Minho'S Love Journey Syane

Minho'S Love Journey Syane
BAB 4



perasaan tak mungkin berbohong dengan apa yang di katakan hati, detakan jantung yang mulai terasa menandakan kalau seseorang mulai jatuh pada satu pilihan yang di rasakan perasaan hati, sekuntum bunga yang tumbuh dari setangkai cinta akan segera menjadi buah manis yang mampu manjadikan satu getaran yang istimewa.


♡♡♡


Perasaan apa yang di rasakan syane saat ini? apakah ini perasaan cinta pada sang aktor? Selesai acara tadi malam syane pulang dan langsung tidur paginya syane merasa masih mengantuk, karna hari itu hari libur syane yang masih di rumah lamanya di jakarta terlihat bermalas-malasan syane melihat matahari sudah mulai menebarkan cahayanya terasa hangat ketika cahaya matahari menerobos masuk kedalam kamar di sela jendela yang tidak tertutup rapat.


Syane melirik jam weker di atas nakas menunjukan pukul 08.10 pagi kemudian ia bangun dan pergi ke kamar mandi lalu membasuh muka, ia pikir karna hari libur jadi ia gak perlu repot mandi pagi-pagi.


Saat mengelap muka ponselnya berdering syane melihat nama lani di layar ponsel yang melakukan panggilan masuk, syane menggeser tombol navigasi di ponselnya untuk menjawab penggilan lani.


●syane●


"Hallo mba ada apa?"


Sapa syane pada lani di balik sambungan.


●lani●


"Syan kamu masih di jakarta?"


Tanya lani, lani sodara sepupu syane yang saat ini dia pun tinggal korea bersama suaminya yang kebetulan mertua lani juga pemilik salah satu agance perfilman dikorea.


●syane●


"Iya kenapa mba?"


●lani●


"Kapan balik ke korea lagi?"


●syane●


"Mungkin lusa, pekerjaanku belum selesai di sana jadi aku harus buru-buru balik, emang kenapa sih tiba-tiba mba nanyain kapan aku balik segala? ada apaan?"


●lani●


" jadi gini ada yang mau mba kenalin sama kamu"


●syane●


"Kenalin? Siapa?"


Syane mengerutkan alisnya syane berjalan ke arah ruang makan tanpa memutus obrolannya dengan lani.


●lani●


"Katanya dia mau bergabung dengan perusahaan kamu"


●syane●


"Di bidang apa"


●lani●


"properti"


●syane●


"Oh oke nanti kita ketemu, tapi mba masih di seoul kan?"


syane berjalan menuju meja makan dan mengambil buah apel yang tersedia dimeja, lalu meminum jus yang juga di sediakan pelayan untuknya syane melangkah lagi menuju sofa dekat ruang makan ia duduk santai di sofa tersebut.


●lani●


"Ya iya lah di seoul"


●syane●


"Oke kita ketemu di sana"


●lani●


"Oke syan kalau gitu, nanti kalau kamu udah balik kesini kasih tau!"


●syane●


"Iya"


●lani●


"Oke udah dulu ya, anak ku nangis mulu minta makan"


●syane●


"Hahahahaa kasih dong masa anaknya minta makan mba biarkan aja"


kelakar syane.


●lani●


"Bukan gitu dia minta makan tapi gak mau makanan di rumah dia mintanya suka aneh-aneh"


●syane●


"Ya udah mba ajak makan keluar, namanya juga anak kecil udah biasa merengek kaya gitu, ya udah mba urus dulu tuh anaknya, aku kangen sama anakmu mba "


●lani●


"Ya udah makanya main ketempat mba, kamu di korea sibuk mulu! heran, padahal hidup kamu gak ada tanggungan beban apapa harus nya kamu bebas gak usah capek-capek kaya sekarang, nikmati masa mudamu! cari kek pasangan hidup yang bisa mendampingi kamu di masa tua"


●syane●


"Ah mba kaya emak-emak ngomongnya, aku kerja membangun perusahaan dimana-dimana itu hoby bukan karna aku takut melarat"


lagi-lagi suara tangisan anaknya lani terdengar membuat lani terpaksa menyudahi percakapannya dengan syane.


●Lani●


"Syan nanti kita ngobrol lagi ya, anak ku rewel"


●syane●


"Oke"


sambungan pun terputus.


Syane ingat tatapan minho padanya begitu indah seorang pria yang banyak di sanjung para pansnya, malam itu justru membawa syane ke depan saat perform, momen yang sangat langka yang tak akan terlupakan.


Saat santai syane mendapat chat dari sila kalau dia gak bisa ikut kembali ke korea karna ayahnya tengah sakit keras sebenarnya sudah sejak lama silla tau tentang ke adaan ayahnya yang sakit keras tapi sila menahan diri untuk tidak pulang, syane pun mengijinkan sila untuk berada di indonasia dulu sampai ayahnya sembuh.


Kembali ke kore


Setelah tiga hari berada di indonsia syane kembali kekorea untuk menjalankan perusahaannya, setelah berada di korea esok nya syane kembali beraktifitas seperti biasa beberapa kesibukannya sudah menjadi makanan sehari-hari untuknya tanpa lelah dan mengeluh karna ia sendiri tidak tau harus mengeluh pada siapa mengingat kini dirinya tidak punya siapa-siapa lagi selain neneknya yang tinggal di amerika.


Beberapa perusahaan syane tersebar di beberapa negara dengan berbagai bidang, ia selalu merasa puas dengan pencapaiannya itulah yang membuatnya semangat ketika membangun perusahaan, seperti saat ini ia tengah berada di suatu tempat menghadiri undangan lani dan suaminya untuk memperkenalkan syane pada salah satu pengusaha asal korea yang mau bergabung dengan perusahaan syane, sang pengusaha yang masih muda dan tampan bernama choi yu jin.


choi yu jin seorang pangusaha muda yang masih single usianya 10 tahun lebih tua dia atas syane, syane sangat menyukai konsep dari perusahaannya menurut syane sangat menarik syane setuju menjalin bisnis dengannya.


hingga akhirnya hubungan bisnis pun terjalin


Se iring berjalannya waktu perushaannya maju dengan pesat jalinan bisnis dengan yu jin pun sangat baik bahkan syane semakin dekat dengan pengusaha muda itu.


Yu jin sangat mengagumi syane dan rupanya yu jin mulai bermain dengan perasaannya yujin menyukai syane hari ini yu jin mengajaknya diner di salah satu restoran mewah di jantung kota seoul.


Syane terlihat cantik seprti biasa riasannya terlihat natural tanpa banyak polesan make up  sangat cantik yu jin yang menjemputnya sangat terpukau melihat syane yang biasanya terlihat formal tapi kali ini terlihat santai dengan gaun di atas lutut berwarna kuning cerah membuat yu jin sebagai pria dewasa yang normal semakin menggebu ingin memiliki syane.


Syane pergi dengan yu jin mobil melaju membelah jalanan kota seoul hingga akhirnya sampai di sebuah restoran yang sudah di reservasi sebelumnya oleh yu jin.


Beberapa hidangan mewah tersaji di meja, pria diner bersama syane hal yang sangat langka karna selama ini syane tak pernah mau di ajak siapapun setiap ada ajakan untuknya syane selalu menolak apa lagi ajakan romantis untuk menyatakan cinta padanya.


"Syane kamu suka aku ajak kesini?" Tanya yu jin.


"Yaaa aku suka dengan restorannya penataannya sangat rapi" kata syane.


"Syan apa kamu sudah punya orang spesial di hati kamu?" Yu jin pada syane yang mulai menyantap makanan di depannya.


"Maksudnya" Syane mengernyitkan kedua alisnya, syane yang di berkahi otak yang pintar dia tau maksud dan arah pembicaraan yu jin.


"Maksudku kekasih"


"Kekasih?"


"Iya"


"Aku gak berniat" jawaban syane membuat yu jin ciut dengan apa yang akan di ungkapkannya malam ini.


"Kenapa?" Tanya yu jin.


"Gak apapa cuma aku gak pernah kepikiran aja soal itu"


Yu jin diam sejenak sebelum kembali bertanya pada syane.


"bagaimana kalau misalnya ada yang suka sama kamu?"


"Ya gak apapa itu hak nya dia aku gak bisa melarang orang itu untuk suka padaku" kata syane seraya memotong makanan di piring yang hendak ia makan, sebenarnya syane tau maksud dari ajakan yu jin padanya syane mau pergi diner dengannya hanya mengahargai yu jin sebagai rekan bisnisnya ia merasa tidak enak jika menolak, mendengar ucapan syane yu jin berpikir dua kali untuk menyatakan cinta padanya.


Di tengah obrolan mereka syane yang hampir selesai dengan santapannya saat mengusap bibirnya dengan tisu tak sengaja matanya di suguhkan dengan pemandangan yang sangat indah.


Seorang aktor berjalan di iringi para bodyguardnya memasuki ruang VIP restoran tempatnya diner, syane terdiam memandang sang aktor yang bernama minho tiba-tiba syane menarik kedua sudut bibirnya ia tersenyum manis namun minho sama sekali tidak melihat kehadiran syane di sana, melihat syane tersenyum yu jin menoleh ke arah pandangan syane.


"Kamu salah satu penggemarnya?" Pertanyaan yu jin membuyarkan pandangan syane.


"Hah? Siapa?"


"Apa kamu salah satu penggemarnya? Dia aktor cukup terkenal dulu aku punya teman wanita semua nya mengidolakan dia" kata yu jin.


"O ya?"


"Iya kalau kamu penggemarnya ayo kita temui dia"


"Apa? Nemuin dia?"


"Tapi gak usah kita yang kesana biar dia yang akan kesini menghampiri kita"


"Kok bisa"


"Kamu tunggu sebentar" yu jin mengeluarkan ponselnya lalu yu jin menelpon seseorang dengan menggunakan bahasa korea.


Setelah selesai menelpon terlihat minho menyapu ruangan restoran minho menoleh ke arah syane dan yu jin, yu jin melambaikan tangan padanya, minho tersenyun lalu beranjak dari kursi yang sudah di dudukinya minho menghampiri mereka.


"Kamu kenal dia?" Tanya syane.


"Dia teman sekolahku" jawab yu jin.


"Oya?" Syane.


"Iya cuman saat kuliah kami beda fakultas minho memilih jurusan perfilrm dan hasilnya ya sekarang dia jadi aktor terkenal yang sukses" mendengar perkataan yu jin syane tidak menyangka kalau dia kenal dengan minho untuk saat ini syane merasa dunia terasa sempit lagi-lagi syane di pertemukan dengan minho.


Minho menghampiri, ia terlihat keget melihat gadis yang sempat membuatnya susah tidur berada di restoran dengan sahabatnya, yu jin. Minho duduk tepat di sebelah syane.


"Apa kabar" kata yu jin dengan menggunakan bahasa korea syane tak terlalu mengerti dengan bahasanya karna selama di korea ia selalu menggunakan bahasa inggris bahkan ketika ngobrol dengan yu jin pun ia selalu berbahasa ingris.


Minho menatap syane melihat minho yang menatap syane, yu jin memperkenalkan syane pada minho .


"Kenalkan ini calon istriku syane" kata yu jin dengan bahasanya sedangkan syane tidak terlalu mengerti dengan apa yang di katakan yu jin pada minho.


...


...


Detak jantung minho seolah berhenti ketika yu jin memperkenalkan syane sebagai calon istrinya, minho yang sempat berharap untuk di pertemukan kembali dengan syane kini gadis itu ada di hadapannya dengan menyandang calon status sebagai calon istri sahabatnya membuat minho sangat kecewa, syane menyalami minho untuk memperkenalkan diri.


"Syane" ucap syane.


"Minho" balas minho.


"Syane ini dari indonsia" kata yu jin.


"Indonesia?"


"Iya, dia gak terlalu mengerti bahasa korea" ujar yu jin.


Syane yang terlihat cantik ia tersenyum pada minho, dalam hatinya tak henti-henti mengagumi minho yang begitu terlihat tampan.


"Ini orang cakep amat aku gak nyangka bisa ketemu dia di sini dan ternyata sahabat yu jin" gumam syane lagi dalam hati.


setelah berkenalan minho ngobrol sejenak tak ada percakapan yang berarti di antara syane dan minho yang ada hanya kekecewaan untuk di hati minho.