos syane tersingkap ke atas membuat min ho leluasa menyentuh kulit punggung syane.


Beberapa menit kemudian syane melepas ciumannya syane mengusap pipi min ho sedangkan min ho mengusap bibir syane yang basah karna perbuatannya minho tersenyum dan kembali mengecup bibir syane.


"Aku ambilkan minum" kata syane, minho menganggukan kepala syane pergi mengambil minum.


Min ho duduk di sofa kemudian tak lama syane kembali dengan membawakan min ho minum.


"Sayang kamu di sini sendiri?" Tanya min ho.


"Aku sama hilda, mungkin dia sudah tidur" jawab syane. "Mau aku buatkan minuman ginseng" tawar syane lagi syane tau kalau minho suka minuman beraroma ginseng.


"Nggak usah" ujar min ho seraya menarik tangan syane untuk duduk di sampingnya. "Sayang aku ingin kita segera menikah" kata min ho.


"Menikah?"


"Iya aku gak bisa selalu menahan rasa yang seperti aku rasakan sekarang aku mau menjadikan kamu istriku"


"Tapi untuk menikah aku harus membicarakannya dulu dengan nenek"


"Aku tunggu, kapan kamu mau membicarakannya?"


"Nunggu saat yang tepat, tapi aku rasa nenek gak bakal setuju dengan hubungan kita" mendengar ucapan syane min ho menarik tubunya seraya mengerutkan dahi.


"Kenapa?" Tanya min ho.


"Kita beda agama" jawab syane.


"Apa gak bisa kita menikah beda agama"


"Nggak bisa, nenek gak akan mengijinkannya, nenek sangat religius dengan agamanya"


"Terus bagaimana kita bisa menikah?"


"Aku akan bicara dulu pada nenek"


"Baiklah aku akan tunggu" min ho menarik kembali tubuh syane yang duduk di sampingnya lalu memeluk syane dengan sebelah tangannya sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk menggengam tangan syane dan memainkan jari jemari tangan syane "o iya sayang apa kamu tidak menggunakan sosial media seprti i******m, t****r, f*******k atau yang lainnya selain w*****p?" Tanya min ho, syane menggelengkan kepala.


"Nggak"


"Kenapa?"


"Aku gak ada waktu dengan itu semua, ada pesan masuk ke w*****p saja aku jarang membalasnya apa lagi yang lain" ujar syane.


"Kamu wanita super sibuk, tapi kamu gak akan menomor dua kan aku kan?" Kata minho, syane menatap min ho lalu memeluk pinggang min ho yang tengah duduk di sampingnya kemudian mengecup bibir min ho.


"Gak akan sayang kamu tetap nomor satu buat aku" ujar syane, min ho mecium pucuk kepala syane lalu mengelus rambut syane yang nempel di dada syane.


Min ho terlihat begitu sayang sama syane buat dia kini syane segalanya setelah ibunya.


Saat syane bedua di sofa tiba-tiba hilda keluar dari kamar ia melihat syane yange tengah duduk berdua dengan minho secara romantis.


"Eh ada tamu rupanya?" Tanya hilda membuat syane kaget dan menarik tubuhnya dari dekapan, min ho.


"Hilda aku kira sudah tidur" kata syane.


"SUdah sih bu cuman aku haus mau ngambil ninum" ujar hilda seraya berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum kemudian ia kembali kekamar setelah menyapa syane dan min ho.


"Misi ya bu aku kembali kekamar, tuan minho mau nginep di sini?"


"Nggak"


"Oh gitu lanjut aja bu"


"Lanjut???"


"Pacarannya!"


Syane tersenyum mendengar celotehan hilda minho yang tidak mrngerti dengan ucapan syane dan hilda yang menggunakan bahasa indo ia hanya tersenyum.


To Be Continue