Mentari & Surya

Mentari & Surya
Episode 13: Perhatian yg tak disengaja (lanjutan dari eps 12)



~Lanjutan dari episode 12~


Selama hampir 2 jam lamanya Mentari berkutat dengan rumput-rumput liar yg berada di lapangan dan taman sekolah.


Selama itu pula Mentari tak henti-hentinya mengomel. Siapa lagi yg membuat mentari mengomel jika bukan kakaknya yg bernama Nebula, ketua OSIS SMK Bintang.


Sedari tadi memang Nebula di tugaskan


untuk mengawasi Mentari agar Mentari


tidak kabur dari hukuman yang


diberikan. Karena itu, dengan teramat


sangat terpaksa Metari harus


mengerjakan hukuman tersebut dengan


berat hati dan tidak ikhlas tentunya.


"Nebula, gw udah selesai memotong rumputnya nih!" -teriakn Mentari


membuat Nebula yang bersandar pada pilar sembari membaca buku biografi


menoleh kearah Mentari.


Tanpa berkata apa apa, Nebula mengangkat


punggungnya dan pergi begitu saja


meninggalkan Bulan yang kini duduk di


bangku taman, sembari


mengistirahatkan kakinya yang pegal


karena berdiri selama hampir dua jam


degan membawa mesin pemotong


rumput yang dipegangnya.


"Untuk pertama kalinya gue mau


ngerjain nih hukuman. Kalau bukan


karena Nebula, pasti dari tadi gue udah


nongkrong cantik di kantin. Makan baso Mang Ucup, minum es, liatin cogan. Kan enak dibanding harus berdiri, pegang mesin pemotong rumput butut ini, keliling motongin rumput lagi.Disangka gue tukang kebun kali yak? masa ia sekolah segede ini kagak ada tukang kebunnya. Kan gak lucu," -cerocos Mentari yang berbicara pada angin yang berhembus.


"Dari pada lo ngoceh-ngoceh gak jelas,


mending lo minum dul" -ucap seseorang


secara tiba tiba membuat Mentari


berteriak karena terkejut.


Bagaimana dirinya tidak kaget, tadi ketika ia memandang sekelilingnya sama sekali tidak ada orang. Tetapi tiba tiba saja ada seseorang yang inginmengajak berbicara dan menempelkan minuman dingin kepipinya.


yang menyodorkan sebotol minuman


padanya. Mentari tak merespon apa apa


selama beberapa detik. Hingga ia


mengucek kembali matanya untuk


memastikan bahwa penglihatannya


benar seseok Surya.


"Suryonooo?" -tanya nya memastikan.


Bintang mendengus dan memutar bola


matanya.


"Nama gue Surya bukan Suryono" ralat Surya.dibalas cengiran oleh Bulan.


"Mau gak nih minuman kalau gak mau, gue yang minum." -tawar Surya sambil membuka minuman.


"Eittss mau, mau, gua ausss" -ucap Mentari.


Mentari menghentikan pergerakan Surya yang hendak membuka botol minuman tersebut.


"Gue sumpah bisa dehidrasi parah,"- ucap Mentari.


lanjut Mentari merampas minuman itu dan membukanya lalu meneguk minuman hingga habis tak tersisa setetes pun.


Surya menatap Mentari heran.


"Itu perut apa gentong apa kau masih sepesieh unta?" -gumaman Surya


terdengar di telinga Mentari.


Mentari nyengir.


"Sorry, habisnya gue kehausan banget nih. Lo bayangin aja, gue disuruh motongin rumput taman dan lapangan seluas ini. Di rumah aja gue kagak pernah motong rump-" -Surya langsung membekap mulut Mentari sebelum Mentari kembali. mengoceh sepanjang jalur rel kereta арі Sumatra dan Jawa.


"**** tangan lu bau terasi!" -ucap Mentari


melepaskan tangan Surya yang


membekap mulut Mentari.


Mentari mengedarkan pandangannya ke


sekeliling taman, lalu ia menemukan


sebuah tempat sampah yang berjarak


cukup jauh dari tempatnya berdiri. Mentari pun melempar botol kosong yang dipegangnya kearah tempat sampah tersebut hingga masuk ke dalamnya dengan sekali lemparan lalu ia kembali menatap Surya.


👉Lanjutannya di episode 14 guys👈


~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏🙏~