
Prolog
Kehebatan cinta mampu merubah segalanya, cinta akan selalu menjadi topik utama dalam setiap hubungan entah itu cinta antara kekasih, sahabat, ataupun hubungan darah.
Cinta juga begitu indah keindahan cinta mengalahkan segalanya, ketika kesuraman menyelimuti diri seseorang dengan hadirnya cinta kesuramanpun berubah menjadi berwarna.
Syane tiara andrayan seorang gadis cantik berasal dari keluarga terhormat hidup terbiasa mandiri semenjak di tinggal sang ibu syane di urus oleh ayahnya bernama surya andrayan dan juga kakaknya bernama wisnu andrayan.
Syane tergolong manja mengingat di keluarganya hanya dia perempuan satu-satunya ayah enggan menikah lagi setelah di tinggal sang istri tercinta karna kecelakaan yang di alaminya beberapa tahun lalu.
Syane di tinggal sang ibu saat usia 13 tahun sedangkan wisnu saat itu berusia 20 tahun karna usia syane dengan sang kakak terpaut 8 tahun wisnu sangat menyayangi adiknya setiap ia berhubungan dengan seorang wanita wisnu akan melalui persetujuan syane padahal syane sendiri tidak pernah melarang kakanya menjalin kasih dengan siapapun selama wisnu merasa bahagia.
Syane kini telah menjelma menjadi seorang pemgusaha wanita muda yang sukses di segala bidang, usaha yang di jalani syane beragam namun ia mampu menguasainya.
Syane lulusan terbaik di fakultas bisnis dan management di oxford amerika, syane terbilang siswa jenius kepintarannya dalam bisnis tak mampu di tandingi oleh pesaing bisnisnya.
Beberapa hari lalu syane mendapat undangan pernikahan dari salah satu temannya di turky meski syane terbilang wanita sibuk syane berusaha memenuhi undangan tersebut.
Dua hari sebelum pernikahan sahabatnya di langsungkan syane sudah berada di turky selain menghadiri undangan sahabatnya syane juga di minta sang ayah untuk meninjau perusahaannya di sana.
Syane cukup paseh berbahasa negara tersebut karna ia pernah tinggal di turky saat neneknya masih ada.
Sepulang melakukan peninjauan perusahaan ayah nya syane mampir kesuatu tempat untuk mengisi perutnya yang sudah kelaparan.
Syane duduk di kursi salah satu restoran mewah di istanbul syane terlihat begitu cantik dengan tinggi dan berat badan yang ideal dengan kulit putih mulus, hidung mancung, bibir merah muda ketika tersenyum gigi putih dan berjajar rapi membuat senyumnya semakin manis dan menambah kecantikannya yang mampu menghipnotis setiap mata yang memandang hingga membuat mereka jatuh cinta.
Seperti saat ini seorang pria salah satu pengunjung restoran yang syane singgahi terpana melihat kecantikan syane keberadaannya di sana bagaikan salah satu bintang yang paling bersinar di antara yang lain.
Minho seorang aktor korea tampan yang memiliki tubuh tinggi berkulit putih berpenampilan menarik dengan hidung mancung memiliki bibir yang menjadi idaman para wanita minho aktor yang berkharisma datang ke turky untuk kunjungan kerja sebagai brand ambasador sebuah pakaian ternama salah satu label di turky.
Minho yang di temani manager dan juga asisten pribadinya di restoran tersebut ia memperhatikan kedatangan seorang gadis cantik, minho begitu mengagumi gadis yang duduk di depannya hanya terhalang satu meja dari arah tempat sang aktor duduk, minho mengarahkan kamera ponselnya untuk mengambil vidio yang tak lain ialah syane.
Syane tak menyadari bahwa dirinya tengah di kagumi seorang aktor yang terkenal bukan hanya di korea tapi juga beberapa negara, syane fokus pada layar laptop di depannya ia terlihat begitu sibuk tak hanya layar laptopnya syane juga sesekali mengangkat panggilan telpon yang masuk ka ponselnya terakhir syane mengangkat panggilan telpon tiba-tiba pandangan syane menabrak pandangan minho di depannya.
Pandangan dua pasang mata mulai saling menatap minho tersenyum seraya terus menatap syane, syane membalas senyum minho yang di tujukan padanya setelah ia melihat ke arah kiri kanannya memastikan bahwa memang tidak ada yang di berikan senyum oleh minho selain dirinya, syane sama sekali tidak menganali minho yang seorang aktor korea karna memang syane bukan penggemar drama korea yang banyak di gandrungi para anak muda, syane lebih menyukai film holywood di banding drama korea.
Syane kembali melakukan obrolan dengan orang di balik sambungan ponselnya.
"Cantik!" Ucap minho keluar begitu saja dari mulutnya.
"Kenapa tuan" tanya sang manager.
"Dia sangat cantik" ujar minho lagi.
"Siapa?" Sang manager penasaran.
"Dia" syane menunjuk syane dengan pandanganya syane yang kini di hampiri dua orang temannya minho melihat syane yang begitu ceria ia terlihat hamble pada semua temannya ke ramahan yang di tunjukan syane dengan memberikan senyum pada orang didekatnya membuat minho jatuh cinta pada pandangan pertama, sesekali syane tertawa lepas berbicara dengan menggunakan bahasa negara yang di singgahinya.
Selesai makan syane bersama temannya pergi meninggalkan restoran sebelum pergi syane sempat menoleh ke arah minho yang juga tengah memandanginya sambil menyandarkan bahhnya pada kursi "tampan" cetus syane dalam hati. Kemudian ia pun pergi.
Setelah merasa perutnya terisi minho kembali ke hotel begitu juga syane, syane menyewa hotel mewah dengan pekarangan yang luas hotel bernuansa alam berada tepat di dekat parairan istanbul.
Sore hari di hotel
Minho melihat seorang gadis cantik tengah duduk di kursi pelataran hotel yang sengaja di sedikan pihak hotel hanya untul sekedar bersantai.
Gadis cantik yang sama yang ia temui di restoran tadi siang, minho mengerutkan alisnya ia diam sejenak dia berpikir apa dia gadis yang sama? Pikir Minho, kemudian ia membuka ponselnya lalu memutar vidio yang di ambil saat di restoran, dan ternyata benar gadis tersebut adalah gadis yang sama saat di restoran, minho menarik kursi di dekat tempatnya berdiri lalu mendudukinya, kembali minho diam-diam merekam vidio saat sang gadis pokus dengan layar ponsel di tangannya, minho menarik kedua sudut bibirnya tersenyum menyeringai setelah berhasil mengambil vidio gadis bernama syane.
"Tuan rupanya di sini saya mencari anda" kata sang manager.
"Ada apa?" Tanya minho.
"Ada yang ingin bertemu dengan anda" ujar sang manager
"Ya baiklah ayok!" Minho mengurungkan niatnya untuk menghampiri syane ada rasa kecewa mengingat itu adalah kesempatan minho untuk mendekati syane.
Syane mendengar suara ada yang memanggil seseorang ia pun refleks menoleh ke arah minho kini giliran syane yang mengerutkan dahi ia merasa kenal dengan sosok pria yang sempat menolehnya sejenak sebelum akhirnya pergi.
"Dia itu kan?" Syane masih ingat siapa pria tampan tersebut pria yang ia temui di restoran. "Apa dia menginap disini juga?" Syane berusaha menebak pada dirinya sendiri. "Ah sudahlah, mau dia nginep disini atau nggak itu bukan urusanku" racau syane kemudian syane berdiri dan pergi dari tempatnya bersantai.
Malam harinya syane bersiap untuk menghadiri ajakan temannya ke sebuah event pameran pakaian dengan brand brand terkenal sampai di gedung tempat di adakan para model berjalan di atas catwalk memamerkan pakaian yang mereka kenakan rupanya seorang aktor pun hadir di sana karna memang minho di udang kesana untuk menjadi salah satu model brand ambasador ternama di turky, minho duduk di paling depan dengan gaya casual ia mengenakan pakaian yang di rancang khusus untuknya, sebagai contoh pakaian yang bakal banyak di minati para kalangan jutawan meski minho tidak tampil di atas catwalk akan tetapi dengan memakai pakaian yang di kenakannya akan menjadi pusat perhatian.
Minho menjadi pusat perhatian beberapa kamera mengarah padanya penampilan seorang aktor korea yang di kagumi banyak kalangan dengan mengenakan pakaian bergaya modern minho terlihat begitu gagah dan penuh karisma.
Namun di saat dirinya menjadi pusat perhatian di tengah riuhnya orang yang berkunjung ke sana justru yang menjadi perhatian minho adalah seorang gadis cantik yang lagi lagi ia lihat, tiga kali dalam sehari ini melihat gadis tersebut sang gadis yang tengah ngobrol bercanda ria dengan temannya menjadi pusat perhatian minho tidak ada yang manarik untuknya selain gadis di depannya.
Syane tiara andrayan rupanya mendapat pengagum rahasia tak tanggung-tanggung pengagum rahasianya seorang aktor yang mendunia.
Senyum dan tawa minho membuat jantung minho berdebar kencang, minho mengagumi gadis turky pikirnya karna syane selalu ngobrol dengan temannya menggunakan bahasa turky.
Selesai acara minho kembali ke hotel untuk istirahat.
Pagi menyapa matahari pagi mulai menyemangati tubuh setiap insan pagi itu dengan ke hangatan matahari yang baru muncil di upuk timur membuat tubuh terelaksasi.
Rencananya hari ini minho akan kembali ke korea karna urusannya sudah selesai sedangkan syane ia masih satu hari lagi mengingat hari ini adalah hari di mana yang menjadi tujuannya datang ke turky yaitu menghadiri pernikahan sahabatnya.
Sebelum pulang minho berjalan-jalan di tepi pantai minho melihat anak kecil berlarian menggiring bola dengan kakinya minho diam sejenak ketika melihat di antara anak yang tengah bermain bola ia melihat seorang gadis hadir pada pagi itu gadis yang sama yang selalu ia temui selama di turky.
Minho melihat dengan gesitnya sang gadis bermain bola tak mau kalah dengan beberapa anak pria yang bermain dengannya syane yang mengenakan kaos putih yang di padukan dengan celana pendek bewarna senada menambah kecantikan syane yang terlihat benar-benar natural.
Syane terus menggiring bola hingga masuk ke gawang yang di buat dengan sendal yang mereka, syane loncat kegirangan karna bola berhasil ia masukan ke gawang kemudian syane kembali menggiring bolanya kemudian menendangnya syane mengikuti arah bola sampai akhirnya syane menabrak tubuh minho yang berdiri menatapnya syane hampir terjengkang namun dengan segera minho menangkap tubuh syane.
"Maaf" kata syane dengan menggunakan bahasa turky tak ada jawaban dari minho karna memang minho sama sekali tidak mengerti bahasa yang di ucapkan syane.
Melihat minho hanya diam syane kembali menatap minho dan kembali meminta maaf. "Maaf aku tidak sengaja" masih dengan bahasa turky, minho semakin tidak mengerti ia hanya tersenyum menanggapi ucapan syane. "Apa orang ini budeg atau tidak mengerti bahasa ku?" Ucap syane dalam hati dengan mata masih memandang syane. "Dia inikan pria tampan itu kenapa dia selalu muncul, ah bodo amat lah" gerutu syane dalam hati, kemudian syane meninggalkan minho ia berlari kembali dengan anak-anak untuk bergabung bermain bola.
Sepeninggal syane minho tertawa kecil sambil menggaruk kening yang tak gatal ia merasa lucu sendiri mengingat gadis itu baru saja menatapnya bahkan minho menyentuhnya karna hampir terjengkang setelah menabrak tubuhnya tapi malah dia membiarkan gadis itu pergi begitu saja hanya karna bahasanya yang tidak ia pahami lagi-lagi minho memvidio syane yang tengah bermain bola, setelah merasa puas minho pergi dari tempat itu karna ia harus kembali ke korea.
Minho cekout dari hotel pada siang hari sampai di loby hotel minho berpapasan dengan syane yang baru pulang bermain bola terlihat dari pakaian syane yang belum ganti.
Minho menatap syane minho tersenyum saat syane hampir melewatinya seraya sedukit menurukan kaca mata hitam yang di kenakannya dengan ujung telunjuk.
Syane membalasa senyum minho, syane menyatukan tangannya ke belakang bokongnya syane menatap minho.
"Thank you" menekan kan ucapan pada minho dengan isyarat bibir tanpa mengeluarkan suara saat berada tepat di samping minho.
"You're welcome" minho membalas ucapan syane yang juga tanpa mengeluarkan suara.
Minho tersenyum ia memandang syane yang berlari kecil menuju koridor hotel.
To Be Continue