
๐ lanjutan dari episode 46 gusy๐
"Lo yakin bisa habisin semua itu?" -tanya Surya takjub melihat makanan yang di tenteng Mentari dalam kantong plastik.
Mentari menganggukan kepala nya.
"Kan lo tahu sendiri kalau gue ini hobi makan." -ucap Mentari
"Tapi ntar habis nonton gue mau ngajakin lo makan di restoran favorit gue."- Ucap Surya.
"Tenang aja," -ucap Mentari mengibaskan tangannya.
"Perut gue ini fleksibel kok. Jadi bisa menampung banyak makanan dan minuman," -lanjut Mentari sembari memukul perutnya sendiri.
Lagi dan lagi Surya tertawa melihat kelakuan Mentari yang dimatanya begitu,
Surya langsung mengambil alih kantong plastik yang di pegang Mentari dan menarik tangan Mentari. Mentari pun hanya mengikuti langkah Surya dari belakang sembari bersorak senang tanpa bersuara. Jangan tanya bagaimana ekspresi orang-orang disekitar Mentari yang melihat tingkah aneh Mentari.
Jujur saja, rasanya Mentari seperti terbang ke angkasa dan menari-nari di atas rembulan.
Untung nya Mentari tidak ada riwayat penyakit asma. Jika ada, sudah di pastikan penyakitnya kambuh dan dadanya sesak karena Surya menggenggam, sekali lagi diulang tangan Mentari.
Mereka pun masuk ke dalam studio dan menyaksikan film yang diputar selama hampir dua jam lamanya. Setelah film tersebut habis, Mentari langsung keluar duluan karena kebelet dan Surya berjalan santai mengikuti dari belakang.
"Mau kemana lagi nih?" -tanya Surya
ketik Mentari baru saja keluar dari toilet.
Mentari memutar bola matanya seolah sedang memikirkan kemana tujuan mereka selanjutnya.
"Hmm, terserah." -ucap Mentari
Satu kalimat yang sudah di tebak terlebih dahulu oleh Surya.
"Lo mau main di funworld gak?" -Tawar Surya
Mentari kembali berfikir.
"Boleh deh." -ucap Mentari.
"Surya, gue mau boneka itu," -ujar Mentari menunjuk ke sebuah boneka berwarna cream.
"Nih ambil sendiri," -balas Surya menyerahkan kartu yang baru saja di belinya.
Mentari cemberut.
"Ambilin kek. Gak peka amat lo jadi cowok."-Ucap Mentari.
Surya mendengus dan dengan terpaksa menuruti kemauan Mentari. Ia mendekati mesin tempat boneka itu berada dan mencoba untuk mengambilnya.
Berulang kali Surya mencoba namun selalu gagal. Surya menyerah, tetapi Mentari terus memaksa Surya agar Surya mendapatkan boneka tersebut.
Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya Surya mendapatkan boneka yang di inginkan Mentari. Mentari berteriak senang seraya memeluk erat boneka tersebut.
"Makasih Surya ganteng," -ucap Mentari yang kelewat senang.
Surya hanya membalasnya dengan senyuman tipis, namun entah mengapa dalam hati
Mentari sangat merasa senang. Mentari dan Surya mencoba permainan yang lain.
Sepanjang bermain bersama Surya, Mentari selalu tertawa dan meskipun Surya tetap menunjukan sikap dinginnya, tetapi sesekali Surya tersenyum.
"Surya, foto yuk," -ajak Mentari yang langsung dibalasan gelengan oleh Surya.
"Ayok.." ucap Mentari sembari menarik Surya
seperti kambing.
Mereka pun masuk ke dalam booth foto yang ada di arena bermain tersebut.
Ketika ada aba-aba dari layar di hadapan mereka, mereka langsung memasang pose masing-masing. Mentari mencubit pipi Surta,
Surya yang memasang wajah datarnya, Mentari yang tersenyum lebar, hingga Surya menumpukan dagunya di atas kepala Mentari.
๐ lanjutanya di episode 48 gusy๐
~Klik suka (๐), love(โค) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya๐๐