Mentari & Surya

Mentari & Surya
Episode 44 : curiga



๐Ÿ‘‰ lanjutan dari episode 43 gusy๐Ÿ‘ˆ


Asteroid yang baru saja tiba heran melihat Mentari yang berbicara sendiri dengan ekspresi bingung.


"Kesambet lagi lo? Ngomong sendiri


kayak orang gila," -ucap Asteroid sembari meletakkan mangkuk bakso diatas meja.


Dengan cepat Mentari memasukan kembali ponsel nya ke dalam saku.


"Enggak. Siapa yang ngomong sendiri," -balas Mentari mengelak dan kembali melanjutkan makannya.


Dalam hati Mentari terus bertanya-tanya mengapa Surya mengajaknya bertemu. Mentari merasa aneh dengan sikap Surya belakangan ini yang terus menerus mengejar dirinya. Apa mungkin Surya mulai menyukai


Mentari atau hanya karena Surya merasa bersalah pada Mentari?


*********


Kimia, selalu menjadi pelajaran yang dibenci oleh Mentari. Apalagi gurunya adalah Pak Seto, guru yang selalu bermasalah dengan dirinya. Setiap kali Pak Seto memberikan pertanyaan seputar pelajaran kimia, pasti pertanyaan tersebut selalu tertuju pada Mentari.


Padahal populasi siswa di kelas ada empat puluh siswa tetapi tetap saja mentari yang kena. Sepertinya Pak Seto memang menaruh dendam kesumat terhadap Mentari.


"Rii.." -ucap Asteroid sembari menyengggol Mentari membuat Mentari yang sedang pusing tujuh keliling kesal akibat pertanyaan pak Seto.


"Apaan sih? Gue lagi pusing ngerjain soal nih!" -jawab Mentari


Asteroid langsung mengarahkan pandangannya kearah tempat duduk Surya dan Mentari pun mengikuti nya.


Surya mengangkat hand phone nya sebagai tanda bahwa Mentari harus mengecek pesan yang baru saja di kirimkan oleh Surya.


Sembari melirik kesana kemari, Mentari mengeluarkan ponsel nya dan langsung membaca pesan dari Surya.


Setelah itu ia memasukan kembali ponsel nya kedalam saku sebelum ketahuan oleh Pak Seto dan kembali menoleh kearah


Surya dengan tatapan bertanya.


Surya berdiri dan berjalan


menghampiri Pak Seto di depan kelas.


"Pak, saya izin ke toilet," -ujar Surya


"ya silahkan" -Ucap pak Seto yang langsung di setujui tanpa bertanya apapun.


"Riii, lo ada apaan sih sama surya?" -tanya Asteroid penasaran melihat sikap Mebtari dan Surya yang begitu aneh.


"Hah? Enggak, gak ada apa-apa kok," -jawab Mentari berusaha tenang.


Asteroid menatap Mentari dengan tatapan mengintimidasi tetapi Mentari tetap berusaha tenang agar Asteroid tidak curiga.


"Kalaupun gue ada sesuatu sama Surya, pasti gue bakalan cerita ke lo. Lo kan sahabat gue," -ujar Mentari lagi.


"Serah lo deh. Tapi kalau ada apa-apa cerita sama gue ya," -ujar Asteroid


"Iya-iya aman." -ucap Mentari


Tak lama kemudian ia mendapat sebuah ide yang bisa membawa nya keluar dari kelas.


Mentari pun langsung memegang perut nya dan mengerang kesakitan dengan nada cukup nyaring sehingga Pak Seto melihat kearah nya.


"Aduhh duhh perut gue sakit banget.


Agrhh arghhh arghhh," -teriak Mentari membuat Asteroid yang disebelah nya panik.


"Eh eh lo kenapa? Kok tiba-tiba sakit perut?" -tanya Asteroid di balas kedipan mata oleh Mentari.


"Kampret!" -gumam Asteroid.


Mentari berdiri sembari terus memegangi


perutnya.


"Pak saya izin ke toilet ya, perut saya sakit banget. Tanda-tanda panggilan alam nih Pak," -ucap Mentari


berusaha meyakinkan Pak Seto.


"Ini hanya akal-akalan kamu saja


supaya bisa bolos di jam pelajaran saya kan" -Selidik pak Seto.


๐Ÿ‘‰ lanjutanya di episode 45 gusy๐Ÿ‘ˆ


~Klik suka (๐Ÿ‘), love(โค) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya๐Ÿ™๐Ÿ™