Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
BAB 1



Sebutir cinta seutas kasih seuntai rasa yang begitu nyata, terasa namun tak dapat di genggam bagai segumpal air, dua rasa saling menyatu melahirkan secarik cinta yang begitu dalam.


Tak ada kata yang paling indah selain kata cinta ketika mengagumi sang pangeran atau raja di atas raja dan tahta tertinggi di hati sang pemilik cinta sejati.


Syane seorang gadis yatim piatu yang di ajarkan bagaimana agar mampu menghadapi dunia dan menjadi wanita terhormat tanpa harus menjajakan diri yang akan menjadi hina di mata dunia, sejak kecil ia di ajarkan agar mampu berdiri di atas kakinya sendiri meski harus menahan beban berat.


Di warisi hal yang paling berharga yaitu sebuah petuah atau nasehat yang bijak yang mampu di pahaminya dan akan menjadi motivasi untuk hidup kedepannya kelak.


Dengan bermodalkan dari sebuah stasiun televisi swasta peninggalan sang ayah gadis cantik berusia 25 tahun ini mampu membangun kerajaan bisnis sendiri, di usia yang sangat muda ia mampu menghadapi dunia dan bersaing di era globalisasi dunia.


Semenjak di tinggal orang tuanya syane tinggal bersama sang nenek di amerika dan kembali ke indonesia setelah mengantongi beberapa pengalamannya yang ia dapat di oxford tempatnya kuliah, dengan menyandang gelar S2 sebagai lulusan terbaik di fakultas bisnis dan management ia mulai memegang kendali atas perusahaan peninggalan ayahnya, syane yang baru berusia 25 tahun telah menjelma menjadi seorang pengusaha yang sangat hebat namun ada yang belum ia dapat kan yaitu sebuah cinta pangeran berkuda yang akan membawanya kekerajaan yang penuh haru biru akan cinta.


 ☆☆☆


Pagi yang cerah seperti biasa syane di sibukan dengan pekerjaannya yang menumpuk bergelut dengan beberapa berkas di meja kerjanya setiap hari, tak ada waktu untuknya memikirkan hal yang menurutnya tidak penting, mendapatkan cinta seorang pria buat dia hanya hal yang tabu dan menguras waktu, meski banyak pria datang dengan menawarkan madu cinta yang akan di persembahan untuknya namun syane tak pernah melirik apa yang di bawa setiap kumbang untuknya.


Yang di katakannya hanyalah bahwa ia hanya sekuntum bunga yang tak menginginkan sang kumbang yang akan membawanya ke dalam pikiran yang akan menambah beban dalam hidupnya cukuplah pekerjaan yang ia jalani saat ini yang akan menjadi beban pikirannya, tak ingin menambah beban pikiran dengan harus memiliki rasa yang beraneka tentang cinta.


Beberapa perusahaan miliki cukup membuatnya lelah namun sangat menyenangkan ketika mendapatkan hasil yang memuaskan, tak hanya di indonesia syane membangun perusahaannya di beberapa negara lain seperti saat ini syane sudah hampir tiga bulan ia berada di korea selatan mengurus bisnisnya di bidang properti.


Sebelum berangkat kerja syane di telpon oleh salah satu manager kantornya bahwa hari ini ia ada peninjauan ke lokasi pembangunan apartemen.


Ia pun bergegas ke lokasi peninjauan bersama asisten pribadinya yang tak lain sahabatnya sendiri yaitu silla, dan juga sekertarisnya hilda.


Sampai di lokasi syane di sambut dengan hormat oleh para pekerjanya, sangat terlihat jika ia bagitu di hargai sebagai seorang owner sekaligis juga CEO beberapa orang pekerja proyek dengan jabatan tinggi termasuk arsitek mengekor di belakang syane menyampaikan hasil dari pekerjaannya di lokasi? ia dengan fokus memperhatikan hasil kerja para pekerja proyeknya dengan mengarahkan apa yang ia inginkan dan mengubah apa yang tidak ia inginkan, setelah cukup memuaskan syane kembali.


Ketika hendak kembali di perjalanan mobil yang mereka naiki tiba-tiba berhenti.


"Ada apa?" Tanya syane pada sopir.


"Gak tau, kayanya mogok" jawab sang sopir seraya terus menyalakan mobilnya.


"Mogok? Kok bisa?" Syane kesal.


"Mungkin mobilnya sudah lama gak di cek" kata silla.


"Aduh... harusnya kalau udah tau ini mobil lama gak di cek jangan pakai mobil ini dong sia-siain waktu tau gak?" Tandas syane semakin kesal.


"Iya maaf" ujar sang sopir merasa bersalah.


"ya udah kamu telpon montir!" Seru syane pada silla.


"Tapi aku gak tau juga bengkel di sini di mana dan aku juga gak punya nomer montir disini masa ia aku telpon montir yang di jakarta?" celoteh silla.


"Iya telpon kalau bisa? biar dia datang kesini" tukas cetus syane semakin kesal


"Hillda kamu liat di internet, bengkel terdekat di sini!" saran syane pada sekeetaris nya.


Sementara menunggu syane menatap keluar jendela mobil, ia melihat di sampingnya ada pemandangan yang cukup indah dengan hamparan luas bunga canolayang berwarna kuning cerah syane pun turun dari mobil sementara menunggu hillda mencari informasi bengkel terdekat dengan tempatnya kini berada.


Syane berdiri dengan menyenderkan punggungnya pada kap mobil, ia tersenyum mengagumi apa yang dilihatnya.


Saat ia mengagumi hamparan luas bunga canola tiba-tiba pandangannya menabrak sebuah aktifitas beberapa orang yang tengah melakukan shooting di tengah hamparan luas tersebut.


Dengan jarak yang tak begitu jauh syane melihat seorang pria berwajah tampan tengah duduk di sebuah kursi yang di sediakan khusus aktor, syane memandangnya. "Tampan" batinnya, tak lagi hamparan bunga canola di hadapannya yang terlihat indah akan tetapi seorang pria yang berada di tengah bunga yang lebih membuatnya menarik kali ini, "apa-apaan? kenapa aku tertarik padanya? itu bukan kebiasaanku" meralat ucapannya yang meluncur begitu saja, tak di sangka pria yang ia kagumi pun menoleh ke arahnya dan anehnya lagi syane tak menolak tatapan pria tersebut ada apa? Hingga akhirnya syane di hampiri hillda.


"Bu saya sudah mendapatkan bengkel terdekat dari sini dan montirnya akan segera datang" kata hillda membuat syane sedikit kaget dengan kedatangan hilda.


"oke" syane kembali menoleh pria yang beberapa detik lalu ia lihat namun kini pria tersebut tengah melakoni adegannya "mungkin dia seorang aktor" pikir syane.


Hilda menoleh ke arah syane memandang.


"Disana kayanya sedang ada shooting ya bu?" Tanya hilda.


"Ya! mungkin" syane menggidikan bahunya.


"Wah itu kan minho bu, aktor korea yang terkenal itu, dia sudah mendunia loh bu" kata hillda setelah sang aktor yang tadi dilihat syane kembali terlihat.


"O ya?" kata syane dengan dingin.


"Iya bu, bu kita nggak kesana dulu?!" Ajak hillda.


"Ngapain?" Syane.


"Yaaa kita nonton shootingnya? ini momen langka loh bu" celoteh hillda.


"Kaya gak ada kerjaan!?" ucap syane lalu ia masuk kembali kedalam mobil saat sudah berada di mobil syane melihat beberapa orang berdatangan ke lokasi dimana di adakannya shooting, silla yang tengah sibuk dengan layar ponselnya ia pun bertanya.


"Syan ada apa sih?" Tanya silla, jika sedang berdua silla memangil syane dengan sebutan nama berbeda lagi jika di depan karyawan lainnya.


"Ada apa apanya?" Tanya syane seraya mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.


"Itu orang-orang pada kesana?" Silla penasaran.


"Mau liat shoting kali" ujar syane santai.


"Shooting?" silla mengerutkan kedua alisnya.


"Iya shoting, di sana lagi ada shooting kata hilda aktornya sudah mendunia" tutur syane dengan pandangan fokus pada layar ponsel yang ia pegang.


"O ya pantesan dia betah berdiri di sana, aku juga mau liat" silla keluar dari mobil menghampiri hillda.


To Be Continue