Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
BAB 27



Syane nampak begitu cantik setelah kembali kedepan dengan mengenakan gaun yang di pesan minho khusus untuk nya penonton yang hadir nampak terharu dengan yang mereka saksikan malam itu apa lagi saat itu bukan hanya acara ulang tahun tapi juga minho melamar syane untuk menjadi istrinya dengan memberikan sebuah cincin berlian yang sangat mewah.


"Sayang apa kamu mau menjadi istriku dan mendampingi hidupku sampai akhir hayatku?" Ucap minho dengan membukuk di hadapan syane.


"Tapi sayang kita__" kata syane.


"Aku sudah menjadi seorang muslim" kata minho seolah tau apa yang akan di katakan kekasihnya.


"Apa? Kapan?" Syane seolah tak percaya dengan apa yang di katakan minho.


"Enam bulan yang lalu" jawab minho.


"Kenapa aku baru di beritahu?" Kata syane.


"Karna aku mau kamu tau setelah aku benar-benar menjadi muslim yang sebenar-benarnya" ujar minho.


Syane memeluk minho dan mencium minho di hadapan semua orang seraya berkata.


"Terima kasih sayang, terima kasih, terima kasih karna kamu memilihku untuk menjadi istrimu terima kasih aku mau menjadi istrimu" kata syane dengan penuh kebahagiaan.


Minho memasangkan cicin di jari manis syane tanda bahwa lamarannya di terima.


pengakuan minho bahwa dirinya telah menjadi seorang muslim membuat gempar para penonton yang hadir semua berteriak bahkan ada yang menangis mendengar pengakuan minho, sampai seperti itukah perjuangan minho untuk seorang syane sampai rela mengorbankan segalanya?.


Tak sedikit hujatan demi hujatan buruk yang di lontarkan para netizen datang bertubi-tubi khususnya dari non muslim dari berbagai negara yang menjadi pansnya minho mereka seolah tak Terima kalau idolanya pindah agama  akan tetapi tidak membat mereka gentar dalam menjalin hubungan di antara keduanya, karna masih banyak juga yang mendukung dan berkomentar fositiv pada mereka berdua yang semakin memantapkan langkah untuk sampai ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.


Dan akhirnya dua bulan kemudian agence minho mengabarkan bahwa mereka akan acara  pernikahan.


Akad pernikahannya adakan di sebuah masjid besar di indonesia sedangkan acara resepsinya mereka adakan di sebuah hotel berbintang.


Peraayaan pernikahan yang begitu mewah tak hanya di adakan di indo tapi juga di korea terlihat beberapa tamu undangan dari mulai pengusaha, pejabat, aktor, aktris dan juga beberapa kepala negara dari berbagai negri hadir di sana tak hanya itu syane juga mengundang anak yatim dan kaum duapa untuk hadir, tak lepas anak-anak dari rumah asuhan yang ia dirikan, acara resepsi pernikahan syane tak henti-hentinya di siarkan di televisi bahkan ATV menyiarkan nya secara LIVE.


Syane nampak sangat cantik ia mengenakan gaun perpaduan warna gold dan putih dengan berbagai aksen di tepuan gaun tersebut gaun yang mewah dan elegant beberapa hiasan di kepala semakin menambah kecantikan syane yang memang sudah terlihat cantik dari lahir dan mungkin tidak ada pengantin yang cantik di dunia ini selain syane bak prences dari negri dongeng namun ini bukan dongeng akan tetapi kisah syane tiara andaryan sang pengantin milik pangeran dari negri ginseng.


Tak hanya sang pengantin yang terlihat menawan tapi juga orang-orang tetdekat syane dan juga minho salah satunya nenek alma ia terlihat sangat cantik di usianya yang mencapai setengah abad, saat menghadiri penikahan cucu kesayangannya ia terlihat begitu glamours namun tetap berwibawa.


Selain nenek alma hadir juga orang tua minho dan kakak perempuan minho yang detang bersama suami dan anak-anaknya merek yang datang dari beberapa hari lalu dan sengaja menginap di hotel, pada hari itu mereka terlihat begitu berbeda dengan riasan yang sengaja di poleskan spesial hari kebahagian syane dan minho.


Di kamar hotel yang sengaja di hias sedemikian rupa untuk pengantin baru, minho melihat syane yang duduk di tepi kasur tengah fokus pada layar ponsel dan belum membuka gaun pengantinnnya minho menghampiri syane dengan tersenyum.


"Sayang kamu cape?" kata minho, syane menganggkat kepalanya melihat ke arah minho yang sudah sah menjadi suaminya secara agama maupun darigama syane berdiri dan memeluk minho dengan erat.


"Sayang terima kasih kamu sudah menjadikan aku ratumu malam ini aku sangat bahagia saat aku berada di samping kamu sebagai pasangan pengantin aku sangat bahagia" ucap syane dalam pelukan minho.


Minho mencium pucuk kepala syane.


"Aku juga sayang, aku bahagia menjadi pendampingmu akhirnya aku menjadi imammu" ujar minho.


Minho mencium bibir syane, syane membalas ciuman tersebut setelah beberapa menit akhirnya mereka melepas ciumannya.


"Aku mandi dulu ya!" kata syane.


"Nanti saja sayang, setelah kita menghabiskan malam ini" minho mempreteli satu persatu hiasan yang menempel di kepala syane dan juga membuka ikatan rambut syane hingga membuatnya tergerai begitu saja, minho beralih ke belakang tubuh syane untuk membuka resleting gaun yang di kenakan wanita yang kini telah sah jadi istrinya.


Malam pun berlalu dengan penuh kemesraan dan ke hangatan setelah pergulatan di atas kasur sebagai sepasang suami istri yang baru menikah beberapa jam lalu membuat nafsu birahi di antara mereka tak dapat di bendung hingga akhirnya minho puas dan terkulai di di atas tubuh sang istri minho mencium singkat bibir syane lalu turun ke samping syane yang tak mengenakan sehelai benang pun saat syane hendak mengubah posisi tidurnya syane tiba-tiba merintih kesakitan merasa ada yang terasa perih dan berdenyut di bagian intim nya.


"Awww" rintih syane.


"Kenapa sayang? sakit?" Tanya minho yang terlihat khawatir saat mendengar istrinya merintih.


"Sakit" syane memegang bagian tengah tubuhnya.


"Maafkan aku sayang" ucap minho.


"Kenapa minta maaf? Gak ada salah sayang!" Ujar syane.


"Terima kasih kamu sudah menjaga ke hormatanmu untuk ku" kata minho sambil mendekap syane, syane tersenyum lalu mencium bibir minho kemudian memeluk tubuh minho yang juga tak mengenakan apapa selain selimut yang mereka kenakan bersama tubuh mereka yang saling tak nengenakan pakaian menempel pada satu sama lain hingga akhirnya mereka berdua pun tertidur lelap sampai lupa kalau tubuh mereka belum di basuh.


Adzan subuh terdengar berkumandang syane yang tengaj dalam pelukan suaminya merasakan ada sensasi aneh yang biasanya ketika bangun syane hanya memeluk guling tapi kali ini syane merasakan sesuatu yang bernyawa mendekap tubuhnya syane membuka mata syane melihat jelas wajah pria yang telah menjadi suaminya tersenyum padanya, rupanya minho sudah bangun lebig dulu minho memandang wajah cantik istrinya dalam ke adaan tidur minho tak henti-hentinya bersyukur karna telah menjadikan dirinya sebagai suami dari wanita disisinya kini,  wanita yang begitu ia cintai setengah mati.


To Be Continue