Mentari & Surya

Mentari & Surya
Episode 15: Tantangan (lanjutan dari eps 14)



~lanjutan dari eps 14~


Mentari masih tertawa sembari memegangi perutnya yang mulai terasa sakit akibat terlalu lama tertawa. Beberapa detik kemudian, ia mulai bisa menghentikan tawanya dan menatap Asteroid dengan mata yang berkaca kaca.


Mentari memperbaiki posisi duduknya, lalu menggeser mangkok Asteroid dan memakannya.


"Sumpah, muka lo jelek banget kayak monyet lagi selfie," -ejek Mentari semakin


membuat Asteroid menyipitkan matanya.


"Lo ngapain disini? Bukannya lo di


hukum sama Pak Seto?" -tanya Asteroid


Mentari memperbaiki posisi duduknya, lalu menggeser mangkok Asteroid dan memakannya.


"Tadi gue di beliin minuman sama Surya," ujar mentari tidak jelas karena sambil mengunyah baso si Asteroid.


"Hah?" -Asteroid dengan kagetnya


Mentari menelan bakso yang


dimakannya


"Tadi, pas gue baru selesai ngerjain hukuman dari si kumis lele itu, Surya datang terus ngasih gue minuman." -ujar mentari


Mata Aster membulat sempurna.


"Seriously?" tanya nya tak percaya, dan


Mentari hanya mengangguk sembari terus


memakan bakso milik Asteroid.


Tak butuh waktu lama untuk ia menghabiskan bakso milik Asteroid, kini Mentari menoleh kesahabatnya itu danmemasang tampang memelas.


"Beliin gue bakso dong," -pinta Mentari.


"Asterid Cantik deh. Baik hati, pandai, rajin menabung, rajin beribadah, dan tidak sombong. Pleasee beliin gue bakso yaa..." -pinta asteroid


"Gila lo ya! Barusan lo habisin bakso


gue dan sekarang lo minta dibeliin lagi?" -ujar Asteroid setengah berteriak dan Mentari hanya mengangguk.


Asteroid menghela nafas dan bergumam seolah menimbang permintaan Mentari.


"Gue tahu pasti ada syaratnya," tebak Mentari setelah melihat raut wajah Asteroid.


"Apaan syaratnya?"-tanya Mentari


Asteroid menunjuk ke salah satu meja kantin yang berada di paling pojok. Disana terdapat seorang cowok berkaca mata tebal dengan rambutnya yang lepek seperti tidak pernah di keramas.


"Jangan bilang lo-" -terka Mentari.


"Yaps. Bener banget kamu ri," -ucap Asteroid


membenarkan pemikiran Mentari.


"Berhubung tadi adalah pelajaran kimia dan Pak Seto si kumis lele itu ngasih kita tugas banyak, lo harus minta jawabannya ke murid terpintar seangkatan kita." -ujar Asteroid.


Mentari mengembangkan hidungnya.


"Dia? Sasuke KW? Gue harus minta jawab ke dia?" -ulang Mentari berharap ini hanyalah mimpi di siang bolong.


"Gue yakin sepuluh ribu persen, dia gak bakalan ngasih. Karena dia adalah orang terpelit seantreo sekolah Bintang ini!" -ujar Mentari dengan menggelengkan kepalanya.


"Belum nyoba udah nyerah. Gimana


indonesia mau maju? Cupu lo Rii!" -ejek Asteroid.


Mendengar ejekan Asteroid terhadapnya, Mentari langsung berdiri.


"Oke. Gue bakalan minta jawaban ke Sasuke KW. Tapi kalau gue berhasil, lo harus traktir gue bakso sebanyak apapun yang gue mau selama tiga bulan kedepan." -tawar Mentari


"Deal," ujar Asteroid setuju tanpa ba bi bu.


Mentari menarik nafas dan menghembuskannya, lalu menyakinkan diri dan mulai berjalan mendekati siswa yang di juluki 'sasuke kw' oleh murid-murid SMA Bintang.


Sebenarnya Mentari tahu, teman sekelasnya ketika kelas sebelas itu menjunjung tinggi nilai kejujuran. Cowok itu tidak pernah menyontek ataupun memberikan contekan, dan juga selalu mengerjakan tugas-tugas yang di berikan oleh guru tanpa pernah absen


sekalipun.


"Sasuke kw.." -panggil Mentari membuat


cowok itu menoleh.


👉Lanjutannya di episode 15 guys👈


~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏🙏~