
~lanjutan dari eps 15~
"Sasuke kw.." -panggil Mentari membuat
cowok itu menoleh .
"Eh maksud gue, Guntur," ralat Mentari dengan cengengesan.
"Gue boleh duduk disini kan?" -Ucap Mentari.
Cowok bernama Guntur itu hanya
mengangguk pelan dan menggeser
pantatnya untuk memberi ruang pada
Mentari
Cowok bernama Guntur itu hanya
mengangguk pelan dan menggeser
pantatnya untuk memberi ruang pada
Mentari.
"A-ada a-apa?" tanya Guntur gagap.
"Lo gak usah takut sama gue. Gue gak
makan orang kok," ucap Mentari
dengan canggung.
"Oh iya, gue boleh minta bantuan gak?" -pinta Mentari
"Ba-bantuan a-apa?" -jawab Guntur dengan gugup.
Bulan berdeham.
"Jadi gini, kan tadi gue di hukum suruh potong rumput di lapangan dan di taman dan gue gak ikut pelajaran. Kebetulan tadi itu pelajaran kimia, terus Pak Seto ngasih tugas. Karena gue dihukum yah, jadi gue belum tahu penjelasannya dan otomatis gue pasti gak tahu jawabannya kan. Nah gue boleh minta gak minta tolong ke lo gak buat ngerjain tugas gue?" -tawar Mentari.
"Eh-eh-eh gi--gi-gimana ya," -ucap Guntur yang sedikit bimbang.
Mentari menoleh kearah Asteroid yang berada jauh di belakangnya. Asterid mengucapkan kata 'Mampus' tanpa bersuara dan Mentari menjawabnya dengan jari tengah yang terangkat.
"O-o-oke, gu-gu-gue mau ngerjain tugas lo.
Ta-ta-tapi ada sya-sya-syaratnya," -ucap
Guntur dengan gugup membuat Mentari kembali menoleh.
Mentari kembali tersenyum semanis
mungkin.
Guntur menggeleng.
"Lo-lo-lo ha-ha-harus jalan sama gue,mi-mi minggu depan." -ucap Guntur yang semakin gugup.
"WHAT jalan sama Lo?"-jawab Mentari dengan sangat kagetnya .
Respon Mentari teramat-amat berlebihan membuat semua yang berada di kantin menoleh ke arah Mentari.
"Ja-ja-jalan? sama lo? gue gak salah dengarkan?" -ucap Mentari.
Mentari mendengar apa yg di dengarnya berharap apa yang tadi di ucapkan guntur itu hanya angin lewat semata. Guntur menggeleng membuat oksigen di sekitar Mentari seolah menghilang dan dadanya langsung terasa amat sesak.
"Astaga gue lupa! Tadi gue disuruh ke ke---" ucap Mentari langsung di serobot sama Asteroid.
"Bulan mau kok jalan sama lo,"-ucap Asteroid .
interupsi Asteroid ini membuat Bulan menoleh dan melotot tajam kepada Asteroid.
"Big no!" -gumam Mentari pada Asteroid sembari menggeleng kan kepala.
Asteroid mengedipkan sebelah matanya
pada Mentari sebagai tanda lalu berkata pada Guntur.
"So, lo mau kan ngerjain tugas kimianya
Mentari? sebagai gantinya, minggu depan
lo bakalan jalan sama dia." -Tanya Asteroid
"Sumpa lo gila, lo gila, lo gila, lo gila samapai ke ubun-ubun !" -gumam Mentari yang sama sekali tak dihiraukan oleh
Asteroid.
Guntur hanya tersenum dan menjawab
"iyah" -jawab Guntur sambil tersenyum
dan sedangkan Asteroid tersenyum pada Guntur dan berkata.
"Kalau gitu, gue sama Mentari pamit duluan ya tur. Byee Guntur.." pamit Asteroid
menarik paksa Mentari yang hanya bisa
pasrah dengan nasib yang akan menimpanya pada minggu tadi
~Klik suka (π), love(β€) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanyaπππ
~Klik suka (π), love(β€) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanyaππ.
~Klik suka (π), love(β€) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya yπππ