Mentari & Surya

Mentari & Surya
Episode 27 : Rindu



👇Lanjutan dari episode 26 Guys👇


Nebula masuk ke kamar Mentari dengan membawakan segelas susu kesukaan Mentari Belakangan ini ia begitu sibuk sehingga mengabaikan adiknya sendiri.


Ya, mereka hanya tinggal berdua karenna kedua orang tua mereka telah meninggal dunia beberapa tahun silam.


Sebenarnya masih ada satu lagi anggota keluarga mereka, yaitu Orion, kakak tertua Mentari dan Nebula. Tetapi Orion bekerja di luar negri sehingga jarang menghabiskan waktu bersama kedua adiknya.


"Lo beneran pacaran sama Surya?" -tanya Nebula mengalihkan perhatian Surya dari buku yang sedang di bacanya.


Mentari mendongak dan tersenyum kearah Nebula, lalu ia meletakkan buku yang ia pegang dan duduk dengan guling yang ia taruh di atas paha.


"Enggak. Itu cuma buat seru-seruan dong. arena taruhan doang, Pria sedingin es itu kalo gak gw taruhan gak bakalan asyik" -jawab Mentari jujur.


Dahi Nebula mengerut.


"Taruhan?" -tebak Nebula


"lya. Jadi kemarin itu Surya nantang guebmain basket karena dia merasa risih gue gangguin terus. Kalau dia menang, gue harus jauhin dia dan berhenti gangguin dia. Dan kalau gue menang, gue sembarang nyerocos dan bilang kalau dia harus jadi pacar gue."- ucap mentari dengan mendengus dan mendatarkan kembali ekspresinya.


"Nebuluk.." -panggil Mentari tiba-tiba pada Nebula yang berbaring disampingnya.


"Kalau gue beneran pacaran sama Surya, lo setuju gak?" -tanya Mentari


Memangnya lo suka sama Surya?"-tanya Nebula menatap Mentari yang sedang duduk sembari menerawang jauh.


Mentari mengendikan bahunya.


"Kalau dia bisa bahagiain lo, gue sih setuju aja," - jawab Nebula.


"Tapi kalau dia nyakitin lo, gue gak janji bisa nahan diri untuk gak nonjok dna buat dia babak belur," lanjut Nebula kini terdengar menyeramkan.


Mentari tidak merespon apa-apa. Ia hanya menghela nafas dan menaruh dahunya diatas kedua lutut yang ia tekuk.


"Jangan-jangan, lo beneran suka sama Surya?" -selidik Nebula curiga.


"Kalau memang lo suka sama Surya, lo kodein aja terus sampai Zeus turun tahta ngegantiin Poseidon di laut." -Celetukan Nebula berhasil memancing emosi Mentari .


Mentari pun menghujami Nebula dengan pukulan tanpa henti. Hingga Nebula berteriak kesakitan dan meminta ampun barulah Mentari menghentikan aksinya.


"Kiamat oon!" -balas Nebula.


Untuk kedua kalinya Mentari menghela nafas.


Tangan-nya meraih kripik kentang yang berada di atas nakas lalu memakanannya dengan begitu rakus. Raut wajahnya terlihat sendu, dan tatapan matanya seolah menunjukan bahwa ia sedang memikirkan sesuatu yang sedari tadi mengganggunya.


"Coba aja kita masih bisa ketemu Ayah sama Bunda," -ucap Mentari sendu.


Air muka Nebula langsung berubah saat mendengar suara sendu milik Bulan yang terdengar sangat menyayat.


jujur saja, ia juga merindukan kedua orangtuanya. Selama bertahun-tahun Mereka harus hidup mandiri tanpaborangtua dan berkerja keras demi membiayai kehidupan sehari-hari mereka. Nebula tidak kasihan pada dirinya, tetapi ia kasihan terhadap adiknya.


Meski di luar terlihat brutal, tetapi sebenarnya Mentaru adalah sosok pendiam yang selalu merindukan mendiang orangtuanya.


"Ayah pernah bilang, beliau pengen banget ngeliat gue Nikah sama orang yang mencintai gue tulus apa adanya. Bunda juga pernah bilang, kalau beliaubpengen ngeliat gue tampil 'sempurna' di hari special gue nanti." -ingatan Mentari terputar kembali dan ia tersenyum, membayangkan seolah kedua orangtuanya masih hidup.


"Kira-kira, ada gak ya cowok yang mencintai gue tulus apa adanya dan gue bakalan hidup bahagia selamanya bareng dia?"


"Lo ngomong apaan sih?!" -nada bicara Nebula terdengar tidak bersahabat.


"This is the real world, not a fairy tale bedtime, where is the princess will be living happily with her prince." -Meentari tersenyum dan menunduk.


"I know that. I'm just delusional," -jawabnya kembali mengunyah kripik kentang yang dipegangnya.


Nebula bangkit dari posisinya.


"Mendingan lo tidur. Lo udah kepengaruh jauh sama cerita-cerita fiksi yang sering lo baca," -ujarnya berlalu meninggalkan Mentari sendirian di kamar.


Persis setelah Nebula menutup pintu kamar Mentari, Mentari menghentikan aktifitas makannya dan meneguk habis susu yang tadi di bawakan Nebula.


Perkataan Nebula ada benarnya. Mungkin sebaiknya ia tidur, dibanding harus jatuh terlalu dalam oleh cerita yang dibacanya.


NEXT SESON 2


~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏