Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
Bab 32



Minho di perkenalkan syane pada semua yang hadir di sana meski semua sudah tau kalau minho suami syane tak hanya itu syane juga mengumumkan kalau kedepannya yang mengurus perusahaan adalah minho, minho yang akan menghandle segalanya tentu saka rencana syane menyerahkan perusahaannya membuat terkejut para stap yang lain.


Selama di ruang meeting ia melihat istrinya begitu tegas dan berwibawa di hadapan para stap tertinggi dan juga dewan direksi perusahaannya, semua yang hadir di sana tak ada yang usianya di bawah syane mereka sudah berumur hanya syane sang pemilik perusahaan yang masih muda namun pemikirannya sangat dewasa tak hanya itu pemikirannya tentang usaha yang tengah di jalani sangat luas.


Syane menanggapi pendapat satu persatu usulan atau ide dari para stapnya yang ada di sana.


Minho semakin mengagumi istrinya ia tak melepas pandangan saat sang istri menjelaskan secara detail apa yang menjadi pembahasan hari itu, minho  terbilang cerdas meski ia tidak pernah belajar di bidang perbisnisan tapi iya cukup pintar menangkap sesuatu yang menurutnya janggal sipat curiga yang di miliki minho ia gunakan saat ia menangkap pembicaraan di ruang meeting minho tak banyak berkomentar ia hanya menyaksikan apa yang di sampai orang-orang di sana termasuk ucapan istrinya akan tetapi meski begitu, otaknya main dalam diamnya ia menangkap kelicikan orang dalam yang tengah bergabung di ruang meeting, minho tak akan berkomentar di sana, namun ketika  sedang berdua dengan istrinya baru minho akan membicarakan.


Acara meeting selesai semua stap sudah kembali ke ruangan masing-masing begitu juga syane dan minho mereka kini berada di ruangan syane.


Minho melihat istrinya yang sibuk dengan layar laptop di depan nya, syane terlihat sangat fokus, minho menatap istrinya yang begitu cantik luar biasa kecantikannya tak terkalahkan oleh wanita manapun.




Pandangan minho saat menarap syane


syane memiliki tubuh jenjang dengan berat badan yang ideal, kulit putih, hidung mancung, bibir merah muda dan bermata sedang dengan bola mata yang indah sungguh sempurna fisik seorang syane tiara andrayan tak hanya itu syane juga di karuniai hati yang baik selalu peduli dengan siapapun syane juga bukan orang yang tempra mental meski ia di tinggal orang tuanya di usia yang masih sangat muda namun tak membuatnya lantas menjadi lemah justru ia semakin menjadi wanita tangguh dan berpikiran dewasa itulah seorang syane, selain dari fisiknya  kepribadian syane sangat di kagumi oleh minho itu yang membuat minho cinta mati pada syane.


Minho menghampiri syane ia menapakan kedua tangannya di tepian meja di samping syane lalu membungkukan punggungnya melihat apa yang di kerjakan istrinya.


"Sini biar aku yang mengerjakan pekerjaanmu" pinta minho.


"Emang bisa?" Tanya syane tanpa menoleh minho.


"Sini" minho mengambil laptop di depan syane, lantas membawanya ke meja sofa


Minho mulai memeriksa apa yang menjadi pekerjaan syane, sedangkan syane terdiam sejenak lalu ia pun menghampiri minho dan duduk di sampingnya.


"Sayang apa kamu mencurigai seseorang yang ada di perusahaanmu? Maksudku orang dalam!" Cetus minho. Dengan tatapan masih pada laptop didepannya.


"Kenapa memangnya?" Syane balik bertanya.


"Aku akan menyuruh orang untuk menyelidikinya" ujar minho ia mengutarakan apa yang ada di benaknya semenjak keluar dari ruang meeting.


"Kenapa memangnya?" Syane seolah penasaran Ia menatap wajah minho seolah mencari jawaban dari pertanyaannya.


"Aku gak yakin kamu gak mencurigai satu orang pun dari perusahaanmu sendiri" minho kekeh dengan pandangan masih pada layar laptop.


"Kamu curiga di antara mereka yang ikut meeting tadi?" Syane.


"Iya" minho singkat ia menatap mata syane.


"mr.Jason's?"


"Manager pengembang di perusahaan snack?!" tanya minho


"Iya" syane


"Kamu juga curiga pada dia? Kenapa kamu membiarkannya? Jelas dia dalang di balik semua kejadian kacau di perusahaan snack mu dia yang penghancurnya hingga pabrik mu hancur" tandas minho.


"Aku sengaja membiarkannya dulu karna aku yakin mr.jason's gak sendiri ada orang lain di belakangnya aku hanya ingin tau dengan siapa dia bekersama? aku gak akan membuat dia curiga kalau aku tau semua ini rencana busuknya karna aku ingin tau dengan siapa dia bekerja sama, setelah aku tau segalanya baru aku akan membongkar kelicikannya" tukas syane.


"Sayang ternyata kamu hebat, selain kamu baik, cantik, kamu juga smart" puji minho.


"Kamu juga jenius bisa tau kalau dia dalang dari semua kekacauan di perusahaanku padahal kamu baru sekarang ikut meeting" syane balik memuji.


"aku sudah mencurigai dia sejak pertama kali aku bertemu dia, karna aku pernah melihatnya bicara dengan seseorang di telpon ia membicarakan soal pabrik mu saat kita ke sini dulu, saat itu aku agak sedikit aneh dengan pembicaraanya" tutur minho.


"lalu kenapa kamu gak ngomong sama aku waktu itu"


"aku sempat mau bilang sama kamu tapi aku pikir mungkin aku hanya berpersangka buruk sama dia, jadi aku memilih diam" minho.


"ya sudah lah sekarang sudag terlambat" kata syane.


" sayang aku merindukanmu" celoteh minho tiba-tiba lalu ia meraih tekuk leher syane minho tidak tahan melihat bibir istrinya yang merah muda, minho menciumnya dan berpagutan cukup lama syane melepas ciuman setelah mendapat telpon dari hilda.


●hilda●


●syane●


"Ada apa?"


●hilda●


"Bu saya minta ijin keluar dulu sama dua tamu bawaan tuan minho"


●syane●


"Kemana"


●hilda●


"Nyari makan bu, boleh kan?"


●syane●


"Iya kasihan juga mereka pasti lapar"


●hilda●


"Iya bu makanya, kita keluar dulu ya bu, maaf bu tolong bilang juga sama tuan minho kalau aku ngajak dua orang ini, kasian mereka dari tadi menunggu bosnya"


●syane●


"Iya nanti aku sampaikan"


●hilda●


"Terima kasih bu"


Sambungan pun terputus.


"Siapa sayang?"


"hilda, dia mau ngajak manager sama asitenmu keluar untuk mencari makan"


"Ya sudah gak apapa, bilang sama hilda nanti tolong antar langsung ke hotel! tadi kami udah cek in!" Seru minho.


"Aku chat aja ya?"


"Iya sayang" minho menarik pinggang syane setelah syane selesai mengirim pesan pada hilda, ia kembli mencium bibir syane kemudian turun ke leher membuat membuat kissmark di leher syane yang agak tertutup rambut, minho membuka kancing atas kemeja syane hingga terbuka setengah bagian atasnya minho menyingkapkan juga setengah bajunya lalu menurunkan tali bra yang melintang di pundak istrinya, minho mendorong lembut istrinya hingga setengah badan syane tertidur di sofa minho mulai mengerayangi tu**h istrinya.


Merasa istrinya mulai terbuai minho membawa syane ke ruangan yang biaaa syane gunakan istirahat setelah merasa lelah bekerja, bahkan ruangan tersebut sering syane jadikan rumah kedua stiap ia malas untuk pulang kerumah.


Minho tau ruangan itu sebab ini bukan pertama kalinya minho kesana mereka sering melakukan hubungan intim di kamar ruangan tersebut setiap mereka ke amerika minho selalu menemani istrinya bekerja saat merasa jenuh minho langsung meminta syane melayaninya dan selalu du lakukan di kamar tersebut, mereka tak pernah lama ketika ke sana karna jadwal minho yang padat di korea, ruangan itu adalah ruangan faporit mereka saat sudah tak dapat menahan hasrat, sebelum melayani suaminya syane meminya hilda agar menolak siapapun yang ingin bertemu dengannya.


Hari sudah sore semua karyawan dan para stap kantorpun sudah pada pulang kecuali yang ada jadwal lembur, akhir-akhir ini stap dan karyawan termasuk syane bigboss nya sendiri, memang selalu lembur karna banyaknya yang harus di selesaikan atas kekacauan di perusahaan snack yang di kembangkan syane.


Syane dan minho masih di kamar ruang kantornya syane memeluk minho tanpa mengenakan pakaian tubuh mereka hanya di tutupi selimut.


"Sayang kita solat dulu ashar dulu! ini sudah tela!" Ajak minho, setelah memeriksa jam dinding yang menempel di dinding depan kasurnya yang sudah menunjukan batas akhir solat ashar.


"Iya" ujar syane.


Mereka berduapun solat berjama'ah setelah membersihkan tubuhnya minho semakin paseh dalam pengucapan ayat alqur'an yang biasa di pakai dalam sholat karna setelah menjadi mualaf minho tak pernah meninggalkan sholat malah ia lebih mempelajari ilmu agama yang kini ia anut, selesai sholat minho mencium kening istrinya memandang wajah istrinya yang tambah cantik dengan balutan murkah berwarna putih cerah.


"Sayang kapan kamu akan mengenakan hijab?"


"Hemmm" gumam syane iya bingung akan menjawab apa karna dia sendiri juga tidak tau.


"Sempurnakan kecantikan kamu sayang dengan menutup aurat" kata minho perkataan yang terdengar adem ucapan sang suami terhadap istrinya menyuruh namun tidak memaksa, menuggu keikhlasa dari hati syane karna sesuatu yang di paksakan tidak akan menjadi baik.


To Be Continue