
👇Lanjutan dari episode 24 Guys👇
Itu adalah hal yang paling dibenci Surya selama masa hidupnya.
Tanpa bersuara, Surya keluar dari kelas dengan sengaja menabrak bahu Mentari yang berdiri menghalangi jalan-nya.
Mentari hanya tersenyum kecil dan menoleh memandangi punggung pria yang tadi menabrak bahu Mentari yang melewati pintu kelas.
Tak disangka-sangka, kini ia mempunyai rutinitas baru, yaitu mengganggu Surya kapan pun, di mana pun dan suka-suka ia, selama Surya terlihat di pelupuk matanya.
Surya yang malang.
****************************
"Me Mentari tunggu..." -teriak seseorang dibelakang Mentari membuat Mentari berhenti melangkah dan mengunyah diwaktu yang bersamaan. Lalu kepala-nya memutar kebelakang untuk melihat siapa yang memanggil nama-nya.
Tanpa aba-aba, Mentari kembali melangkahkan kaki-nya namun dalam tempo yang lebih cepat.
"Eits, Me Mentari tu tunggu dong," -ucap orang itu dengan gagap yang kini telah berada persis di samping Mentari.
Dengan senyum yang kelewat di paksakan, Mentari mencoba untuk tidak terpancing emosi.
"Ada apa ya Petir?"-tanya-nya sok imut membuat diri-nya sendiri ingin muntah.
"Na..nama gue, Gun.. Gun.." -jawab Guntur dengan gugup-nya.
"Iya, gue tau nama lo Guntur. Anggap aja Petir itu panggilan kesayangan gue buat lo," -potong Mentarikarena tak ingin berlama-lama menunggu Guntur yang berbicara gagap tiap kali bertemu dengan-nya.
Ralat, setiap kali berbicara dengan orang-orang disekitarnya. Entah mengapa, perkataan Mentari membuat wajah Guntur merah merona dan itu membuat Mentari menyesal.
Tiba-tiba saja seseorang dengan sengaja menabrak Mentari, hingga membuat cemilan dan juga minuman yang di pegang oleh Nentari berserakan di lantai. Mentarj langsung melebarkan mulut-nya seraya menatap kebawah, lalu ia menoleh untuk memastikan siapa pelaku yang membuat cemilan-nya tumpah.
"Woy! Kalau jalan liat-liat dong! Gak punya mata lo, Apa mata lu picek?!" -teriak Mentari
menghentikan langkah kaki seorang gadis yang memang dengan sengaja menyenggol Mentari dan menyebabkan cemilan Mentari berhamburan.
"Punya nih dan masih sehat-sehat ko"-ucap Pelangi menujuk matanya dan pergi berlalu tanpa merasa bersalah sedikit pun.
Mentari semakin menatap dendam gadis yang tak lain adalah Pelangi. Yap,
Pelangi dan Mentari bagaikan
kucing dan tikus dalam serial tom and jerry, Tidak pernah akur dan selalu saja saling mengibarkan bendera perang.
Entahlah Mentari lupa hal apa yang menyebabkan diri-nya dan Pelangi menjadi rival. Tapi percayalah, jika Mentari memiliki kesempatan untuk mencakar wajah mulus Pelangi, dengan senang hati Mentari akan melakukan-nya.
"Me... Menataii..." -ucap Guntur dengan gugup nya
Mentari tersadar bahwa dirinya tidak sendiri, melainkan sedang bersama Guntur.
"Apaan sih?!" -tanya dengan ketus Mentari yang kini sedang tidak mood.
"Gue mau ngomong sesuatu," -ucap Gungur
Mentari mendegus.
"Mau ngomong apaan?" tanya Mentari dengan kesal.
"Nih ya,dengarin gue. Pertama, lo gak boleh panggil nama gue. Kedua, lo gak boleh berhentiin langkah kaki gue. Dan yang ketiga, lo harus jaga jarak 3 meter dari gue!" -Ucap Mentari sambil mengitungg jari
"Maaf," -ucap Guntur langsung meminta maaf.
"Gue cuma mau ngingetin, kalau besok---" -Ucap Guntur yang langsung di sambar oleh Mentari.
👉Lanjutannya di episode 26 guys👈
~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏