
Maya yang telah berhasil mengganggu momen berbaikan Siska dan Marvel kemarin tak sanggup membendung ke kepoannya hari ini saat melihat Siska masuk kedalam kelas. Maya semakin ingin menginterogasi Siska saat melihatnya hampir masuk kedalam kelas dengan Marvel.
Adel pun tak kalah kepo saat memperhatikan gelagat canggung atau saling balas senyum kecil antar Siska dan Marvel yang beriringan masuk kedalam kelas. Keduanya langsung berdiri didepan meja Siska sambil menyilangkan kedua tangannya didada.
Marvel yang ingin beranjak dari kursinya untuk duduk bersama Andi dan Kevin pun ikut tergelak saat mendapati tatapan tajam dari kedua sahabat Siska itu dan segera mengurungkan niatnya seraya duduk kembali dibangkunya.
Siska mendelik bingung dengan kelakuan kedua sahabatnya itu, ia pun agak memundurkan wajahnya saat Maya mendekati wajahnya dengan tatapan instens dan bertumpu pada meja. Maya berusaha mengulik apa yang terjadi dengan Siska hari ini dengan membaca raut wajah temannya itu.
“ lo ngapain sih liatin gue May?”. Tanya Siska menghindari tatapan Maya.
“ heum, lo perawatan apa sih, muka lo kok mulus gitu?”. Tanya Maya yang berbeda dengan niat awalnya untuk menginterogasi Siska karena salfok dengan wajah berseri Siska hari ini.
“ ya ampun, eh kenapa lo nanya itu?”. Gerutu Adel kesal dengan lontaran pertanyaan Maya yang tak sesuai ekspetasinya.
“ eh sorry, gue salfok soalnya muka Siska mulus banget”. Delik Maya saat melihat tatapan tajam Adel.
Marvel pun ikut tersenyum kecil saat mendengar penuturan Maya, ia langsung bergegas berdiri menuju meja Andi dan Kevin tetapi langsung ditahan oleh Adel dan mendudukkannya kembali.
“eits, lo gak boleh kemana – mana, kalian berdua harus jawab pertanyaan gue”. Tukas Adel menghentikan Marvel dan menatap keduanya bergantian.
“ kalian pada kenapa sih hari ini?, kalo Maya sih gue gak bingun, tapi lo del, lo kenapa ikutan Maya jadi aneh gini sih”. Ujar Siska semakin bingun dengan tingkah kedua temannya.
“ ish kalo ngomong suka bener aja ni anak”. Sahut Maya dengan raut tak terima.
“ lo berdua yang kenapa?, kenapa kalian senyam senyum barusan pas masuk, pake beriringan pula, lo berdua…”. Adel semkin menatap instens keduanya mencari penyebab dari tingkah mereka tadi.
“ gue berdua kenapa emang, salah kalo gue senyum, gue acuh lo bilang dingin, gue senyum malah lo curigai, dasar cewek”. Marvel langsung menjawab pertanyan Adel saat melihat Siska mulai gugup dengan interogasi kedua temannya itu.
Marvel ingin menepati janjinya terhadap Siska, dimana untuk sekarang ini tidak boleh ada yang tau tentang hubungan keduanya yang telah berpacaran. Ia juga tak ingin dengan terkuaknya kebersamaan mereka membuat Yuda semakin meneror Siska agar semakin bersalah dengan perubahannya.
Siska menatap marvel dengan tatapan rasa makasihnya karena Marvel menuruti keinginannya. Ia pun kini tak merasa gugup membalas tatapan Maya dan Adel yang masih ingin mengulik dirinya, ia juga harus berusaha meyakinkan kedua temannya itu kalo ia dan Marvel tak ada apa – apa.
“ ya habisnya tingkah lo berdua itu bikin orang curiga, tapi syukur deh kalo lo dah bisa senyum, makin ganteng, nice”. Timpal Maya memberikan jempol untuk Marvel.
Marvel hanya bisa menghela nafas lega karena dapat terhindar dari kedua teman Siska untuk saat ini dan kembali bertemu kedua temannya yang sedari tadi juga ikut mengamati apa yang dilakukan dua sahabat Siska.
“ wah bahaya ni, lama – lama lo bisa jadi rival gue Vel, awas ya lo kalo bebeb cantik gue beralih kepincut suka sama lo dan ninggalin gue”. Ancam Andi menatap sengit marvel yang hanya dibalas raut jengah oleh Marvel.
“ widih, berani emang lo lawan dia, dasar bucin”. Ledek Kevin menertawai Andi.
Kevin pun sedikit menggulum senyum saat mendapati Marvel yang masih mencuri – curi pandang pada Siska yang masih digeremuti oleh kedua temannya. Ia akan merasa bahagia jika Siska bersama dengan orang yang tepat walaupun bukan dengan dirinya. Ia hanya berharap biarlah rasa itu memudar saat ia semakin ikhlas dengan kebahagian Siska.
“ Sis lo beneran gak mau cerita sama kita, kata Maya lo udah baikan sama Marvel?”. Tanya Adel masih melanjutkan kekepoaanya dan diikuti anggukan oleh Maya yang juga ingin tau apa yang terjadi kemarin.
“ iya, gue udah baikan sama Marvel”. Jawab Siska santai berusaha tenang mengahadapi dua sahabatnya itu.
“ ya kan kita ada tugas kelompok, lagian marahan lebih dari 3 hari gak baik tau”. Sahut Siska masih dengan santainya.
Adel pun tak bisa lagi berkutik saat mendapati jawaban dari Siska, mungkin memang seperti itu ceritanya dan ia akan sampaikan pada Mike yang diam – diam menyuruhnya mengawasi Siska dan Marvel apalagi sekarang masih ada Yuda yang terus mengganggu Siska dengan ulahnya.
“ eum sis, lo gak marah kan sama gue”. Maya hanya bisa cengir menatap Siska agar tak diacuhkan, apalagi sedari tadi Siska menatap datar pada dirinya.
“ menurut lo?”. Jawab Siska menatap jengah Maya.
“ yah masak gitu doing lo marah, kan gue gak ganggu lo pacaran, Cuma ganggu lo berdua baikan, lagian ni ya kalo gue gak nelpon lo, takut ada setan yang bisikin kalian yang aneh – aneh gimana?”. Ujar Maya agar Siska tak mengacuhkannya.
‘lo ganggu momen gue sama Marvel berpelukan May asal lo tau, tapi bener juga sih kalo lo gak telpon gue, gue takut gak bisa lepasin pelukan Marvel’. gumam Siska dalam hati dan sedikit mengulas senyum.
“ eits kok lo malah senyum, sampe merah lagi tu muka, omongan gue bener ya, oh ya ampun jadi lo..”. kegirangan Maya langsung dipotong oleh Siska yang menatap tajam.
“ lo diem atau gue gak mau ngomong lagi sama lo”. Tukas Siska yang hampir kecolongan lagi rahasianya hampir terbuka.
“ iya – iya gue diem, tapi gue gak janji berhenti memberantas kekepoan gue dari lo berdua”. Ucap Maya senyum cengeesan sendiri membayangkan jika ada pasangan kedua dalam kelasnya itu.
“ nah – nah, mulai kumat lagi ni anak, udah balik ke meja lo sana, ketularan gak waras nanti gue, lo juga tu del gak sadar apa lo mulai ketularan dia”. Usir Siska tak ingin rahasianya terkuak jika masih meladeni dua sahabatnya itu.
“ ye,, emang gue gila apa”. Ujar Maya tak terima.
“ iya lo gila”. Sorak Siska dan Adel berbarengan dan tertawa bersama.
“ cih gini amat gue berteman sama lo berdua”. Ketus Maya dengan muka jutek duduk kembali ke kursinya.
“ idih, calon istri babang Andi Vahial ngambekan”. Ledek Adel membuat Maya langsung tersenyum dan merasa salting dengan guyonan temannya itu.
“ ya ampun hati gue kok kayak ada kupu – kupunya, pengen terbang gue, tenang aja 5 tahun lagi gue sahkan jadi istri Andi Vahial del”. Timpal Andi senang tak karuan saat mendengar penuturan Adel pada pacaranya.
“ cie…”. Sontak seisi kelas ikut bersorak mendengar ucapan Andi dan membuat wajah Maya semakin merah padam.
Disela tawa anak kelas Siska dan Marvel saling melempar senyum sekilas dan langsung mengalihkan perhatian mereka untuk menggoda Andi dan Maya agar tak ada yang mencurigai mereka.
Double up karena udah agak sembuh,
Jangan lupa jaga kesehatan dimusim ini ya ges,
Jangan lupa like, vote and giftnya,
terimakasih