
๐ lanjutan dari episode 36 gusy๐
Nebula tersenyum singkat lalu pergi meninggalkan ruang kelas Mentari. Mentari pun kembali duduk ke tempat duduknya dengan senyuman cerah seperti biasa.
la mengambil kotak makan yang dibawakan Nebula dan memakan isinya.
"Mau dong," -ucap Asteroid memasang
wajah memelas pada Mentari
"Mau?" -Mentari menyodorkan roti buatan Nebula kepada Asteroid dan Aster oid
mengangguk mah.
"Tapi pas istirahat nanti, lo harus traktir gue bakso seperti biasa ya?" -Asteroid langsung mengambil roti yang berada di kotak makan tersebut dan memakannya dengan kesal.
"Eh gue ke toilet dulu ya, mau mandi. Badan gue bau banget soalnya," -pamit Mentari pada Asteroid yang sedang asik mengunyah makananya.
Asteroid lansung mendorong Mentari.
"Jorok banget sih lo!" -ucap Asteroid sambil menutup lobang hidungnya.
Mentari hanya cengengesan dan bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan riang keluar dari kelas. Tak perduli jika wajahnya terlihat seperti hantu karena maskara dan eyeliner yang luntur.
Tipikal Mentari, ia tidak perduli dengan apa yang akan orang-orang katakan, yang penting ia bahagia.
Karena terlalu menikmati langkah kakinya, Mentari tidak melihat siapa saja yang berlawanan arah dengannya, hingga ia menabrak orang-orang yang berada di depannya.
Mentari mendongak untuk melihat siapa orang yang di tabraknya. Dan orang yang di tabrak Mentari adalah lelaki yang sering ia kerjai yaitu Surya.
Tanpa mengatakan apa-apa, Mentari melenggang pergi meninggalkan Surya.
Namun Surya menahan pergelangan tangan Mentari hingga langkah kaki Mentari terhenti.
"Kenapa? Lo mau maki-maki gue kayak kemarin lagi?" -tanya Mentari dengan nada tak bersahabat.
"Gue--" -Ucap Surya akan tetapi dipotong oleh Mentari.
Surya pun menoleh kearah belakang, mengikuti arah pandangan Mentari. Akan tetapi ia tidak menemukan sosok adiknya yang baru saja dipanggil Mentari. Ketika ia berbalik hendak meminta maaf pada Mentari.
Mentari sudah tidak ada di depannya. Ia mengedarkan pandangan kesekelilingnya, namun tetap tidak menemukan Mentari. Surya pun memutuskan masuk ke dalam kelas. Sedangkan Mentari berlari sekencang mungkin untuk menghindar dari
Surya.
Jantungnya berdetak kencang dan nafasnya terengah-engah. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan Surya sepagi ini. Apalagi dengan tampilannya yang seperti gembel.
"Aish Mentari lo ngapain sih mikirin
Bintang!" -Umpat Mentari pada dirinha sendiri berusaha menghilangkan Surya dari fikirannya. la pun langsung menyalakan keran air di westafel dan membasuh wajahnya.
"Eh, tadi Surya mau ngomong apaan
ya? Ah bodo amatlah!" -Ucap mentari
Mentari kembali membasuh wajahnya dan menghilangkan bekas-bekas maskara yang luntur. Hari ini, Mentari bertekad untuk
mengabaikan Surya karena ia masih kesal dengan perlakuan Surya kemarin, ketika mereka bertemu di sebuah mall.
Lagi pula, Mentari juga ingin melihat bagaimana reaksi Surya jika Mentari menjauhinya.
Apakah Surya bersikap seperti biasa?
Atau merasa ada yang hilang.
************
Jam istirahat selalu menjadi jam favorite Mentari selama di sekolah. Karena dengan begitu, ia bisa makan sepuasnya di kantin.
Ditambah lagi, ia akan mendapat sponsor bakso gratis dari Asteroid karena tempo hari mereka membuat kesepakatan meminta bantuan ke Guntur yang berakhir dengan hancurnya weekend Mentari karena harus menemani Guntur seharian itu.
๐ lanjutanya di episode 35 gusy๐
~Klik suka (๐), love(โค) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya๐๐