
~Lanjutan dari episode 12~
Selama hampir 2 jam lamanya Mentari berkutat dengan rumput-rumput liar yg berada di lapangan dan taman sekolah.
Selama itu pula Mentari tak henti-hentinya mengomel. Siapa lagi yg membuat mentari mengomel jika bukan kakaknya yg bernama Nebula, ketua OSIS SMK Bintang.
Sedari tadi memang Nebula di tugaskan
untuk mengawasi Mentari agar Mentari
tidak kabur dari hukuman yang
diberikan. Karena itu, dengan teramat
sangat terpaksa Metari harus
mengerjakan hukuman tersebut dengan
berat hati dan tidak ikhlas tentunya.
"Nebula, gw udah selesai memotong rumputnya nih!" -teriakn Mentari
membuat Nebula yang bersandar pada pilar sembari membaca buku biografi
menoleh kearah Mentari.
Tanpa berkata apa apa, Nebula mengangkat
punggungnya dan pergi begitu saja
meninggalkan Bulan yang kini duduk di
bangku taman, sembari
mengistirahatkan kakinya yang pegal
karena berdiri selama hampir dua jam
degan membawa mesin pemotong
rumput yang dipegangnya.
"Untuk pertama kalinya gue mau
ngerjain nih hukuman. Kalau bukan
karena Nebula, pasti dari tadi gue udah
nongkrong cantik di kantin. Makan baso Mang Ucup, minum es, liatin cogan. Kan enak dibanding harus berdiri, pegang mesin pemotong rumput butut ini, keliling motongin rumput lagi.Disangka gue tukang kebun kali yak? masa ia sekolah segede ini kagak ada tukang kebunnya. Kan gak lucu," -cerocos Mentari yang berbicara pada angin yang berhembus.
"Dari pada lo ngoceh-ngoceh gak jelas,
mending lo minum dul" -ucap seseorang
secara tiba tiba membuat Mentari
berteriak karena terkejut.
Bagaimana dirinya tidak kaget, tadi ketika ia memandang sekelilingnya sama sekali tidak ada orang. Tetapi tiba tiba saja ada seseorang yang inginmengajak berbicara dan menempelkan minuman dingin kepipinya.
yang menyodorkan sebotol minuman
padanya. Mentari tak merespon apa apa
selama beberapa detik. Hingga ia
mengucek kembali matanya untuk
memastikan bahwa penglihatannya
benar seseok Surya.
"Suryonooo?" -tanya nya memastikan.
Bintang mendengus dan memutar bola
matanya.
"Nama gue Surya bukan Suryono" ralat Surya.dibalas cengiran oleh Bulan.
"Mau gak nih minuman kalau gak mau, gue yang minum." -tawar Surya sambil membuka minuman.
"Eittss mau, mau, gua ausss" -ucap Mentari.
Mentari menghentikan pergerakan Surya yang hendak membuka botol minuman tersebut.
"Gue sumpah bisa dehidrasi parah,"- ucap Mentari.
lanjut Mentari merampas minuman itu dan membukanya lalu meneguk minuman hingga habis tak tersisa setetes pun.
Surya menatap Mentari heran.
"Itu perut apa gentong apa kau masih sepesieh unta?" -gumaman Surya
terdengar di telinga Mentari.
Mentari nyengir.
"Sorry, habisnya gue kehausan banget nih. Lo bayangin aja, gue disuruh motongin rumput taman dan lapangan seluas ini. Di rumah aja gue kagak pernah motong rump-" -Surya langsung membekap mulut Mentari sebelum Mentari kembali. mengoceh sepanjang jalur rel kereta арі Sumatra dan Jawa.
"**** tangan lu bau terasi!" -ucap Mentari
melepaskan tangan Surya yang
membekap mulut Mentari.
Mentari mengedarkan pandangannya ke
sekeliling taman, lalu ia menemukan
sebuah tempat sampah yang berjarak
cukup jauh dari tempatnya berdiri. Mentari pun melempar botol kosong yang dipegangnya kearah tempat sampah tersebut hingga masuk ke dalamnya dengan sekali lemparan lalu ia kembali menatap Surya.
👉Lanjutannya di episode 14 guys👈
~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏🙏~