
Saat itu Langit, Galaxy dan Awan sedang berkumpul di kantin, tempat biasa mereka nongkrong dengan Surya setiap istirahat. Tapi pagi ini, Surya belum terlihat. Setelah pelajaran usai, Surya langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada teman-temannya.
"Aneh gak sih sama sikap Surya yang tiba-tiba jadi care banget sama Mentari?"
-ucap Awan membuka percakapan di antara mereka bertiga.
Sembari mengaduk minumannya dengan sedotan, Langit menjawab
"ya aneh sih. Padahal dia sendiri yang bilang kalau dia itu risih tiap kali Mentari gangguin dia. Tapi kenapa malah dia yang sekarang sering ngejar-ngejar
Mentari? Jangan-jangan Surya kena peletnya Mentari." -ucap Langit.
"Sembarangan aja lo kalau ngomong!" ucap Awan Sembari memukul kepala Langit dengan botol kosong bekas minumannya.
Langit mengadu kesakitan sembari mengusap bekas pukulan Awan.
"Kan udah gue bilang. Surya itu punya perasaan sama Mentari, tapi dianya aja yang gak sadar dan gak mau dengar omongan gue. Pake acara bilang kalau gue suka sama Mentari dan cemburu tiap kali lihat mereka pula," -sahut Galaxy dengan sikapnya yang seperti biasa, santai dan tenang.
"panjang umur tuh orang. Noh orangnya dateng noh," -Ucap Langit menunjuk dengan dagunya kearah Mentaru yang sedang berjalan hendak menghampiri mereka semua. Tidak ada lagi yang bersuara.
Mereka terlihat seolah-olah tidak membicarakan apa-apa ketika Surya duduk di
hadapan mereka dengan wajah tanpa
dosanya.
Langit, Awan dan Galaxy saling melirik,
memberi kode agar salah satu dari mereka berani membuka suara dan menanyakan perihal sikap Surya yang belakangan ini berubah terhadap Mentari.
Apa mungkin apa yang dikatakan Galaxy kemarin benar bahwa Surya mulai menyukai Mentari dan menelan kembali perkataannya tempo lalu.
diri.
"Lo kenapa belakangan ini aneh banget sih?" tanya langit sedikit ragu.
Surya tidak langsung menjawab, ia berdiri dan berjalan menuju warung yang tersedia di kantin dan memesan segelas minuman. Setelah itu iabkembali duduk di tempatnya semula.
"Aneh gimana?" -tanya Surya seolah-olah ia tidak merasa ada yang aneh pada diri atau sikapnya.
"Ya aneh. Tiba-tiba aja lo jadi friendlybbanget sama Mentari. Bahkan kemarin lo bolos bareng sama dia dan menghabiskan waktu berduaan di mall." Ucap Langit
"Lo suka ya sama Mentari?" timpal Awan tanpa membiarkan Surya menjawab terlebih dahulu.
Beberapa detik kemudian Surya tertawa setelah mendengar perkataan Awan yang mengklaim bahwa dirinya suka pada Bulan.
"ha ha ha ha , Gue? Suka sama Surya? Ya gak mungkin lah. Lo tahu kan gue gimana Pantang untuk gue menjilat ludah sendiri. Lagian gue bersikap baik sama dia cuma buat nebus kesalahan gue kemarin, dan karena suruhan orang tuabgue tentunya," -jawab Surya menjelaskan semuanya.
Galaxy mendengus.
"Sampai kapan sih mau ngelak sama perasaan sendiri?" -tanya Galaksy
"Gue gak ngelak sama perasaan gue sendiri. Faktanya gue memang gak suka sama Mebtaru."- ucap Surya.
"Udah-udah, gak ada gunanya kalian debat. Toh ini juga hubungan mereka, jadi biarkan aja Surya bimbang sama perasaannya sendiri. Paling kalau dia udah sadar, baru dia nyesal," -ujar Awan melerai Galaxy dan Surya.
๐ lanjutanya di episode 53 gusy๐
~Klik suka (๐), love(โค) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya๐๐