Mentari & Surya

Mentari & Surya
Empisode 23 : Malapetaka 01



Sehari setelah insiden dimana Mentari mengalahkan Surya dalam hal pertandingan bola basket yang diadakan Surya, Surya berusaha bersikap seperti biasa. Seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa antara diri-nya dengan Mentari.


Bahkan Surya berharap, semoga teman-temannya tidak ada yang bertanya perihal kemarin di lapangan. Tanpa Surya sadari, diri-nya menggeram kesal sembari menjambak frustasi rambutnya. Ia masih tidak habis fikir bagaimana dirinya kalah dari Surya, si cewek pembuat onar yang saat ini sering kali menganggu-nya.


Dan parahnya lagi, ia harus menjalin hubungan dengan Mentari karena kesombongan-nya yang menantang Mentari bertanding demi terbebas dari gadis tersebut.


"Woy Surya!" -ujar seseorang yanh tak lain adalah si Langit sembari menepuk bahu Surya.


Surya sedikit terkejut namun tidak ia tampakan.


"Diem-diem bae, udah sarapan belom?" -tanya Langit menautkan alisnya dan dibalas putaran bola mata oleh Surya.


Tak lama kemudian, Galaxy dan Awan muncul dari arah depan dan menghampiri dirinya yang sedang bersama Langit.


"Tumben banget lo disini. Biasanya juga


lo nungguin kasih tak sampai lo di


depan kelas," -ucap Awan kepada Langit. Langit melirik ke arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Gue ramal, hari ini kekasih bayangan gue datang terlambat," -balas langit dengan gaya sok kegantengan.


"Ramal-ramal, mau niru gayanya Dilan? Gak cocok ****!" -cibir Galaxy.


Surya hanya diam mendengarkan obrolan teman-temannya. Tetapi dalam hati ia bersyukur karena tak ada satupun dari temannya yang membahas apa yang terjadi di tengah lapangan kemarin.


Meski begitu, Surya belum bisa bernafas lega karena belum bertemu dengan Mentari dan mencoba untuk melakukan negosiasi seperti yang ada di fikirannya saat ini.


"Eh by the way.. gue mau nanya deh sama lo Tong," ucap Galaxy tiba-tiba membuat Surya menoleh dengan raut datarnya.


"Apaan?" -Jawab Surya dengan raut muka datar.


"Gimana, lo berhasil ngebuat Surya berhenti gangguin lo?" -Awan menjentikan jarinya dan


menimpali.


"Nah! Gue juga barusan mau nanya itu ke lo."-tanya Langit


"Sekali lagi lo ngomong 'gue ramal-gue


ramal' gue pastiin lo pulang sekolah gak


pake celana dalam!" -ancam Galaxy


membuat Langit langsung mencibir


kesal.


Surya masih tak bersuara. Hari ini bagaikan mimpi buruk yang menjadinkenyataan untuk kelangsungan hidupnya.


Mungkin ini adalah detik terakhir Surya merasakan ketenangan dalam kesehariannya, sebelum Bulan datang dan menghancurkan segalanya.


"Pucuk dicinta, ulam pun tiba." -ucap Galaksi.


Mereka semua sontak menghadap kedepan dan melihat Asteroid an Mentarj yang berjalan degan raut wajah tanpa dosa, seperti biasanya.


Tapi anehnya, Mentari malah mengumbar senyum selebar iklan pasta gigi hingga memperlihatkan deretan giginya yang hampir kering karena terkena angin sepanjang ia melangkahkan kaki.


Surha langsung memandang Mentari sengit ketika mata Mentari bertabrakan dengannya. Mentari duduk manis persis di hadapan Surya , membuat Surya berdiri dan hendak meninggalkan kelas.


Namun sayang, pergerakannya di hentikan oleh tangan Mentari yang menahan pergelangan tangan Surya.


"Guys..." -teriak Mentari membuat semua


orang yang berada di kelas menoleh kearahnya.


"Hari ini gue pengen ngasih tahu sesuatu ke kalian semua, tentang apa yang terjadi di lapangan kemarin setelah Surya kalah tanding basket sama gue." -jawab


Mentari menaikan sebelah alisnya.


👉Lanjutannya di episode 24 guys👈


~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏