Marvel

Marvel
CHAPTER 9



⚠️ ! Warning typo ! ⚠️


.


.


.


Tiga hari setelah kedatangan ayahnya, Marvel dan gengnya mendapati diri mereka menjadi sasaran teror dari penjahat-penjahat yang misterius. Mereka mulai menerima ancaman dan serangan secara teratur. Situasi ini membuat mereka waspada dan khawatir, karena mereka tidak tahu siapa yang ada di balik serangan ini.


"Ini tidak bisa terus berlanjut seperti ini, Marvel. Kita harus mencari tahu siapa yang melakukan ini."


"Aku setuju. Kita harus berusaha mencari tahu motif mereka dan menghentikan serangan ini."


"Mungkin ini ada kaitannya dengan misi kita sebelumnya. Penjahat-penjahat tersebut bisa saja merasa tersinggung atau ingin membalas dendam."


"Apa pun motifnya, kita harus tetap waspada dan siap menghadapi setiap serangan."


Pada malam yang gelap, Marvel sedang tertidur di markas mereka ketika tiba-tiba terbangun. Ada sesuatu yang tidak beres, dan dia merasakan kehadiran penjahat di sekitarnya. Dalam kegelapan malam, dia bertanya-tanya mengapa begitu banyak penjahat mengepung mereka.


(berbisik pada dirinya sendiri) "Mengapa begitu banyak penjahat yang mengepung kita malam ini? Apakah ada sesuatu yang kita tidak tahu?"


Dia merenungkan pertanyaan-pertanyaan ini dalam keheningan malam yang gelap. Suara langkah-langkah yang misterius dan ancaman yang terus berlanjut telah membuatnya semakin khawatir. Mungkin saatnya untuk menggali lebih dalam dan mencari tahu siapa yang berada di balik serangan ini, dan apa yang mereka inginkan.


Keadaan semakin tegang dan misterius, dan Marvel dan gengnya harus berjuang keras untuk mengungkap kebenaran dan menghentikan teror yang telah mengganggu mereka selama beberapa hari terakhir. Tantangan ini akan menguji persahabatan mereka dan kemampuan mereka untuk menghadapi ancaman yang tak terlihat.


Dalam ketegangan malam yang gelap, Marvel mulai mempertanyakan apakah ayahnya mungkin terlibat dalam serangan-serangan misterius yang mereka alami selama beberapa hari terakhir. Dia merenungkan kemungkinan ini dalam hatinya, mencoba mencari tahu apakah ada alasan atau motif tertentu yang bisa menjelaskan perilaku ayahnya.


(berpikir dalam hati) "Mungkin ayahku merasa marah atau kecewa padaku karena meninggalkan rumah untuk bergabung dengan geng ini. Tapi apakah dia benar-benar akan melakukan hal seperti ini?"


"Marvel, apakah kamu yakin ini bisa jadi ulah ayahmu?"


"Aku tidak tahu, tapi ada sesuatu yang aneh dengan semua ini. Ayahku tidak pernah begitu marah padaku sebelumnya."


"Ada kemungkinan bahwa ini hanya kebetulan atau ada penjahat lain yang ingin kita cari."


Mengenai dugaan Marvel terhadap ayahnya, teman-temannya tetap skeptis. Mereka tahu bahwa menuduh seseorang tanpa bukti yang kuat bisa berdampak buruk pada hubungan dan bisa membuat situasi semakin rumit. Oleh karena itu, mereka sepakat untuk mencari bukti yang lebih konkret sebelum mengambil langkah-langkah lebih lanjut.


Namun, situasi ini membuat mereka semakin curiga dan waspada terhadap siapa pun yang bisa berada di balik serangan-serangan tersebut. Mereka merasa bahwa mereka harus lebih waspada daripada sebelumnya dan berusaha mengungkap siapa yang sebenarnya berada di balik teror ini. Ini adalah tantangan yang menguji persahabatan mereka dan kemampuan mereka untuk menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian dan bahaya.


Dalam situasi yang semakin rumit dan penuh tekanan, Marvel dan teman-temannya merasa perlu untuk menyelinap keluar dari markas mereka dan mencari jawaban atas serangan-serangan misterius yang mereka alami. Mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan cepat ke markas Kenan, tempat mereka berharap bisa menemukan bantuan atau informasi yang dapat membantu mereka mengungkap siapa yang berada di balik serangan tersebut.


Marvel: "Kita harus segera mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saya tidak tahan lagi dengan serangan-serangan ini."


"Saya setuju, Marvel. Kita perlu menemukan jawaban."


"Mari kita pergi ke markas Kenan. Mungkin dia bisa membantu kita mengungkap misteri ini."


"Saya harap kita bisa menemukan jawaban di sana. Situasinya semakin sulit."


Mereka memutuskan untuk menyelinap keluar dari markas mereka dengan hati-hati, menghindari berisiko terlihat oleh siapa pun yang mungkin berada di luar. Setelah mereka berhasil keluar, mereka langsung tancap gas mobil dan menuju ke markas Kenan dengan harapan dapat menemukan petunjuk yang dapat membantu mereka mengatasi situasi ini.


Perjalanan ke markas Kenan adalah perjalanan yang penuh ketegangan dan harapan. Mereka tahu bahwa markas Kenan adalah tempat yang aman dan tempat di mana mereka bisa mencari bantuan jika dibutuhkan. Namun, mereka juga sadar bahwa mereka akan menghadapi berbagai rintangan dan bahaya dalam upaya mereka mengungkap misteri serangan-serangan tersebut.


Ketika mereka mendekati markas Kenan, perasaan tegang semakin terasa. Mereka hanya berharap bahwa Kenan dapat memberikan petunjuk atau informasi yang dapat membantu mereka memecahkan teka-teki ini dan menghentikan serangan-serangan misterius yang telah mengganggu mereka selama ini.


TBC


oke next?


jangan lupa untuk


- vote


- komen yang banyak