
~Lanjutan dari episode 11~
"Ett, buset pak gak gitu juga kali pak" -sahut Asteroid tiba-tiba.
"Diam kau Asteroid!!!, mau bapak hukum juga?"-bentak Pak Seto yg membuat Asteroid bungkam.
Sedangkan Mentari menatap Asteroid dengan dalih meminta bantuan. Sayangnya asteroid tak bisa melakukan apa-apa selain mendoakan Mentari agar hukuman sahabatnya itu cepat selesai.
"Gak ada diskon-diskonan gitu pak" -pinta Mentari dengan memasang wajah welasnya.
"Kamu kira ini mall, cepat pergi ke taman, abis itu kelapangan" -suruh Pak Seto.
"Iya iya iya pak" -jawab Mentari dengan lesunya.
Mentari menaruh tas dan skateboardnya di samping Asteroid, lalu melangkah keluar dari kelas dengan kurang semangatnya. Waktu belum menunjukan pukul 9 pagi, tetapi dirinya sudah mendapatkan hukuman. Awal yg bagus Mentari.
"Jangan ada yg keluar kelas!, kalau sampai bapak liat salah satu dari kalian keluar dari kelas, satu kelas bapak hukum" -ancam Pak Seto.
"Terus kalau kebelet pipis bagaimana pak" -ujar langit bertanya.
"Pipis di botol" -jawab Pak Seto dengan galaknya,setelah itu melenggang keluar kelas mengikuti Mentari yg keluar terlebih dahulu.
Sepeninggal pak Seto dan juga Mentari, semua yg ada di kelas mulai ramai bercerita. Surya dan Galaksi pun menghadap belakang. Sedanglan Langit sibuk memperhatikan Asteroid yg meletakan kepalanya diatas meja sembari memakai headset lalu memakaikan di telinganya dan selepas itu memejamkan mata sambil meniimati musik di hpnya itu.
"Gw baru tau Mentari sama Nebula itu saudaraan" -ucap Galaksy yg tadinya terkejut karna ucapan Pak seto.
"Gw juga baru tau, tapi sumpah ya, sifat Mentari dan Nebula itu kontras banget. Kaya langit dan bumi. Nebula itu pintar, kalem, dan perfeksionis, sedangkan Mentari?. Udah tomboy, tukang buat onar, bar-bar, pecicilan, gak stres apa ya Nebula punya saudara kaya mentari itu"- ujar Awan yg tak habis fikirnya.
"Kalian ngapain sih ngurusin mereka berdua? Gak penting tahu gak" -ujar Surya.
"Ya bukan gitu Surya, cuma gak habis fikir itu loh, jaman sekarang masih aja ada cwe langka kaya mentari itu, dia itu tomboy, tukang buat onar, bar-bar, pecicilan, dengan sifatnya itu gw gak habis fikir, 1 dari 1000 cewek yg gw kenal dia yg punya tingkah aneh bin ajaib, lo liat aja, disaat cwek-cwe memuji lo karna takut panas, takut kulitnya lecet, Mentari malah kebalikanya" -ucap Galaksy dengan panjang kali lebarnya.
"Lo semua terlalu melebih-lebihkanya" -saut Surya.
"Melebih-lebihkanya maksudnya apa lo sur, gw kagak reti" -tanya Galaksi yg tak mengerti maksud dari omongan Surya.
"Tapi memang faktanya seperti itu kali, gw 100 persen yakin, bahwa lo itu juga penasaran sama Mebtari. Kelihatan kok dari cara lu melihatnya kemarin las lagi tanding bola basket" -ucap Galaksi untuk menyakinkan diri sendiri.
"Terserah deh lo mau ngomong apa. Intinya yah gw itu sama sekali tidak tertarik sama tuh cewe" -ujar Surya sambil berdiri.
"Mau kemana lo?" -tanya Langit.
"Mau ke toilet" ucap Surya sambil melangkahkan kaki ke luar kelas dengan tujuan ke toilet.
Terkadang, mereka juga risih dengan sikap Surya, dan menghilangkan sikap acuh tak acuh Surya, namun bagaimana mereka pun tak tau cara melakukanya.
👉Lanjutannya di episode 13 guys👈
~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏🙏~