Mentari & Surya

Mentari & Surya
Episode 07: Di Pinggir Lapangan(Lanjutan dari episode 06)



 


~Lanjutan dari episode 06~


 


Setelah Surya tiba di hadapan teman-temanya , Surya langngsung bersandar di bawah pohon besar yg menaungi mereka dan memainkan ponselnya tampa memperdulikaan teman-temanya yg asik berdebat. Tak lama setelah Surya datang, seorang gadis menghampiri kumpulan tersebut. Asteroid, dengan nafas tersengal memegangi kedua lututnya secara mengatur nafasnya.


"ada yg melihat Mentari gak" -tanya Asteroid dengan nafas yg belum teratur sepenuhnya.


"kok nyari-nya Mentari, seharunya lu cari yayang lolu ini dong" -gerutu Langit yg memang sejak lama menyukai Asteroid.


"pala lu peang,! apa sih yayang-yayangan, gw bukan yayang lu" -balas Asteroid dengan ketus membuat Langit mengrucutkan bibirnya.


Sedangkan Awan dan Galaksy tertawa terbahak-bahak akibat tingkah laku Langit dan Asteroid.


Surya hanya tersenyum tipis sembari menggelengkan kepalanya ketika melihat raut wajah Langit yg pias.


"eh, eh, pak Seto datang tuh" -ujar Langit yg membuat Galaksi dan Awan berhenti tertawa.


Mereka menoleh kearah tunjukan Langit mendapati pria paruh baya dengan rambut khas belah tengah dan juga kumis tebal sedang berjalan dengan raut wajah yg mendadakan sangat tidak enak untuk dipandang. Ya, itu sakah satu guru ter killer di SMA Bintang.


"dimana si pembuat onar itu" -Tanya pak Seto ketika berdiri dihadapan murid-muridnya itu.


"DIMANA MENTARIII" -teriak Pak Seto yg menandakan ia sedang marah tingat planet.


Sayangnya mereka yg di hadapan Pak Seto tetap diam.


"Asteroid, dimana Mentari?" -tanya Pak Seto ke Asteroid yg kini bergunyam tak jelas.


Sementara itu, Mentari hanya mendengar percakapan dibawahnya itu hanya membekap lutut dan menahan tawanya. Mentari tau kenapa iya menjadi buronan (lagi) oleh salah satu guru killer di sekolahnya. Alasanya adalah iya mengajak para guru bergosip ria dengan menyebarkan rahasia Pak Seto yg memang hanya di ketauhi oleh mentari karena ia tak sengaja mendengar rahasia Pak Seto.


"Bapak cari saya?" -ujar mentari yg membuat mereka yg berada di bawah langsung menoleh kesana kemari untuk mencari keberadaan Mentari.


"Saya diatas pak" -ucapnya lagi yg kontan mereka menoleh ke atas. Lebih tepatnya menoleh ke atas pohon yg di sandari Mentari.


Dari bawah mereka melihat mentari yg sedang berdiri dengan punggungn yg bersandar di batang pohon sembari menyilangkan kakinya dan sembari menggigit kukunya.


"MENTARI, TURUN KAMU!, BAPAK MAU NGOMONG SESEUATU!" -teriak Pak Seto


"Gimana saya mau turun pak, di bawah saya ada lelaki jablay. ntar kalau saya turun di intipin gimana? bapak mau tanggung jawab? bapak bisa kena pelecehan seksual loh pak"- jawab mentari dengan santai tampa rasa takut sedikitpun meski telah mendapatkan tatapan membunuh dari pak Seto.


Mendengar perkata Mentari, Surya pun pergi menjauh dan teman-temannya yg bergendre laki-laki langsung menutup matanya. Mentrai pun beranjak turun dari atas pohon dan mendarat dengan kedua kakainya tampa cidera sedikitpun.


mentari pun membersihkan kedua tanganya dna merapikan seragamnya lalu bertanya tampa dosa.


"bapak kenapa cari saya" - tanya mentari dengan entengnya seakan-akan dia tak berdosa.


"jangan sok pura-pura gak tau kamu mentari" -jawab Mentari.


Mentari menghela nafas.


"ohh, saya tahu pasti gara-gara saya tadi ngegosip sama guru-guru TU terus keceplosan dan membocorkan rahasia bapak kan" -ujar Mentari dengan sengaja memancing emosi pak Seto.


👉Lanjutannya di episode 08 guys👈


~Klik suka (👍), love(❤) saran and kritikan agar penulis bisa memperbaik tulisanya🙏🙏🙏~