
~Lanjutan dari episode 08~
"Aigooo. Mentari itu cwe apa cwo sihh sebenarnya?" -ujar Langit menggeleng heran.
"Dari FTV-FTV yg gw tonton sih? Biasanya kalau cwek kena bola basket pasti dalam hitungan detik langsung pingsan. Lah ini malah ngajakin tanding kan aneh." - timpal Awan
"Itu namanya cwe strong. Lagian lu kebanyakan nonton FTV sih. Udah tau itu setingan doang" - ujar Galaxy sambil menepukan tangan ke pundak Awan.
Meskipun mereka tidak ada lagi yg bersuara karena kini pandangan mereka fokus ketengah lapangan yg dimana pertandinagn Asterodi dan Mentari vs Matahari dan Alam. Tak mau ketinggalan, Surya pun mendekat ketinggir lapangan agar bisa melihat jalanya pertandingan dengan jelas di hadapanya, ia ingin tahu seberapa hebat gadis pembuat onar yg kini sedang menghadang lawan yg sedang berusaha merebut bola darinya. Surya yakin bahawa gadis tersebut tak akan menang melawan Matahari dan Alam. Surya berfikir, Mentari hanya menyukai bola basket tampa mengetahui teknik-teknik permainan bola basket.
Sayangnya perkiraan Surya salah semua. Kini ia melihat Mentari berdiri dan melempar bola kedalam ring lawan. Setedetik kemudian ia membelakangi ring tersebut dan menghitung dengan jari serta mulutnya tampa bersuara. 1, 2, 3, Matahari dan Alam berdecak frustasi sedangkan Mentari dan Asteroid sudah berteriak ala-ala ketua suku dan berjoget-joget ria.
Melihat aksi konyol Mentari dan Asteroid di lapangan , membuat Surya tampa sadar tertawa kecil dan menggeleng-gelengkan kepala karna takjub. Tingkah laku Mentari memang berbeda dengan gadis-gadis lainnya, dan entah mengapa ia merasa ada magnet dari diri Mentari mulai menarik perasaan Surya.
Sesuai pertandingan dadakan Mentari ini. Kini Alam menyesal telah menerima pertandingan ini dengan sesuai perjanjian yg kalah akan mentelaktir baso bagi yg menang. Dan Surya harus membayar 3 mangkol baso Mang Ucup yg dimakan oleh Mentari dan Asteroid. Terkadang Alam heran dengan si Mentari. Mengapa tidak, porsi makan Mentari melebihi porsi makan seorang kuli. Tetapi tidak ada perubahan tubuh yg terdapat pada tubuh Mentari. Sebanyak apapun Mentari makan, tetap saja ia tidak terkena penyakit obesitas.
"Arghhh" \-suara sendawa Mentari.
Mentari mengusap perutnya yg kenyang karna telah menhabisi 2 mangkok baso mang Ucup baso traktiran dari Alam.
Mentari kesudut kantin menemuksn Surya yg sedang berkumpul dengan teman\-temanya. Tampa berkata apapun, Mentari berdiri dan berjalan menghampiri Surya.
"WOYYY YONOO!!" \-teriak Mentari sambil memukul bahu Surya.
"Lu pasti melihat aksi gw kan tadi? Gimana\-gimana? Keren gak keren gak? Kece gak?" \- tanyanya sambil menautkan alisnya.
Sebelum Surya menjawab Mentari langsung bersuara.
"Ya iyalahh.. gw lohhh😌" \-ujar Mentari dengan membanggakan diri padahal Surya belum menjawab apa yg ditanyakanya.
"SURYA bukan SURYONO" \-ucap Awan sambil merlat ucapan Mentari tadi.
Surya langsung berdiri hingga membuat kursi yg didudukinya tergusur kebelakang. Lebih baik ia pergi dari pada harus meladeni cewek pembuat onar yg sedang tersenyum 1000 watt kearahnya. Sayangnya Surya tidak membalas senyuman tersebut dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Mentari yg kini menjatuhkan rahang sembari mengembangkan hidung selebar\-lebarnya.
"YONOOO!!" \-geram Mentari sambil menatap punggung Surya dengan mata memicing
"Yono jangan kabur looo" \-teriak Mentari.
Suryapun berhenti melangkah dan menoleh kearah mentari.
"Gw gak punya waktu untuk meladeni cwek pembuat onar seperti lo" \-ujar Surya dengan datar namu menusuk.
"Woy gw ngomong baik ba\-\-\-, ehh ada pak Seto" \-ucapnya, mengalihkan pembicaranya setelah diberi kode oleh Asteroid dan ia mendapati Pak Seto sedang berdiri disampingya.
"Gimana kabarnya pak? Pasti baik dong. Kelihatan kok dari wajah bapak, kaya ada manis\-manisnya gitu." \-ucap Mentari.
"Ah iya saya lupa pak, tadi miss Susi manggil saya, katanya saya harus\-\-\-\-aw aw awww awww aww awwww, sakit pak"\-ucap mentari
Ucapan mentari berubah menjadi ringisan karna pak Seto menjewer tekinganya tampa ampun dan menggertnya seperti kambing yg siap untuk di sembelih.
Mereka yg melihat adegan tersebut hanya menggelengkan kepala. Hal ini sudah menjadi hal biasa yg dilakukan mentari setiap harinya, yaitu bermain kucing\-kucingan dengan para guru. Paling setelah ini mentari akan diberikan hukuman oleh Pak Seto.
Tapi bukan namanya Mentari jika mengerjakan hukuma tersebut. Pastinya iya hanya mendatangi tempat hukumanya setelah itu meletakan alat yg digunakan untuk membersihkan tempat tersebut lalu pergi begitu saja. Dan keesokan harinya ia akan di panggil kembali ke ruang guru dan mengulang kembali apa yg terjadi di hari sebelumnya.
~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏🙏~