
👉Lanjutann dari episode 18 guys👈
"Bisa aja si biang kerok Mentari ngebuat masalah dan Surya terpaksa nyeret dia balik ke kelas," -lanjut Pelangi.
"Ye! Nyahut aja sih lo kayak petasan renteng! Gue sleding mati lo!" -sahut seseorang lagi yang ternyata Asteroid membuat Mentari menoleh dan mengedipkan matanya.
"I love u sayangku, muah." Saat itu juga Asteroid menyesali perkataannya karena telah menyelamatkan Mentari dari perang dunia kedua setengah.
Tiba-tiba kelas mendadak hening.
Semua murid langsung duduk rapi di bangku masing-masing. Bahkan Asteroid yang berdiri di depan pintu pun langsung berlari ketempat duduknya.
Peka akan kode yang diberikan secara tidak langsung dari teman-teman sekelasnya, Surya langsung melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan Mentari dan kembali ke tempat duduknya.
"Yah, kenapa dilepas? Kan gue belum foto buat di upload ke instagram. Lumayanlah biar gue gak di kira jones atau-pun lesbi gitu," -ucap Mentari dengan mupeng.
Asteroid melotot kearah Mentari
"Itu dibelakang lo," -ucap Asteroid dengan pelan sembari memberi kode kepada Mentari agar menoleh ke belakang.
Sayangnya Mentari sama sekali tidak peka karena terus menatap Surya sembari mengedipkan matanya, memberikan ciuman jauh dan mengucapkan kalimat cinta
"I lope you Suryono."-ucap Mentari
"Ekhemm ekhem.." -tegur seseorang di belakang Mentari.
Mentari berdecak karena orang yang baru saja menegurnya telah menghancurkan imajinasinya itu.
"Ekhemm ekhem..." -tegur orang itu untuk kedua kalinya.
Karena kesal, Mentari-pun mengomel.
"Assalamualaikum Ibu cantik. Pasti Ibu baru beli lipstick sama bedak baru kan? Soalnya nih ya, aura Ibu hari ini itu beda. Mirip sama artis cantik Elly sugigi," -ucap Mentari.
Bu Maria melotot tajam.
"Maksud saya itu loh Bu, Irish Mata," -Ucap Mentari yg kedua kalinya
Bu Maria semakin melotot kearah Mentari.
"eh Irish Bella bu maksudnya," -ralat Mentari dengan cengengesan.
Bu Maria langsung merapikan segaramnya sedangkah mentari menghela nafas lega.
"Kembali ke tempat dudukmu!" -perintah Bu Maria langsung di laksanakan oleh Mentari.
"Buka buku paket kalian. Hari ini saya akan mengadakan ulangan harian. Saya kasih waktu 10 menit untuk belajar." -ucap guru sejarah tersebut.
"Ini otak gue yang gak beres, atau memang disekolah ini guru sama murid ajaib semua?" -gumam Asteroid menghela nafas.
Lima belas menit sebelum bel istirahat berbunyi, Mentari izin keluar kelas dengan alasan ingin ke toilet. Padahal itu hanya akal-akalannya saja agar istirahat lebih dulu dari teman-temannya yang lain.
Ketika bel akhirnya berbunyi, Mentari memperhatikan murid murid yang mulai menghambur keluar kelas. Sembari mengetukkan pensil ke dagunya, Mentari berfikir apa yang akan ia buat di kertas kosong yang ia bawa. Sebuah ide pun melintas dan dengan cepat Mentari langsung menggoreskan ujung pensilnya di atas kertas tersebut.
"Woy Mentari! Turun napa. Udah istirahat nih. Betah amat lu disana kayak kuntilanak galau,"- teriak Asteroid dari bawah karena posisi mentari saat ini sedang berada di atas pohon.
Mentari tak menjawab bukan karena ia tidak mendengar teriakan tersebut, tetapi karena ia sedang fokus dengan gambarannya. Sesekali ia menoleh kearah Asteroid yang memasang tampang bete karena menunggunya.
👉Lanjutannya di episode 20 guys👈
~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏