Mentari & Surya

Mentari & Surya
Episode 45 : Bolos 01



๐Ÿ‘‰ lanjutan dari episode 44 gusy๐Ÿ‘ˆ


Mentari berdiri sembari terus memegangi


perutnya.


"Pak saya izin ke toilet ya, perut saya sakit banget. Tanda-tanda panggilan alam nih Pak," -ucap Mentari


berusaha meyakinkan Pak Seto.


"Ini hanya akal-akalan kamu saja


supaya bisa bolos di jam pelajaran saya kan" -Selidik pak Seto.


Mentari menggeleng seraya mengangkat


kedua jadinya.


"Sumpah Pak saya gak bohong. Saya beneran sakit perut gara-gara makan sambel kebanyakan. Bapak mau saya buang air besar disini? Ntar bau loh Pak, terus kan jorok, jijik, ewhhh," -ucap Mentari.


"Yasudah yasudah, sana ke toilet." -ucap Pak Seto memperbolehkan Mentari keluar.


"Makasih Pak," kata Mentari.


Mentari langsung berlari sekuat tenaga keluar kelas, menyusuri koridor menuju halaman belakang tempat dimana Surya sedang menunggunya saat ini. Dari kejauhan, ia melihat Surya yang sedang berdiri sembari terus melirik jam di pergelangan tangannya. Tanpa fikir panjang, Mentari kembali berlari menghampiri Surya.


"Yonooo (suryono).." -panggil Mentari menepuk pundak Surya dari belakang.


Surya menoleh dan memperhatikan Bulan


yang sedang ngos-ngosan lalu menyodorkan sebotol minuman dingin kearah Mentari.


Mentari mengambil minuman tersebut dan meneguk isinya.


"Lo ngapain sih ngajakin gue kesini pas lagi pelajaran kimia?" -tanya Mentari heran.


"Gue tahu lo benci dan gak bisa pelajaran kimia, makanya gue mau ngajakin lo bolos." -ucap Surya.


"Hah? Lo mau ngajakin gue bolos?"-tanya Mentari lagi dibalas anggukan oleh Surya.


"Gak salah dengar nih gue? Seorang Surya ngajakin gue bolos pelajaran kimia? W-O-W, lo kesambet setan apaan? Kenapa jadi sok care gini sama gue?" -Ucap Mentari.


"Gue cuek salah, gue care juga salah, terus mau lo apa?" -ucap Surya kesal.


"Ya kan aneh aja gitu. Tiba-tiba lo yang cuek bebek sama gue ngajakin gue bolos terus pake segala minta maaf pula. Mata batin lo udah kebuka ye?" -tanya mentari.


"Yaudah kalau gitu gue balik nyuekin lo kayak kemarin aja." Ucap Surya mengambil ancang ancang hendak meninggalkan Mentari.


"Eitss." -Mentari. menahan pergerakan


Surya.


"Iya-iya, gue mau deh bolos bareng lo. Tapi lo jangan fitnah ke semua orang kalau gue yang ngajakin lo bolos ya." -Mohon Mentari.


"Lo fikir gue tukang fitnah?" -balas Surya sarkas.


"Kali aja lo cuma ngejebak gue terus lo bakalan ngomong ke satu sekolah kalau gue yang ngajakin lo bolos. Mentang-mentang track record gue disekolah ini jelek terus lo seenak jidat fitnah fitnah gue." -ucap Mebtari


"Kebanyakan nonton sinetron alay sih lo!" -ucapnya sembari menyentil dahi Mentari.


"Udah ah ayok, keburu ada yang liat nih." Surya menarik tangan Mentari menuju parkiran tempat mobilnya diparkirkan.


"Terus tas gue gimana? Kan masih ada dikelas."


Surya tidak merespon ucapan Mentari dan ia malah menyuruh Bulan masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu ia berputar dan masuk ke kursi kemudi.


"Lo suruh Asteroid kasih tas lo ke Nebula setelah pelajaran selesai."


Tanpa bertanya lagi, Mentari mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Asteroid yang masih berada dikelas.


Tak lama kemudian Asteroid membalas pesan Mentari.


Mentari mematikan ponselnya dan


memasukannya ke dalam saku bajunya.


๐Ÿ‘‰ lanjutanya di episode 46 gusy๐Ÿ‘ˆ


~Klik suka (๐Ÿ‘), love(โค) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya๐Ÿ™๐Ÿ™