
๐ lanjutan dari episode 53 gusy๐
Awan langsung berbicara serius sama Langit.
"Gue jadi curiga deh. Pasti ada sesuatu di antara mereka berempat," -ucap Awan curiga.
"Maksud lo?" -tanya Langit
"Gini loh, biasanya setiap kali lo gangguin Asteroid, Asteroid gak pernah tuh coba-coba sok tebar pesona sama Galaxy. Bahkan mereka gak pernah teguran. Terus kenapa tiba-tiba Asteroid bersikap seolah-olah dia mau nyuri perhatiannya Galaxy? terus lo lihat sendirikan, dia narik Bintang seenak jidatnya dan Surya sama sekali gak menepis tangan Asteroid. Sedangkan kemarin waktu kita jalan di mall, Surya terang-terangan gak mau di sentuh waktu Mentari mohon-mohon supaya dia ikut kita," -jelas Awan panjang lebar.
"Iya juga ya," pikir Langit sembari menggaruk kepala.
"Jangan-jangan, Asteroid suka sama Surya dan dia sok tebar pesona sama Galaxy supaya orang-orang mengira bahwa dia suka
sama Galaxy. Karena Asteroid tahu, Mentari dekat sama Surya dan dia gak mau di sebut tukang tikung sahabat sendiri." -Ucap Awan
Awan langsung menjentikkan jarinya tanda bahwa ia sepemikiran dengan Langit. Mereka pun langsung bergegas pergi untuk membuktikan bahwa pemikiran mereka tidaklah benar.
Di satu sisi Mentari sedari tadi berkeliling mencari keberadaan Asteroid, namun ia tidak menemukan sahabatnya itu. Padahal tadi Asteroid sendiri yang bilang akan menemui Mentari setelah Mentari menyelesaikan hukuman karena membolos kemarin.
"Tuh anak kemana sih, di culik wewe gombel apa yak?" gumam Mentari..
la memutuskan pergi ke arah laboraturium, mungkin saja Asteroid sedang keciduk guru karena membuat rusuh di lab seperti biasa.
Ketika ia hendak berbelok di koridor, ia mendengar suara derit sepatu yang sedang berlari dari arah belakang, lalu ia merasakan seseorang menarik dan menabrakan punggung kearah tembok.
"Lo berdua apa-apaan sih!" -teriak Mentari sembari melepaskan kedua tangannya yang di pegang oleh Awan dan Langit.
"Engg anu." -Langit bingung hendak
mengatakan apa.
"Gue sama Awan..." -ucap Langit.
"Kita mau ngajakin lo main basket,"-celetuk Langit sembari cengengesan membuat Mentari semakin yakin bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh teman-temannya Surya.
Mentaei menaikan sebelah alisnya.
"Lo berdua nyembunyiin sesuatu kan dari
gue?" -Selidik Mentari dengan tajam.
Sontak Awan dan Langit langsung menggeleng berbarengan.
"Enggak. Kita gak nyembunyiin apa-apa, kita mau ngajak lo main basket." -ucap Langit.
"Gue gak mau main basket kalau gak ada taruhannya," -ucap Mentari final dan hendak pergi namun kembali di tahan oleh Awan dan Langit.
"Ih, apaan lagi sih! Gue mau nyari Asteroid nih." -ucap Mentari.
"Kalau lo menang, lo bisa makan sepuasnya di kantin selama sebulan. Gue sama Awan yang bayar," -ucap Langit langsung dibalas pelototan tajam oleh Awan dan Langit memberikan tatapan agar Awan mengiyakan perkataannya.
Mentari kembali menatap kedua teman sekelasnya itu secara bergantiin.
"Lo berdua mau cari mati sama gue?" -Ujar Mentari dengan tampang ganas.
"Lo taukan konsekuensinya kalau lo berdua gak nepatin janji lo?" tanya Mentari lagi.
"Ya udah makanya ayok main basket. Kan kalau lo menang baru lo boleh makan sepuasnya di kantin." -ucap Langit
๐ lanjutanya di episode 55 gusy๐
~Klik suka (๐), love(โค) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya๐๐