
~Lanjutan dari episode 13~
Mentari mengedarkan pandangannya ke
sekeliling taman, lalu ia menemukan
sebuah tempat sampah yang berjarak
cukup jauh dari tempatnya berdiri. Mentari pun melempar botol kosong yang dipegangnya kearah tempat sampah tersebut hingga masuk ke dalamnya dengan sekali lemparan lalu ia kembali menatap Surya.
"Oh iya, lo ngapain disini? bukannya bel istirahat belum bunyi ya? Mbolos yaaa" tanya Mentari.
Mentari yang baru menyadari bahwa sekarang masih jam pembelajaran.
"Tadi gue mau ke toilet dan gak sengaja
ngeliat lo. Karena gue kasian, gue
bawain minum deh," -Jawab Surya
panjang membuat Mentari berdecak tak
menyangka sembari bertepuk tangan.
"Lo bisa ngomong panjang lebar juga?
gue fikir sebagian alfabet dalam kamus
lo udah pada ilangan semua dan juga gua kira bisu" -ujar Mentari
Entah mengapa,
Surya malah tertawa kecil. Sosok
dihadapannya saat ini benar benar
berbeda dari gadis-gadis yang pernah ia
temui.
"Ngeliatinnya biasa aja kali. Gue tauk kecantikan gue itu setara sama dewi-dewi Yunani dan Bidadari-bidadari kayangan" -ucap Mentari dengan bangganya.
Lagi lagi Surya memutar bola
matanya.
"Selain petakilan,bar-bar dan tukang
rusuh, ternyata lo over percaya diri juga
"Mau gue petakilan kek, over pede kek, bar-bar kek
atau apapun itu, yang jelas gue jadi diri
gue sendiri bukan diri orang lain," jawab
Mentari santai.
"Mungkin kalau ada orang yang bilang
ke lo, lo bakalan jawab," -Balas Surya dengan sarkastik. Mentari hanya mengendikan bahunya sebagai respon.
Teeett... teeett..(bunyi bel sekolah)
Bel istirahat yang berbunyi dua kali membuat Mentari dan Surya menoleh kearah speaker yg ada di sudut sekolah.
Para siswa siswi mulai berhambur keluar kelas dan berpencar ke hampir seluruh penjuru sekolah khususnya ke kantin sekolah , tempat favafori para siswa-siswi mengisi perut yg sudah berbunyi
.
"Suryono, gue pergi duluan ya. Byee Yono." -ucap Bulan dengan senyum miring yang tercetak di sudut bibirnya.
Mentari berlari meninggalkan Surya yang masih berdiri ditempatnya semula sembari memandangi punggung Mentari yang mulai menjauh dan menghilang entah kemana.
Dari kejauhan mata Mentari melihat Asteroid
yang sedang duduk sendirian disalah satu meja kantin sembari memakan semangkuk makanan kesukaannya yaitu baso mang ucup.
Dengan senyum jail yang mengembang, Mentari melangkah perlahan mendekati Asteroid dan berniat untuk mengageti Asteroid yang kebetulan latah sekali.
"DORRR!!!" -teriak Mentari menepuk kedua bahu Asterorid dari belakang.
"AYAM TERBANG KAKINYA SEPULUH!, AYAM TERBANG KAKINYA SEPULUH!, AYAM TERBANG KAKINYA SEPULUH!, " -teriak Asteroid spontan dan langsung membekap mulutnya seraya terbatuk karena tersedak bakso ke sukaanya yang sedang dikunyahnya.
Mentari sampai tertawa terbahak bahak atas latahan asteroid sedangkan Aster meneguk habis minuman yg dipegangnya itu dengan wajah memerah.
Setelah itu ia menatap Mentari dengan tatapan tajam, namun hal itu sama sekali tak menghentikan tawa Mentari yang menggema di antero jagat kantin.
"MENTARIIII!!! Nyebelin banget sih lo! ngaggetin orang aja. utung basonya gak ketelen bulat-bualat" -umpat Asteroid kesal dan memukul-mukul Mentari.
Mentari masih tertawa sembari memegangi perutnya yang mulai terasa sakit akibat terlalu lama tertawa. Beberapa detik kemudian, ia mulai bisa menghentikan tawanya dan menatap Asteroid dengan mata yang berkaca kaca.
👉Lanjutannya di episode 15 guys👈
~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏🙏~