
"Sur, lo kenapa sih masih aja cuek sama Mentari? Kan Mentari udah jadi pacar lo sekarang." -tanya Langit
Pertanyaan yang di lontarkan olehbLangit sama sekali tidak di gubris oleh Surha asik dengan makanannya.
Setelah pertemuannya dengan Surya tadi, Mentari merasa ada yang aneh dengan dirinya. Surya tidak mungkin menyukai Mentari. Surya juga tidak mungkin cemburu karena melihat Mentari pergi bersama Guntur.
Entahlah, mungkin Surya terlalu memikirkan tantangan yang kini menjadi petaka untuk dirinya.
"Sorry, gue bukan tipe cowok yang suka ngerebut pacar sahabatnya sendiri," -jawab Galaxy santai.
"Tapi lo nikung gue," -tiba-tiba Langit bersuara.
"Sejak kapan gue nikung lo?" -timpal galaxy
"Sejak Asteroid suka sama lo," -jawab Langit membuat Galaxy langsung tertawa.
Bagaimana bisa dirinya di sebut tukang tikung hanya karena cewek yang disukai oleh Langit menyukai dirinya.
Galaxy menatap Langit sembari menepuk pundaknya.
"Langit, lo bisa sebut gue tukang tikung kalau gue juga suka sama Aster dan nembak dia di depan mata lo untuk jadi pacar gue," -ujar Galaxy
"Jangankan nikung lo, punyaperasaan ke dia aja enggak." -lanjut Galaksi
"Terus kalau lo gak suka sama Aster, lo suka sama siapa? Mentari?" -Sahut Awan menimpali.
Galaxy mendengus.
"Gue gak suka sama Asteroid bukan berarti gue suka sama Mentari. Memangnya kalian fikir cewek di dunia ini cuma mereka berdua?"-tanya Galaksy
"Kalau lo memang gak suka sama Mentari, terus kenapa sikap lo aneh banget setiap kali ngeliat Mentari sama Surya? I mean, lo langsung pergi gitu aja seolah-olah lo merasa tersakiti setiap kali ada di antara mereka."- Awan mencoba memberi pertanyaan yang menjebak pada Galaxy, agar Galaxy mau mengatakan yang sebenarnya.
"Bukan merasa tersakiti. Gue males aja ikut campur urusan mereka. Toh Surya udah dewasa kan? Pasti dia bisa kok menyelesaikan urusan dia sama Mentari tanpa perlu campur tangan gue, lo dan juga Langit."-timpal Galaksy
"Munafik banget lo," -ujar Surya mengubah tatapan matanya.
Galaxy tersenyum sinis.
"Gue? munafik? gak salah tuh? Bukannya lo sendiri ya, yang munafik?" -balas Galaxy mengembalikan ucapan Surya.
"Tinggal bilang lo suka sama Mentari aja ribet. Lagian, kalau lo suka sama Mentari, dengan senang hati gue bakalan ngasih dia buat lo."-lanjit Surya
"Pertama, Mentari bukan barang yang
bisa sesuka hati lo kasih ke siapapun terdiam dan hanya memandangi punggungnya yang mulai menjauh" -ucap Galakxy yang berdiri dan berjalan meninggalkan mereka
"Woy Gala! Mau kemana lo?" -teriak Langit yang dibalas lambaian tangan dari jauh oleh Galaxy.
"Gila ya tuh bocah hobi bener dah main pergi-pergi aja," sambung Langit
"Kayak lo gak tahu Galaxy aja," balas Awan yang memilih untuk melanjutkan makannya yang sempat tertunda di banding harus kembali berdebat dengan teman-temannya.
Sedangkan Surya hanya diam dengan beribu pertanyaan yang ada di fikirannya saat ini.
Entah mengapa, setelah mendengar ucapan Galaxy tadi, seolah-olah langsung terjadi kesalahan pada otaknya hingga memunculkan nama Mentari yang kini tidak bisa hilang dari fikirannya. Surya langsung mengingat kejadian-kejadian yang berkaitan
dengan Mentari dan juga dirinya. Mungkin perkataan Galaxy ada benarnya, atau Surya terlalu berlebihan memikirkan gadis bernama
Mentari itu?
๐ lanjutanya di episode 30 gusy๐
~Klik suka (๐), love(โค) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya๐๐