
Dengan santai, Mentari berjalan menyusuri koridor sembari menyanyikan lirik lagu korea yg telah ia hafal dan mengemut lolipop yg di genggamnya. Hari ini adalah hari terakhir Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolahnya yaitu SMA Bintang, dan hari ini ia sama sekali belum membuat kekacauan. Paling tidak untuk beberapa jam ke depan, salah satu guru pasti akan mengejar dan menghukumnya. Itu adalah rutinitas Mentari yg dilakukan Mentari di sekolahnya.
Sehari tampa masalah itu berati si Mentari telah angkat kaki di sekolah ini. Karna Mentarilah satu-satunya pembuat onar di SMA Bintang ini. Semua angkatan tau dari kelas satu, dua, dan tiga tau betapa rusuhnya Mentari ini, bahkan guru-guru pun sampe angkat tangan dengan kelakuan Mentari yg super duper tripel mega aneh bin ajaib. Mentari adalah spesies langka, dan seharunya Mentari di musiumkan karna mungkin hanya ada 1 dari 10.000 orang yg sifatnya sama persis dengan Mentari.
"kak Mentari" - teriak segerombolan orang membuat Mentari menoleh dan mendapati adik-adik kelasnya yg masih menjalani MOS terakhir mulai mendekatinya dengan buku dan pulpen yg dipegang meraka masing-masing.
"Siall. kenapa dalam MOS selalu ada tradisi perserta MOS mencari tanda-tangan para pengurus OSIS sih..." - umpat Mentari hendak kabur dari adik-adik kelasnya.
Namun sayang, ketika ia hendak mengambil ancang-ancang untuk kabur, segrombolan adik-adik kelas itu mengepungnya terlebih dahulu, seperti pelaku curanmor yg keciduk warga.
"kak minta tanda tangan dong?"
"jabatan kakak apa? ketua OSIS? wakil ketua OSIS? sekertaris? bendahara? sekbid 1 2 3?"
"nama lengkap kaka siapa? mentari pagi? mentari siang? mentari sore? mentari malam? atau kartu Mentari?"
"kakak kelas 12 A, 12 B, atau 12 C?"
Sahut demi sahut pertanyaan ini membuat kepada Mentari sakit, Mentari mulai terlihat frustadi akibat seperti jadi artis dadakan yg membuat sesak nafasnya, ia harus memutar dan mengasah otaknya agar lolos dari gerombolan adik-adik kelas-nya ini.
"itu kak Nebula" - teriak Mentari sambil menunjuk ke sembarang arah.
"tanda tangan kak Nebula lebih penting daripada tanda tangan gw" - ucap Mentari.
Hal ini membuat adik-adik kelasnya sukses membuat menoreh serempak, dan Mentari merunduk serambi keliar dari grombolan adik-adik kelasnya yg membuat iya gerah.
Mentari pun langsung berlari sekuat tenaga sebeluk adik-adik kelasnya sadar bahwa ia telah membohongi mereka. Ia menoleh kesana-kemari untuk mencari tempat teraman agar tak ada seorangpun yg tau khususnya adik-adik kelasnya tau keberadaanya. Akhirnya iya memutuskan ke laboratorium sekolah dan bersembunyi didalam ruangan tersebut.
Dibalik pintu, Mentari bersandar sembari merapalkan sembarang kalimat doa agar ia tebebas dari adik-adik kelasnya. Matanya terpejam kuat ketika mendengar suara langkah kaki yg gaduh di depan ruangan laboratorium, dan bernafas lega ketika suara langkah kaki segerombolan itu mulai menghilang dari pendengaranya.
Kakinya Melemas dan langsung duduk meluruskan kakinya itu ke lantai laboratorium sekolah. Di pastikan Mentari pasti akan ngomel pada Nebula karna meyertakan hal ini kedalam acara penutupan MOS (Masa Orientasi Siswa), meskipun hal ini sudah menjadi teradisi turun-temurun di setiap sekolah khususnya SMA Bintang ini
~Klik suka, love, saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏🙏~