
๐ lanjutan dari episode 47 gusy๐
Mereka pun masuk ke dalam booth foto yang ada di arena bermain tersebut.
Ketika ada aba-aba dari layar di hadapan mereka, mereka langsung memasang pose masing-masing. Mentari mencubit pipi Surta,
Surya yang memasang wajah datar nya, Mentari yang tersenyum lebar, hingga Surya menumpukan dagu nya di atas kepala Mentari.
"Ternyata lo bisa berekspresi juga? Gue
kira ekspresi yang lo tahu cuma ekspresi datar doang," -cibir Mentari ketika melihat hasil foto yang telah di print.
Surya tidak menjawab. Ia hanya mendengarkan ucapan Mentari.
"Nih," Mentari menyerahkan satu lembar foto kearah Surya.
"Satu untuk lo, satu untuk gue. Jangan lupa pajang di kamar lo ya, biar lo ingat terus sama gue." -ucap Mentari
"Iya, gue pajang di kamar gue biar hantu-hantu di rumah gue gak berani masuk karena takut lihat muka lo." -Ujar Surya yang membuat Mentari merubah tampang nya menjadi jelek.
"Becanda," -ralat Surya.
"Surya, makan yuk. Gue laper." -Pinta Mentari
"Dasar perut gentong!" -ejek Surya sembari mengacak-acak rambut Mentari dan merangkulnya menuju restoran yang sebelumnya telah ia janjikan pada Mentari.
******
Surya tak henti-hentinya tertawa melihat Mentari yang sedari tadi melakukan berbagai ekspresi konyol dengan makanan di hadapan nya.
Mulai dari kentang, spaghetti, hingga steak yang sama sekali belum mereka sentuh.
Surya berfikir, serendah itukah selera humor nya sampai-sampai ia tak bisa berhenti tertawa melihat tingkah laku Mentari.
"Mendingan lo makan sekarang, dari
di antara mereka.
"Tapi lo suka kan?" -jawab Mentari sembari
memakan steak yang telah di potong terlebih dahulu.
Surya hanya mengendikan bahunya tidak tahu sembari memakan makanannya. Setelah percakapan singkat itu, tidak ada lagi yang bersuara, baik Mentari ataupun Surya. Mereka
sibuk menghabiskan makanan masing-masing.
Tak lama kemudian, makanan di piring mereka habis tak tersisa. Mentari dengan tampang tidak tahu malunya bersendawa karena kekenyangan dan mengusap-usap perut kesayangannya yang telah terisi penuh.
Ini namanya surga bagi Mentari. Makan enak di restoran mahal tanpa harus keluar uang sepeserpun dan di temani oleh cowok paling tampan di sekolah. Bisa di bayangkan betapa beruntungnya Mentari hari ini.
"Kok lo aneh sih hari ini?" -tanya Mnetari
pada Surya yang sedang mengecek ponsel nya.
"Aneh kenapa?" -tanya Surya
"Ya aneh lah. Gak ada angin, gak ada hujan, apalagi badai, tiba-tiba lo ngejar gue demi dapat maaf dari gue. Terus lo ngajakin gue bolos dan pergi ke sini. Berjam-jam lo habisin waktu sama gue tapi lo keliatan have fun tanpa risih sedikit pun. Sedangkan kemarin-kemarin lo bilang kalau lo benci gue gangguin
dan kehadiran gue di hadapan lo itu sungguh merusak kinerja indra penglihatan lo." -Cerocos Mentari panjang kali lebar.
Surya meletakan ponselnya diatas meja dan memperbaiki posisi duduk nya.
"Memangnya salah kalau gue berusaha jadi teman lo? Berhubung gue gak bisa jadi pacar lo karena lo bukan kriteria cewek yang gue suka, tapi gue bisa jadi teman lo." -ucap Mentari.
๐ lanjutanya di episode 49 gusy๐
~Klik suka (๐), love(โค) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya๐๐