
👉Lanjutann dari episode 17 guys👈
Setelah berjarak dua meter di belakang Surya, Mentari memilih duduk diatas meja tidak terpakai yang berada persis di samping ruang kelasnya.
"Ssst.. sssttt.. cowok," -panggil Mentari sembari bersiul.
"Cowok ganteng yang mirip ahjussi rasa oppa, noleh dong. Neng Mentari nungguin nih," -ucap Mentari lagi.
"Eh bukan ahjussi deng, lo mah mirip ono noh anggota boy ben koreyah yang mukanya pada ucul ucul kayak **** baru menetas," -lanjut Mengari terus berbicara sendiri.
Bukannya Surya yang menoleh, malah Langit yang datang menghampiri Mentari.
"Lo kebanyakan makan micin atau kebanyakan hirup bensin?" -ucap Langit heran karena kelakuan Mentari.
Mentari melompat turun dari meja yang ia duduki lalu mendorong Langit hingga Langit tidak lagi menghalangi jalanya.
"Awas lu! Ngalangin jalan gue aja. Gue mau nyamperin oppa oppa kawai gue nih," -ucap Menatari berpindah tempat kehadapan Surya.
"Cukup lima murid se-spesies Mentari ada disekolah ini, gue yakin besoknya guru-guru pada resign dan pada akhirnya sekolah Bintang ini bakalan ditutup." -ujar Langit langsung mendapat tatapan dari mentari dan ia pun langsung pergi sebelum mendapat amukan Mentari
Sedangkan Mentari berusaha menghalangi jalan Surya yang hendak masuk kedalam kelas sembari tersenyum kelewat lebar.
"Surya oh Surya.." -panggil Mentari dengan nada yang kelewat menjijikan jika didengar.
Surya melepas headsetnya.
"Minggir, gue mau lewat." -ucap Surya sembari berjalan menjahui Mentari
"Selamat pagi cogan.." -sapa Mentari dengan cengengesan
Surya menghela nafas.
"Kenapa?"-tanya Surya singkat padat dan jelas.
Mentari mengetuk jari di dagu sembari bergumam karena sedang berifkir. Tiba tiba saja lampu di otaknya menyala. Tangannya pun dengan sigap mengambil ponsel Surya yang berada di saku kemeja dan kebetulan ponsel Surya tidak menggunakan kata sandi sehingga ia bisa dengan leluasa membuka benda pribadi tersebut.
"Nih," -ucap Mentari mengembalikan
Surya tidak menjawab. Ia sibuk
memperhatikan Bulan dari ujung kaki
hingga ujung kepala. Penampilan Mentari memang terkesan tomboy, apalagi dengan lengan baju yang di gulung serta rok yang sedikit lebih pendek dari siswi lainya, serta pagi ini ia menggunakan sandal jepit karena takut terlambat.
Surya kembali menghela nafas.
"Lo itu cewek. Gak pantas berpenampilan kayak urakan kayak gini," -nasehat Surya sembari menurunkan lengan baju Mentari yang di gulung layaknya preman.
Mentari terdiam, matanya terus
mengerjap tak percaya. Sedetik
kemudian ia tersenyum lebar sembari
menoel pipi Surya dengan telunjuknya.
"Ciee perhatian nih sama gue. Akhirnya setelah sekian lama menjomblo, ada juga yang perhatian sama gue." -ucap Mentari dengan polosnya.
Surya kembali tidak merespon, ia malah menarik tangan Mentari dan masuk ke dalam kelas. Sesampainya dikelas, semua mata langsung tertuju pada pergelangan tangan Mentari yang di pegangi oleh Surya.
Para cewek cewek alay pemuja cowok ganteng pun menahan jeritan melihat Surya yang begitu mempesona.
"Lo berdua." -selidik Galaxy dengan perkataannya yang menggantung.
"Pegangan tangan gak berarti pacaran kan?" -sahut Pelangi dari pojok belakang sembari melipat tangan didepan dada membuat Mentari memicingkan mata.
"Bisa aja si biang kerok Mentaru ngebuat masalah dan Surya terpaksa nyeret dia balik ke kelas," -lanjut Pelangi.
👉Lanjutannya di episode 19 ya guys👈
~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏🙏~