Mentari & Surya

Mentari & Surya
Episode 17 : PD



Saat waktu telah menunjukan hampir pukul tujuh pagi, dengan cepat Mentari memasukan sepatunya kedalam tas lalu mengambil papan skateboard yang berada di samping lemari-nya dan bergegas keluar dari rumah.


Alasan Mentari menggunakan skateboard ke sekolah karena jarak sekolahnya yang cukup dekat, menghemat angkos angkat, dan juga terhindar dari macetnya jalanan.


Sebenarnya Mentari memiliki kendaraan di rumah, akan tetapi Nebula melarang Mentari untuk mengendarai kendaraan yang ada di rumahnya karena dengan senang hati Mentari pasti akan mengendarai dengan ugal-ugalan.


Kurang lebih dua puluh menit kemudian, ia telah berkeliaran di koridor sekolah dengan papan skarte kesayangannya itu.


Hampir semua orang yang lewat dihadapannya menatap heran, namun Mentari tidak menghiraukan orang-orang diisekitarnya. Sudah terlalu sering mentari menjadi pusat perhatian. Entah karena kelakuaannya yang diluar nalar atau aksinya yang sedang bermain kucing-kucingan dengan para guru.


"WOY!" -Teriak Mentari menepuk pundak Asteroid dengan pelan tetapi berhasil membuat Asteroid terlonjak kaget sembarimemegangi dadanya.


"Bangke lu!" -umpat Aster kesal.


"Seneng banget ngagetin gue! kalau gue jantungan gimana? mau tanggung jawab lo?!" -umpat Asteroid.


"Hidup jangan dibawa ribet say. Tinggal


ganti pake jantung ayam susah bener


sih," -balas Mentari


"Gue manusia Mentari! Sedangkan Ayam


itu binatang!" ucap Asteroi sambilgregetan dan rasanya ia ingin menenggelamkan Mentari kedalam kolam piranha.


"Intinya sama-sama mahluk hidup kan? Sama-sama mahluk ciptaan Tuhan kan?" -balas Mentari tak pernah mau kalah.


Asteroid mengepal kedua telapak tangannya, lalu ia menghembuskan nafas kasar dan menarik kembali oksigen di sekitarnya hingga memenuhi paru-parunya. Pagi ini kesabaran Asterid benar-benar di uji oleh Mentari. Ralat, bukan pagi ini saja, tapi hari-hari sebelumnya pun sama. Mentaru yang sibuk mengedarkan pandangannya pun tiba-tiba tersenyum lebar, saat ia melihat orang yang sedari tadi ia cari berada tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.


"Samperin Yono ah," -Mentari sembari menenteng papan skatenya.


Namun Asteroid menarik tas Mentari.


"Mau nyamperin my future boy friend gue," -jawab Mentari dengan sok imut.


Asteroid langsung tertawa.


"Hahahahah. Mimpi lo ketingian burun bulbul. Mana ada yang mau jadi pacar lo! ngaca dong lo. Gak punya kaca? Noh di toilet banyak!" -ejek Asteroid terus tertawa.


"Awas aja kalau lo sampai kaget pas dengar gue berhasil punya pacar, dan pacarnya adalah Surya." -jawab Mentari


Mendengar nama yang disebutkan Mentari membuat Asterid semakin tertawa hingga meneteskan air mata.


"Kayaknya otak lo harus di reparasi deh biar bener lagi. Kalau mimpi jangan ketinggian, ntar jatohnya luka ****!" -ujar Asteroid menoyor kepala Mentari gemas.


Mentari tidak menggubris.


"Bodo amatlah. Gue mau samperin my baby hunny swettie unyu-unyu bala-bala ulalala


yeyeye lalalala yeyeye lalalala yeyeyeye gue dulu, bye!" -ujar Mentari yang bersiap berlari menari Surya


Mentari langsung berlari menyusul Surya yang telah hilang dari pandangannya karena naik menuju ruang kelas yang berada di lantai atas. Tanpa memperdulikan suara sendalnyayang menggema saat menaiki tangga, Mentaru terus mempercepat langkah kakinya agar bisa menyusul Surya.


Setelah berjarak dua meter di belakang


Surya, Mentari memilih duduk diatas


meja tidak terpakai yang berada persis


di samping ruang kelasnya.


👉Lanjutannya di episode 18 guys👈


~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏.