
Ketiga sahabat itu akhirnya pergi dengan rencana menonton konser yang akan di adakan di studio stasiun ATV sebelum ke ATV mereka mampir ke sebuah restoran mewah yang ada di pusat kota jakarta untuk makan malam selesai makan malam sebelum melanjutkan tujuannya ke studio ATV sila meminta syane mampir sejenak ke salah satu butik yang kebetulan butiknya satu arah dengan ATV.
"Syan, gw ke butik casandra dulu ya bentar" kata silla.
"Mau ngapain?" Tanya syane terlihat tidak bergairah.
"Bentar doang kok" ujar silla.
"Ya udah jangan lama-lama!"seru syane.
"Biarin aja dia lama paling nyampe sana acaranya selesai" sungut hilda.
"Bentar doang cuma tinggal ngambil doang kok" tukas silla.
Setelah beberapa menit kemudian karna arah kebutik yang di maksud silla searah akhirnya mereka sampai di butik, silla mengehentikan mobilnya lalu turun kemudian masuk ke butik, tak lama kemudian silla kembali ke mobil dengan membawa handbag besar yang berisikan sebuah kotak didalamnya.
Syane tak menghiraukan apa yang di bawa silla ke mobil selama perjalanan syane sama sekali tak terlihat ceria seperti biasanya ia hanya termenung seraya menyenderkan ke palanya ke samping mobil dengan pandangan keluar.
Beberapa menit kemudian silla memarkirkan mobilnya di halaman studio ATV mereka pun turun dari mobil silla menjinjing handbag yang di ambilnya dari butik.
"Sil itu isinya gaunkan?" Tanya syane.
"Iya kenapa" tanya balik silla.
"Untuk siapa? Kamu mau ganti baju?" Syane merasa heran karna syane melihat silla sudah mengenakan pakaian yang sesuai dengan acara yang akan di hadirinya.
"Nggak bukan buat aku, syan kamu jalan duluan sama hilda aku mau mengantarkan gaun ini dulu" jawab silla saat sudah berada di loby kemudian ia dengan segera pergi meninggalkan syane dan juga hilda.
"Bu kita lewat belakang aja soalnya kalau lewat depan susah" ajak hilda seraya menarik tangan syane ke belakang studio yang tengah di adakan konser music.
"lewat sana gelap hilda! apa petugas lupa menyalakan lampu?" Kata syane merasa aneh melihat lorong gedung yang terlihat gelap.
"Gak apapa bu lewat sini aja" hilda kekeh.
"Ayo bu cepetan keburu selesai acaranya" hilda kembali menarik tangan syane.
"kenapa repot gini sih? kita kan bisa telpon orang dari ATV mereka bakal langsung menemui kita" usul syane.
"Ah sudahlah bu tanggung" kata hilda seraya berjalan sambil terus menarik tangan bosnya.
Akhirnya sampai.
"Katanya kalau lewat belakang gedung kita bisa langsung kedepan panggung tapi aku rasa ini bagian belakang panggung" protes syane.
"Iya bu maaf aku pikir bakal langsung kedepan" ucap hilda para crew yang melihat kedatangan syane mereka dengan segera menghampiri dan mengajak syane kemudian memberikan tempat duduk yang nyaman untuk bosnya tersebut.
"Hahh kamu ini bikin repot aja" syane kesal lalu ia mengikuti salah satu crew yang mengajaknya dan memberikan tempat untuk syane..
Syane kesal karna sebelum menuju ke tempat konser sempat kesana kemari dulu hingga akhirnya memakan waktu, malam terasa semakin larut syane melihat jam di tangannya yang meunujukan pukul setengah dua belas malam.
"Sebentar lagi acaranya selesai mendingan kita balik!" Tukas syane.
"Tanggung bu kita udah ada disini" kata hilda.
Disana syane melihat dan mendengar sorak soray para penonton yang tengah menyaksikan para idolanya disana kebetulan yang tengah bernyanyi salah satu grup band asal korea yang tengah booming, terlihat juga beberapa artis yang datang mereka memberikan salam dengan membungkukan kepala pada syane seraya tersenyum.
Setelah agak lama duduk di tempat yang di sediakan untuk nya tiba-tiba setelah salah satu penyanyi mengakhiri lagunya syane mendengar dua host yang juga seorang artis menceritakan sebuah kisah hidup anak perempuan.
Sebuah kisah seorang anak perempuan yang kisahnya mirip dengan syane dan rupanya bukan mirip tapi memang syane yang sedang mereka ceritakan syane memajukan tubuh dari duduknya agak tegak setelah melihat photo dirinya terlihat di semua layar besar yang terpasang di sana, semua kisah syane di bongkar di sana termasuk hubungannya dengan minho semua penonton yang hadir terdiam saat mendengar kisah syane tak sedikit dari mereka yang mengagumi syane lalu kembali para penonton bersorak setelah melihat photo dan vidio minho saat bersama syane diputar ditengah host menceritakan kisah syane dan minho, para host bercerita dengan penuh kekaguman terhadap orang yang tengah di cerita kan kisahnya tanpa tau apa yang rasakan syane saat kisahnya menjadi seolah sebuah dongeng.
Syane mulai tegang ia berdiri lalu beranjak dari tempat duduk dan pergi kebelakang panggung meminta semua pihak penyelenggara untuk berkumpul dan menemuinya, ketika melihat sang kekasih yang kini tengah membuatnya cemas di umbar di layar, sedangkan silla sama sekali tak lagi terlihat muncul menemui syane.
"Hentikan semuanya! matikan layarnya!" Teriak syane, ia terlihat marah pada tim penyelenggara acara, terdengar dari nada suaranya yang sangat tinggi padahal selama ini syane tidak pernah semarah itu pada siapapun sekesal-kesalnya syane ia masih bisa bijak ketika berbicara. "Apapaan ini? apa yang kalian lakukan? Yang kalian ceritakan itu kalian pikir lalucon? saya sama minho berhubungan kalian pikir itu jadi kebanggaan? Oke saya sangat bangga dengan pujian kalian tentang hidup saya, tapi kalian tau ini cacian buat minho dia aktor terkenal yang sudah mendunia dia akan merasa dirinya di permalukan disini! Apa lagi kalian membuat acara seperti ini untuk apa? Untuk ini? Untuk menghancurkan popularitas minho? Saya minta matikan semua layarnya matika sekarang juga!" Seru syane tak ada yang berani amgkat bicara semua terdiam termasuk host yang tengah bercerita langsung menyudahi ceritanya dan menghentikan acara sejenak setelahvmendengar arahan dari earpond yang di pasang di telinganya semua layar dimatikan, semua bertanya-tanya dengan apa yang terjadi? tak lama syane naik ke atas panggung untuk mengkonfirmasi semuanya.
"Saya syane tiara andrayan yang berada dalam cerita tersebut, saya mau minta maaf atas ketidak nyamaan kalian semua, tapi ini di luar sepengetahuan saya, saya berdiri disini hanya ingin mengkonfirmasi cerita yang sebenarnya saya memang tengah dekat dengan minho tapi...." syane menghentikan ucapannya ketika mendengar seseorang bernyanyi di belakang panggung, layar kembali menyala dan wajah sang kekasih yakni seorang minho tengah duduk di sebuah kursi dengan memegang sebuah mic.
🎶You wana be my girlfreand..........🎵minho bernyanyi dengan santainya seraya tersenyum terdengar semua penonton berteriak kembali saat wajah minho di layar yang kini tengah beranjak dari duduknya dan berjalan.
Syane diam mematung melihat minho ada di layar ia merasa tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Minho muncul dari arah belakang syane, ia terlihat begitu tampan dengan senyuman mengembang dari bibirnya syane yang sudah beberapa hari menangisinya karna tak mendapat kabar dari minho ia berlari dan berhambur memeluk minho.
"Kamu kemana saja?" Tanya syane seraya menangis dalam pelukan minho.
"Hahahahahahahahah" minho tertawa sambil memeluk syane lalu mencium pucuk kepala syane yang juga ia rindukan setelah beberapa hari sengaja mengabaikan syane.
"Maafkan aku" ucap minho ia menarik bahu syane dari pelukannya, kemudian memandang wajah cantik kekasihnya yang tengah berlinang air mata minho mengusap air mata yang semakin membasahi pipi sang kekasih dan sesekali tertawa kecil.
Tiba-tiba terdengar juga suara nyanyian ulang tahun yang sengaja di nyanyikan para artis.
🎶happybird day to you.....🎵 semua menyanyikan lagu ulang tahun untuk syane terlihat silla membawa kue untuk syane dan juga gaun yang di pasang pada sebuah manekin gaun yang di ambil silla dari butik saat perjalanan menuju studio bersama syane syane tak pernah terpikir kalau itu gaun untuknya
Syane di minta menganti pakaian dengan gaun tersebut kemudian syane pergi keruang ganti dengan di antar beberapa orang kepercayaannya.
To Be Continue