
Di tempat lain.
Seoramg minho sang aktor korea yamg sudah mendunia baru selesai dengan pekerjaannya ia melihat jam di tangannya menunujukan pukul sepuluh malam, minho ingat kalau malam ini keluarganya tengah makan malam bersama syane gadis yang beberapa minggu ini ia kagumi.
selesai shooting minho bergegas untuk pulang kerumah yang di tinggali keluarganya di gangnam min ho berharap kalau acara makan malam nya belum selesai agar ia bisa bertemu dengan syane, beberapa menit kemudian min ho akhirnya sampai di rumah keluarganya min ho melihat sedan hitam terparkir di area rumahnya min ho dengan segera masuk ke rumah sampai di ruang tamu min ho melihat syane yang masih mengobrol dengan keluarganya dan terlihat sangat akrab.
"Min ho kamu pulang?" Kata yoon yang lebih dulu melihat kedatangan sang adik.
Minho tak menjawab ia menatap syane yang tersenyum padanya syane tidak menyangka kalau dia akan di pertemukan dengan min ho.
"Haii" kata min ho seraya mengulurkan tangan untuk menyalami syane.
"Baru pulang?" Kata syane dengan gugup sambil meraih uluran tangan syane.
"Iya, sudah lama?" min ho menanyakan keberadaan syane di rumahnya.
"Sudah dari tadi, sepertinya sudah sangat malam kita harus pamit pulang" kata syane.
"Kenapa pulang padahal anda bisa menginap di sini dari sini ke seoul lumayan jauh" kata yoon
"Menginap? Terima kasih mungkin lain kali sekali lagi terima kasih atas jamuan makan malamnya" syane.
"Iya sama-sama, Tapi kita bisa bertemu lagi kan? Hye hoon.
"Tentu"
"Bagaimana kalau kita mengadakan liburan bersama" kata hilda.
"Liburan? Iya boleh juga" Yoon.
"Iya sekali-sekali lah nona CEO ini refresing untuk menghilangkan kejenuhan ya gak? anda mau kan?" Baok yun
"Mmmm ya boleh" Syane.
"Ide bagus gimana kalau weekand besok? Itu juga kalau anda gak sibuk" kata yoon.
"Weekand kita ada agenda gak?" Tanya syane pada hilda.
"Saya rasa nggak, kan ibu selalu menyuruh saya mengosongkan jadwal untuk sabtu minggu" jawab hilda.
"Kalau gitu berarti bisa ya?" Syane pada hilda.
"Bisa bu" hilda.
"Ya sudah boleh, tapi sekarang saya permisi pulang dulu sudah terlalu larut dan kasian juga sopir terlalu lama menunggu, sekali lagi terima kasih jamuannya makanannya enak" kata syane.
"Iya sama-sama, kalau begitu hati-hati di jalan" ucap nyonya hye hoon.
"Iya, terima kasih saya pamit dulu" ucap syane seraya beranjak dari tempat duduknya ia melirik min ho yang duduk di sebelah kakak iparnya, syane tersenyum pada min ho.
Min ho yang sengaja pulang ke rumah keluarganya merasa kecewa karna syane pulang lebih cepat menurutnya, sedangkan syane sendiri ia harus kembali pulang di saat baru saja bertemu min ho tapi syane juga gak mungkin lama-lama di rumah itu apa lagi malam sudah semakin larut.
Saat syane hendak masuk ke mobil dengan pintu yang sudah di bukakan oleh sopir yang sedari tadi menunggu bosnya untuk pulang.
Tiba-tiba min ho menarik tangan syane menghentika pergerakannya, syane kaget ketika tangannya di sentuh seseorang syane berbalik menoleh pada min ho syane menatapnya sedangkan yoon dan ibunya yang mengatar sampai teras hanya tersenyum melihat min ho.
"Biar aku antar pulang" tawar min ho.
"Gak apapa aku sama sopir" kata syane.
"Iya aku tau tapi ijinkan aku mengantarmu pulang" kembali min ho menawarkan diri.
"Tapi hilda?"
"Biar mengikuti mobilku di belakang" syane tidak bisa berkata-kata lagi, jika menolak syane merasa tidak enak syane tersenyum lalu min ho menarik tangan syane.
"Sebentar" syane berhenti sejenak lalu membungkuk pada hilda yang sudah berada di dalam mobil.
"Hilda kamu gak apapa kan kalau aku pulang sama min ho?" Syane.
"Gak apapa bu" ujar hilda.
"Ya sudah kalau gitu aku sama min ho ya"
"Iya bu, sukses ya bu" ucap hilda.
"Sukses???" Syane.
"Ah sudah lah bu ayok berangkat kasian dia sudah menunggu!" Kata hilda seraya menunjuk minho dengan memonyongkan bibirnya.
Min ho mengajak syane ke mobil yang biasa di gunakan min ho, min ho membuka kan pintu untuk syane.
Di perjalanan pulang.
Min ho fokus pada jalanan di depannya sejenak tak ada obrolan di antara mereka hanya keheningan yang tercipta hingga akhirnya min ho bertanya.
"Bagaimana makan malamnya?" Tanya min ho.
"Makan malamnya? Sangat memuaskan makanannya juga enak, penyambutan keluarga lee sangat baik aku suka" jawab syane, mendengar min ho berkata jantung syane berdebar, suara yang selama ini selalu ingin ia dengar menurut syane suara min ho sangat khas apa lagi saat min ho bernyanyi suaranya terdengar sangat merdu membuat setiap bulu di tubuhnya merinding, dan kini pria yang selalu ia kagumi berada satu mobil bersamanya.
"Kamu sudah berapa lama tinggal di korea?" Tanya min ho.
"satu tahun lebih" jawab syane.
"Oh iya aku mau minta maaf! waktu itu aku gak tau kalau kamu seorang CEO dari ATV" ucap min ho.
"Kenapa minta maaf?" Syane.
"Ya karna aku sudah lancang mengajakmu ke depan saat aku perform" minho.
"Gak apapa, lagi pula itu sudah lama aku juga sudah lupa" syane.
"Aku kagum sama kamu masih muda, cantik sukses"
"keluarga kamu juga bilang kaya gitu, aku beneran gak tau kalau kamu salah satu bagian dari kelurga yang mengajak aku makan malam" kta syane.
"O ya?"
"Iya"
"Aku pikir kamu sudah tau"
"Nggak"
"Iya apa?" Saat min ho hendak mengucapkan pertanyaannya ponsel syane berdering syane merogoh ponsel nya yang ia simpan di dalam tas.
Syane melihat nama yu jin yang melakukan panggilan syane melirik min ho.
"boleh aku mengangkat" kata syane pada min ho seraya mengacungkan ponselnya.
"Iya silahkan!" Ujar min ho.
"Ya hallo" kata syane pada yu jin di balik sambungan.
"Kamu dimana?" tanya yu jin.
"Aku lagi di laur ada apa?"
"Pantes aku ke apartemen kamu gak ada"
"Untuk apa? ini sudah malam"
"Aku gak apapa aku cuman kangen sama kamu"
"Udah lah sudah malam"
"Kamu sama siapa?"
"Hilda"
"Oh oke "
"Udah dulu aku lagi di jalan" syane memutus sambungan telponnya dan kembali memasukan ponselnya kedalam tas.
"Apa? tadi mau tanya apa?" Tanya syane pada min ho.
"Hahh apa ya? aku lupa" jawab Min ho sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Yahhh padahal aku mau denger pertanyaan kamu untuku" min ho melirik syane kemudian tersenyum. "Kalau gitu aku yang tanya boleh?" Syane.
"Iya silahkan mau tanya apa?"
Syanee membalikan badan menghadap min ho yang tengah fokus menyetir.
"Mmmm apa kamu sudah punya calon istri?" Pertanyaan syane membuat min ho kembali meliriknya.
"Calon istri? Gak ada" jawab min ho.
"Masa?" Min ho tersenyum ketika melihat wajah syane yang terlihat menggemaskan ketika bicara sambil memandang wajahnya.
"Hahahahahaha kenapa? Kamu gak percaya?"
"Iya nggak!, masa aktor setampan dan se sukses kamu gak punya pacar"
"Tampan? Kalau aku tampan kamu mau jadi pacar aku?"
"Hahh" syane kaget mendengar ucapan min ho yang se akan min ho tengah mengutarakan perasaannya.
"Sorry aku bercanda, aku lupa kalau kamu sudah punya yu jin" kata min ho.
"Yu jin?!"
"Sudah berapa lama kamu hubungan sama yu jin?"
"Aku sama yu jin!? aku kenal yu jin belum lama aku di kenalkan hye jin saat perusahaannya mau kerjasama dengan perusahaanku dia" tutur syane.
"Emmmh gitu?"
"Iya"
"Kenapa kita jadi membahas yu jin?"
"Hahahahaaa" min ho kembali tertawa.
Minho dan syane kali ini tampak lebih akrab ada banyak obrolan di antara mereka tak jarang senda gurau terdengar, suara tertawa syane dan min ho menghiasi kabin mobil yang tengah mereka naiki.
Tak lama sampai di kota seoul.
"Aku berhenti di aparteman the quin" kata syane.
"Kamu tinggal di sana?"
"Iya"
"Mmmm aku di lantai sembilan" kata min ho.
"Kamu juga tinggal di situ?"
"Iya"
"Tapi kok kita gak pernah ketemu ya"
"Gak banyak yang tau aku tinggal di situ"
"Oh iya, soalnya kalau banyak yang tau kamu gak bakal bisa tidur" kata syane.
"Kenapa?" Minho.
"Setiap waktu pasti kedatangan tamu yang minta photo yang minta tanda tangan yah macem-macem lah pokonya"
"Untung gak minta makan" kelakar min ho.
"Hahahahahaa" syane tertawa mendengar ucapan min ho.
"Kamu di lantai berapa?" Aku di lantai 12 unit 1.
"Oke nanti aku kesana" ucap minho.
"Untuk apa?" Syane.
"Untuk minta makan" minho
"Kamu bisa saja" syane.
akhirnya minho memarkirkan mobilnya di area basman apartemen, minho dan syane pun turun lalu berjalan bersama memasuki lift apartemen dan berpisah saat lift berhenti di lantai sembilan min ho keluar dari lift sedangkan lift kembali tertutup untuk mengantar syane ke lantai 12.