
👉Lanjutan dari Episode 34👈
Jam istirahat selalu menjadi jam favorite Mentari selama di sekolah. Karena dengan begitu, ia bisa makan sepuasnya di kantin.
Ditambah lagi, ia akan mendapat sponsor bakso gratis dari Asteroid karena tempo hari mereka membuat kesepakatan meminta bantuan ke Guntur yang berakhir dengan hancurnya weekend Mentari karena harus menemani Guntur seharian itu.
"Gue heran deh sama lo. Lo gak bosen apa yak makan bakso mulu?" -tanya
Asteroid yang tidak selera makan.
Mentari tidak menjawab karena ia sibuk menghabiskan makanannya. Tanpa perlu bertanya, sebenarnya Asteroi sudah tahu jawabannya. Namun bodohnya, Asteroi tetap saja bertanya.
Karena Mentari sama sekali tidak bersuara, Asteroid mengubah topik pembicaraan mereka.
"Oh iya, gimana weekend lo kemarin sama si Sasuke Kw?" -Tanga Asteroid.
"Boring," -jawab Mentari sembari mengunyah baksonya.
"Dan gue kemarin ketemu Bintang dan kawan kawan" -lanjut Mentari
"Terus?" -Tanya Asterod yg masih penasaran.
"Ya gue berusaha kabur dari Guntur dengan memanfaatkan Surya, but you know, Surya mengagalkan semuanya. I mean, dia malah maki-maki gue dan seperti biasanya, pergi gitu aja tanpa ada rasa bersalah." -Ucap Mentari.
"Dan sekarang gue tahu alasan kenapa
dari tadi Surya ngeliatin lo." -ucap Asteroid
Kunyahan Mentari terhenti, lalu ia mengikuti arah pandangan Asteroid yang menatap kearah persis dibelakangnya.
Ketika ia menoleh, ia mendapati Bintang dan teman-teman Surya sedang duduk di meja seperti biasa sembari menatapnya intens. Bahkan ketika Mentari menatap Surya, Surya sama sekali tidak mengalihkannya.
Mentari pun kembali menoleh kearah Asteroid dan mendekatkan wajahnya.
"Kenapa dia ngeliatin gue sampai segitunya?
Emang gue punya utang sama dia?" -tanya Mentari dengan espersi wajah cemberut.
"Mana gue tahu," jawab Asteroid sembari mengendikan bahu.
Jika biasanya Surya selalu mengabaikan pandangan Mentari,maka sekarang Surya menatap Mentari tanpa berkedip sedetik pun.
"Ah gue tahu," -ucap Mentari ketika ia mengingat sesuatu.
"Pasti gara-gara semalam gue chattingan sama adiknya Surya." -ucap Mentari sambil memegang dagunya.
"Chattingan?,sama adiknya Surya?-tanya Asteroid bingung.
Mentari mengangguk.
"Lo kenal adiknya Surya dari mana deh?" -Tanya Asteroid yg semakin penasaran.
Mentari memutar bola matanya.
"Adiknya Surya itu adik kelas yang waktu itu gue tolongin dari nenek sihir Pelangi Pelangi alangkah indahmu pas MOS."-ucap Mentari.
"Ohhh yang lo ceritain waktu itu?"-Ujar Asteroid yg mengingat-ngingat ucapan Mentari
Mentari menganggukan kepalanya.
"Jangan-jangan, Libra beneran ngasih voice note yang gue kirim ke Surya. Terus Surya makin marah sama gue, terus dia mau balas dendam deh ke gue."-ujar Mentari
Fikiran Mentari melayang kesana kemari. la tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika ia melihat Mentari yang semula berwujud
pangeran tampan lalu berubah menjadi sosok monster yang menyeramkan.
"Mentari, Bapak ingin kamu ke--" ucapan
itu menggantung saat Mentari reflek mengambil gelas yang berisi es teh dan menyiramkan minuman tersebut ke arah orang yang berbicara persis di belakangnya.
Mentari terkejut sembari membuka mulutnya lebar-lebar saat ia melihat Pak Seto basah kuyup karena es teh yang ia siram.
👉 lanjutanya di episode 36 gusy👈
~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏