Mentari & Surya

Mentari & Surya
Episode 39 : Menunggu



Sejak pagi Buta, Surya telah duduk di kursinya karena ia sedang menunggu Mentari. Tadi malam ia sempat mengirimi Mentari pesan, tetapi tidak mendapat balasan sampai sekarang. Bahkan ia telah mengirim pesan lebih dari lima kali. Jangankan di balas, pesannya saja tidak terkirim. Mungkin hand phone Mentari sedang mati.


Waktu menunjukan pukul setengah tujuh pagi. Anak-anak mulai berdatangannya dan masuk ke kelas masing-masing. Ada pula yang masih berdiri di luar sembari mengobrol


dengan yang lain. Sedangkan Surya dengan gelisah menunggu Mentari di depan pintu kelas, tetapi Mentari tidak kunjung datang.


"Asteroid.." -panggil Surya ketika ia melihat Aster yang hendak masuk ke dalam kelas.


"Lo gak berangkat sekolah sama si Mentari?" tanya Surya.


Asteroid mengerutkan dahi bingung.


"Sejak kapan lo mau nanyain tentang Mentari? Bukannya lo keki banget ya sama tuh anak?" -ucap Asteroid dengan heran dengan sikap anehnya Surya.


"Gu-gue-gue.." -ucap Surya yang mendadak gugup.


"Tadi gue udah nelpon Mentari, tapi nomernya gak aktif. Bisa jadi tuh anak masih tidur," -potong Asteroid karena tidak


ingin mendengar perkataan Surya yang terbata-bata.


"Yaudah, gue masuk dulu ya." -Pamit Asteroid


Asteroid berlalu meninggalkan Surya dan masuk ke dalam kelas. Surya pun menghela nafas dan kembali menempelkan punggung di tembok sembari menyilangkan tangan di depan dada.


Sepuluh menit lagi bel masuk berbunyi, tapi tak kunjung ada tanda-tanda kehadiran dari Mentari. Surya pun memutuskan untuk masuk ke dalam kelas dan berkumpul bersama teman-temannya yang sedari tadi asik mengobrol tanpa memperdulikannya.


"Lo kenapa sih? Gelisah banget deh


kayaknya," -ucap Alam ketika Surya baru saja mendudukan pantatnya di kursi.


"Paling juga lagi nungguin Surya." sahut Langit sedangkan Galaxy hanya diam karena tak ingin ikut campur.


Entah mengapa sejak pembicaraan mereka kemarin, Galaxy mulai menjaga jarak dengan Mentari dan juga Surya.


Tak lama kemudian, Mentari masuk


sembari menenteng skateboardnya dan


berjalan terseok-seok.


Pandangan Surya langsung teralihkan. Ia baru saja hendak berdiri menghampiri Mentaej ketika Mentari langsung menatapnya dengan tatapan aneh.


Tidak ada sapaan hangat, tidak ada godaan, bahkan tidak ada senyuman. Mentari hanya menampakan ekspresi datarnya lalu mengalihkannya setelah beberapa detik mereka saling bertatapan.


"Buset dah lo kenapa lagi?" -tanya Asteroid kepada Mentari.


Mentari meletakan skateboardnya dan menepuk dadanya.


"Ini namanya proses jadi jagoan," -jawab Mentari dengan bangga terhadap luka yang baru saja di dapatnya karena terjatuh dari skateboard yang ia pakai ke sekolah.


"Antara ****** sama **** sih lo, jadi gue gak heran."-ucap Asteroid


Surya hanya mendengarkan percakapan antara Asteroid dan Mentari karena tempat duduk mereka yang berdekatan.


Rasanya ia ingin menghampiri Mentari, tetapi kakinya seolah dirantai sehingga ia tidak


mampu untuk berdiri. Lagi pula, apa yang akan dikatakan oleh ketiga temannya jika Surya tiba-tiba menghampiri mentaridan mengajak Mentari berbicara.


Bahkan seluruh sekolah tahu, Surya tidak menyukai sifat Mentari yang selalu jadi pembuat onar. Surya juga benci Mentari selalu mengganggu hari-harinya disekolah.


"Woy Surya!" -teriak Galaxy di kuping Surya membuat lamunan Surya terbuyarkan.


๐Ÿ‘‰ lanjutanya di episode 40 gusy๐Ÿ‘ˆ


~Klik suka (๐Ÿ‘), love(โค) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya๐Ÿ™๐Ÿ™