
๐ lanjutan dari episode 33 gusy๐
Pada pagi yg sejuk Mentari sudah berangkat dari pagi-pagi, agar menghindaru menghindari hukuman yg pernah diberu dari pak Seto,
di susul dengan Asteroid di jam yg sama, setiba di kelas Asteroid melihat mentari menangis dengan wacah gak menyerupai manusia.
"Astaga!" -Teriak Asteroid terkejut ketika melihat Mentari yang mendudukan pantatnya ke kursi dengan wajah persis seperti zombie. Rambut kusut tak disisir, mata sembab, bibir pucat, maskara dan eyeliner luntur. Benar benar seperti orang gila.
"Lo kenapa dah?" -tanya Asteroid heran.
Apalagi Mentari sedari tadi hanya diam melamun.
Biasanya, Mentari teriak sana-sini seperti orang kesetanan.Mentari pun menangis kencang, membuat teman-teman sekelasnya heran. Terutama Asteroid yang duduk persis di sebelahnya. Tangisan Mentari membuat
telinga Asteroid terasa ingin pecah.
"Eh-eh lo kenapa sih? Pagi-pagi udah nangis histeris begini, lagi konser?," -Asteroid kembalibbertanya karena ia benar-benar bingung dengan kelakuan aneh Mentari pagi ini.
Mentarj mengambil tisu dari saku baju-nya lalu mengelap ingus yang menumpuk di hidung-nya sembari sesegukan.
"Gue sedih Astor," -ucap Mentari yang masih terus menangis.
"Sedih kenapa?" -tanya Asteroid menenangkan Mentari.
Mentark tak langsung menjawab. Ia kembali mengeluarkan ingus-nya yang keluar itu
"Semalam gue habis baca novel, dan novelnya itu sedih banget. Masa si cewek ini hidupnya ribet banget kayak benang kusut. Punya penyakit, terus dihantuin masa lalu, terus harus kehilangan orang yang dia sayang, terus gak dapat perhatian dari orangtuanya. Endingnya, si cewek ini meninggal karena kecelakaan. Kan sedih!!! huaaaahhhh huaaahhhh huuuahhhh ๐ญ๐ญ๐ญ"
-Mentari kembali menangis sekencang-kencangnya, membuat Asteroid langsung membekap mulut Mentarj
Meski mulutnya terbekap, Mentari masih saja menangis. Tiba-tiba saja Nebula datang ke kelas Mentari dan menghampiri adiknya yang terlihat begitu menyedihkan.
"Tuh sarapan buat lo," -ujar Nebula sembari menaruh kotak bekal ke atas meja Mentari.
Mentari mendongak mentap kakaknya, lalu ia berdiri dan menghambur ke pelukan Nebula sembari menangis kencang.
"Teman lo kenapa?" -Nebula bertanya pada Asteroid .
Asteroid mengendikan bahu tak tahu.
"Nebuluk..." panggil Mentari mendongakbdan menatap Nebula dengan Puppy eyesnya.
"Apa?" -Jawab Nebula
"Uang jajan gue ketinggalan di kamar hehe."- ujar Mentari
Nebula mendengus kesal. Ia pun mengeluarkan lembaran uang dari dompetnya dan memberikannya kepada Mentarj. Adiknya yang satu itu benar-benar pelupa.
"Yeaayyy," -teriak Mentaei kegirangan.
"Makasih Nebuluk ganteng."-ucap Mentari.
Mentari menghapus air matanya dan menyisir rambutnya dengan tangan. Matanya terasa berat karena sembab dan juga ngantuk.
Bagaimana tidak, semalaman ia begadang demi menyelesaikan novel yang di bacanya.
Lalu setelah novel itu habis, ia menangis tanpa henti karena membayangkan bagaimana jika dirinya yang menjadi karakter dalam novel tersebut
"Cuci muka sana. Muka lo beler bangetbkayak orang gila di pinggir jalan." -Ucap Nebula yg sudah tak tahan melihat wajah Mentari yg acak-acakan itu.
Mentari langsung berdiri tegak seraya hormat.
"Siap laksanakan komandan." -Ucap Mentari
Nebula tersenyum singkat lalu pergi meninggalkan ruang kelas Mentari. Mentari pun kembali duduk ke tempat duduknya dengan senyuman cerah seperti biasa.
๐ lanjutanya di episode 34 gusy๐
~Klik suka (๐), love(โค) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya๐๐