
👉Lanjutann dari episode 19 guys👈
Mentari tak menjawab bukan karena ia
tidak mendengar teriakan tersebut,
tetapi karena ia sedang fokus dengan
gambarannya. Sesekali ia menoleh
kearah Asteroid yang memasang tampang
bete karena menunggunya.
"Buruan aelah! Lama amat sih lu," - teriak
Asteroi lagi.
Mentari mengangkat kertas yang kini berisi gambaran wajah seseorang. merasa puas dengan karyanya, Mentari melipat kertas tersebut lalu menaruhnya dimulut bersama pensil yang ia gunakan. setelah itu ia turun
dari pohon kesayangannya dan
mendarat mulus di hadapan Asteroid
"Lo ngapain sih diatas? Hobi kok manjat
pohon." -Omel Asteroid membuat telinga
Mentari panas.
"Ngomel mulu lo kayak mak mak rumpi.
Nih buat lo!" -Mentari menyerahkan kertas
yang berisi gambaran kepada Asteroid lalu
pergi meninggalkan Asteroid begitu saja.
Asteroid membuka kertas yang terlipat tersebut dan melihat isinya. Beberapa detik kemudian Asteroi berlari mengejar Mentari.
"Kenapa muka gue kayak alien gini sih?" -tanya Asteroid tak terima Mentari berhenti melangkah hingga membuat Asteroid menabrak punggung-nya. Nentari menoleh.
"Sekarang gue tanya. Nama lo siapa?"-tanya Mentari pada Aster.
"Asteroid," jawab Asteroid.
"Asteroid nama apa?" tanya Bulan lagi.
"Benda langit." -jawab Asteroid
"Benda Langit adanya dimana?" -Mentari masih bertanya.
"Ya di luar angkasa lah! Anak sd juga tahu kali." -Asteroid mulai kesal karena Mentari terus bertanya.
"Nah pertanyaan terakhir, Mahluk yang tinggal di luar angkasa namanya apa?" -tanya Mentari.
"Alien" -jawab Asteroid
Mentari tersenyum sembari menepuk
kepala Asteroid
"Pinter," -ucap Mentari seperti sedang mengelus kepala anak kucing.
"Sekarang lo tahu kan alasan kenapa digambaran itu muka lo kayak alien."-tanya Mentari dengan nada mengejek
"Sialan lo!" -umpat Asteroid menepis tangan Mentari dari kepala-nya.
Mentari tidak menyahut lagi. Ia berjalan mendahuli Asteroid menuju kantin karena perut-nya saat ini meronta minta diisi dan ia tidak bisa menahan kehendaknya untuk makan.
************
Pada waktu jam istirahat, Di katin yg ramai Gank most wanted berkumpul dan menggosipi Mentari .
"Gue punya berita nih guys," -ujar Langit yang baru saja datang langsung mengambil tempat disamping Surya sembari memasang tampang serius-nya.
"Apaan?" -tanya Awan penasaran.
"Lo semua pasti gak nyangka kan waktu denger Pak Seto bilang kalau Mentari sama Nebula itu adik kakak," -ujar Langit
"Dan kalian juga bingungkan kenapa bisa Mentari sama Nebula itu duduk di kelas yang sama," -Langit melanjutkan Ucapan-nya
"Karena Mentari kelas akselerasi?" -tebak Galaxy
Langit menggeleng.
"Lo percaya cewek
kayak Mentari masuk kelas akselerasi?" -tanya Langit pada Galaksy.
"Terus apaan dong?" -tanya Galaksi dan Awan dengan berbarengan.
"Karena Mentari sama Nebula itu kembar,"
jawab Langit.
"Tapi kenapa mereka sama sekali gak mirip? Kan kalau kembar itu mukanya sama," -tanya Awan bingung.
Galaxy menghela nafas dan memutar bola mata-nya.
"Itu berarti mereka kembar fraternal alias kembar tapi gak identik." Galaxy memberitahu sehingga Awan membulatkan mulut-nya dan mengangguk tanda mengerti.
Selalu saja disaat yang lain asik mengobrol, Surya hanya diam dan menyumpal telinga-nya dengan headset. Meski mereka tahu volume musik yang di dengarkan Surya sangatlah pelan sehingga Surya masih bisa mendengar obrolan mereka.
👉Lanjutannya di episode 21 guys👈
~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏