
Bahkan seluruh sekolah tahu, Surya tidak menyukai sifat Mentari yang selalu jadi pembuat onar. Surya juga benci Mentari selalu mengganggu hari-harinya disekolah.
"Woy Surya!" -teriak Galaxy di kuping Surya membuat lamunan Surya terbuyarkan.
"Lo mikirin apaan sih?" -Tanya Galaksi
"Gak, gue gak mikirin apa-apa," -jawab Surya tidak ingin teman-temannya mengetahui bahwa ia sedang memikirkan Mentari
"Jadi gimana? lo bakalan keluar dari tim?" -tanya Awan dan Surya berusaha untuk fokus.
"Kita udah kelas tiga dan bentar lagi ujian, gue mau fokus ujian makanya gue keluar dari tim. Lagian udah ada adik kelas yang bakalan ngegantiin posisi gue," -jawab Mentari.
"Tapi lo ikut di pertandingan terakhir angkatan kita kan?" -tanya Awan.
Surya tidak menjawab karena matanya kembali tertuju kepada Mentari yang sedang tertawa terbahak-bahak sembari memukul meja.
Surya baru menyadari bahwa tawa Mentari mampu membuatnya mengukir sebuah senyuman.
"Please deh Surya," -Galaxy kembali berusaha.
"Sampai kapan sih lo mau bohongin kita dengan berkata bahwa lo lagi gak mikirin apa-apa?" -tanya Galaxy
"Gue memang lagi gak mikirin apa-apa," -jawab Surya berusaha meyakinkan ketiga temannya.
Galaxy memutar bola matanya.
"Tinggal bilang kalau lo mulai suka sama Mentari aja ribet banget deh."-ucap Galaxy meyakinkan ucapanya.
"Gue gak suka ya sama dia," tegas Surya
"Aduh Surya sayang, Surya ganteng se indonesia dari sabang sampai meroke. dari tadi itu kita ngeliatin lo mulu dan tatapan lo itu tertuju pada Mentari," -ujar Langit menunjuk Mentari yang kebetulan melihat kearahnya.
"Ada masalah apa lo nunjuk-nunjuk gue?" -teriak Mentari dengan galaknya.
"Mendingan lo ngomong ke Mentari sekarang, sebelum semuanya terlambat," ujar Galaxy membuat Surya kembali menatap Mentari.
Surya bingung dengan perasaannya sendiri. Sebagian dari dirinya membenarkan perkataan Galaxy, namun sebagian dari dirinya yang lain mengatakan bahwa itu adalah sesuatu yang salah.
Sejak awal Surya membenci kehadiran Mentari. Surya tidak suka jika Mentari selalu menguntitnya. Mentari juga kesal jika Mentari selalu mengganggu bahkan mengodanya.
Tapi Surya mengakui bahwa Mentari adalah cewek terbeda yang pernah ia kenal. Ia tidak pernah melihat seorang gadis yang memiliki sifat dan sikap seperti Mentari.
Bisa dikatakan Mentari adalah cewek tomboy. Kelakuannya sama sekali tidak menunjukan bahwa ia adalah seorang cewek. Mana ada cewek yang hobinyabmanjat pohon, main skateboard, mainbbasket dan suka cari ribut dengan para guru. Dan itu benar-benar jauh daribkarakteristik cewek idaman Surya.
"Lan, tadi lo dicariin Surya," -ujar Asteroid berbicara pada Mentari dengan melirik Surya.
Surya mengernyit bingung.
"Ngapain dia cari gue? Perasaan gue gak punya hutang apa-apa sama dia," -jawab Mentari.
"Ya mana gue tahu. Pokoknya dari tadi tuh dia nungguin lo di depan kelas, tapi lo gak datang datang." -Jawab Asteroid
Bulan mendekat kearah Asteroid dan berbisik.
"Kemarin juga dia nawarin pulang bareng, tapi gue tolak danbkebetulan ada Guntur, jadinya gue pulang sama Guntur deh." -ucap Mentari
"Kok aneh ya?" -ujar Asteroid bingung
sendiri.
๐ lanjutanya di episode 41 gusy๐
~Klik suka (๐), love(โค) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya๐๐