
๐ lanjutan dari episode 45 gusy๐
Tak lama kemudian Asteroid membalas pesan Mentari
Mentari mematikan ponselnya dan
memasukannya ke dalam saku bajunya.
Surya pun menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya keluar dari area sekolah.
Tanpa sepengetahuan Mentari dan
Surya, Asteroid yang bersembunyi di balik pilar koridor keluar danbmemperhatikan mobil Surya yang melaju keluar dari gerbang sekolah.
Setalah itu Asteroid mengehela nafas dan kembali ke kelas saat mobil Surya telah melaju dijalan raya dan menghilang dari pandangan matanya.
"Surya, kita mau kemana sih?" -Satu pertanyaan itu meluncur dari bibir Mentari yang sedari tadi diam tak bersuara.
Aneh rasanya, karena Mentari tiba-tiba kaku ketika duduk disamping Surya. Seolah ada sesuatu yang membuat hatinya dag dig dug seperti orang sedang asik dangdutan.
Bibir Mentari memang sama sekali tidak bergerak, namun hatinya sedari tadi mengoceh karena suasana aneh yang menyelimuti dirinya.
"Gue mau ngajakin lo ke mall," -jawab Surya yang tetap fokus pada jalanan di hadapan nya.
Dahi Mentari mengkerut.
"Ke mall? Mau ngapain? Gue kan gak bawa baju ganti. Emang boleh masuk ke mall pake
seragam sekolah? Ntar kalau ketahuan bolos gimana?" -cerocos Mentari
"Gue udah bawain lo baju ganti di belakang. Bajunya Libra sih, tapi semoga aja lo muat. Soalnya gue liat-liat badan lo gak jauh beda sama badannya Libra." -ucap Surya.
Mentaei hanya menganggukan kepalanya dan kembali terdiam. Ia mengutuk dirinya sendiri mengapa bisa bersikap aneh di hadapan Surya seperti ini.
Surya juga pasti bertanya-tanya, mengapa Mentari yang terkenal hebring tiba-tiba menjadi pendiam dan tak bersuara seperti ayam sakit.
Surya membelokkan mobilnya menuju SPBU yang berada di depan dengan maksud ingin singgah ke toilet yang adabdi sana untuk mengganti seragam sekolah dengan pakaian biasa.
gander mereka.
Lima menit kemudian, Mentari keluar menyusul Surya yang sudah berada di dalam mobil.
Baju milik adiknya Surya yang saat ini di kenakan Mentari terlihat pas, dan Mentari terlihat semakin cantik, Apalagi ketika Mentari senyum, dunia seolah berhenti berputar. Namun Surya mencoba biasa saja agar Mentari tidak curiga.
"Oh iya, lo suka film apa? Horror, action, animasi, atau..." -tanya Surya
"Apa aja yang penting nontonya berdua
sama lo, hehe," jawab Mentari sembari cengengesan.
Surya tertawa kecil seraya menggelengkan kepalanya takjub. Ini dia yang membuat Surya semakin tertarik pada kepribadian Mentari yang berbeda dari kebanyakan cewek pada
umumnya. Mentari itu sesuatu yang sangat langkah, karena itu ia menerima nasehat kedua orang tuanya dan mencoba untuk menjalin pertemanan dengan Mentari.
Sesampainya di mall, mereka langsung menuju bioskop yang berada di lantai paling atas. Surya memesan tiket, sementara Mentari membeli makanan. Mentarimemesan dua popcorn caramel berukuran besar, mix platter, satu lemon tea, dan satu soft drink.
Setelah itu dengan senyum tanpa dosa ia
menghampiri Surya yang sedang menunggunya sembari bermain ponsel.
"Lo yakin bisa habisin semua itu?" -tanya Surya takjub melihat makanan yang ditenteng Mentari dalam kantong plastik.
Mentari menganggukan kepala nya.
"Kan lo tahu sendiri kalau gue ini hobi
makan." -ucap Mentari.
๐ lanjutanya di episode 47 gusy๐
~Klik suka (๐), love(โค) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya๐๐