Marvel

Marvel
Bab 33 : KDRL



Siska bersusah payah meneguk ludahnya dan langsung berlari meninggalkan Marvel karena tak mau pipinya itu tak dapat diajak bekerja sama lagi dan ujung – ujungnya akan membuat dirinya menjadi bahan ledekan dari Marvel.


Dilain tempat Yuda mengajak bertemu Gibran alias Brian ke koridor tempat sepi, ia harus segera memikirkan cara untuk menyingkirkan rivalnya itu. Marvel sebelumnya sudah menyuruh Brian untuk mengoreksi informasi tentang Marvel dari sekolahnya dulu.


“ lo udah dapat informasi penting tentang dia?”. Tanya Yuda menginginkan jawaban pada temannya itu.


“ udah yud, Marvel sering berkelahi di sekolahnya dulu ngelawan para perisak, dan dia dipindah kesini dengan pindahan bersyarat”. Jawab Brian akan informasi yang diketahuinya.


“ pindahan bersyarat?”. Tanya Yuda sedikit menemukan secercah harapan untuk menjauhi Marvel dengan Siska.


“ dia gak boleh terlibat masalah lagi baik dalam bentuk apapun, dan dia harus mencapai nilai yang udah ditentukan sama sekolah kita disini, dia juga anak orang kaya, makanya bisa pindah kesini dan lo tau lah”. Jelas Brian.


“ jadi itu alasan kenapa guru minta Siska buat ngajarin dia”. Geram Yuda mengetahui apa yang membuat Siska menjadi dekat dengan Marvel.


“ gue mau lo lakuin sesuatu biar dia ngelanggar peraturan pertama”. Yuda menatap Brian melakukan sesuatu agar Marvel dikeluarkan dari sekolah ini.


“ lo serius mau cari masalah sama dia, menurut gue selama kita gak ngusik dia, dia bukan rintangan buat lo ngedapatin Siska”. Brian keheranan dengan jalan pikiran temannya itu.


“ lo takut?”. Yuda memandang remeh temannya itu.


“ gue..”. Brian menghentikan ucapannya melihat tatapan sinis dari mata Yuda.


“ lo tenang aja, gue akan bantuin lo kalo terlibat masalah, yang paling penting gue gak mau ngeliat tampak songong dia lagi disini”. Ujar Yuda lalu berlalu meninggalkan Brian.


“ lo udah beda yud, lo bukan lagi Yuda yang gue kenal dulu”. Ucap Brian memperhatikan punggung Yuda yang semakin jauh meninggalkannya.


Marvel tak dapat menghentikan sudut bibirnya yang tertarik begitu saja ketika duduk disamping Siska. Ia tak dapat menahan senyumannya itu saat mengingat tingkah Siska yang lucu saat meninggalkannya di loker.


Sesekali Marvel menarik gadis itu yang sibuk bercanda ria bersama kedua temannya itu. Walaupun terkadang lirikannya itu ditangkap basah oleh pacar Andi yang selalu heboh dengan tingkahnya itu.


Marvel langsung menutup ucapan gadis itu yang akan membuatnya terciduk mencuri – curi pandang pada Siska yang sedang membelakanginya dengan tatapan tajamnya. Maya yang mendapat tatapan tajam nyalinya menyiut dan melampirkan raut kesalnya.


“ lo ngapain senyam senyum sendiri ngelihatin Siska dari belakang”. Tukas Adel menangkap basah Marvel yang memprihatikan Siska sedari tadi.


“ hah, lo ngelihatin apa?”. Siska yang terkejut mendengat penuturan sahabatnya itu pun langsung berdiri dan menelisik tubuhnya itu.


“ baju gue nerawang ya del?”. Tanya Siska yang panik takut itu menjadi alasan Marvel menatapnya.


Siska menatap kesal dengan rautan marah tercetak diwajahnya, Marvel ingin menjelaskan pada Siska, namun gadis itu keburu pergi meninggalkan dirinya. ‘baru aja mau masuk ketahap berikutnya, lah malah berabe gini sih”. Gumam kesal Marvel karena telah membuat Siska salah paham lagi padanya.


“ wah gila lo Vel, bintilan mata lo baru tau rasa”. Sahut Andi membuat Marvel semakin kesal dan menatapnya tajam.


“ eh eh Sorry, gue kan cuma kasih tau, ada efek nya kalo lo kek gitu, yak an Vin”. Elak Andi membela dirinya agar tidak menjadi bahan amukan Marvel.


“ mana gue tau, jangan – jangan lo udah pernah ya, makanya lo tau, wah bahaya lo berdua”. Sahut Kevin tak ingin ikut campur sekaligus takut mengikuti kelakuan kedua temannya itu.


“ elo..”. Marvel ingin melayangkan pukulan pada temannya, namun diurungkan ketika melihat Siska kembali masuk ke kelas seraya membuang muka tidak melihat Marvel.


Rupanya Siska kembali masuk ke kelas karena bertemu dengan guru yang akan memulai kegiatan belajar dikelasnya. Siska ditemani kedua temannya yang sedari tadi mencoba menenangkan dirinya.


Siska bertingkah kesal dan memancarkan aura melalui matanya saat menatap Marvel, sedangkan Marvel hanya bisa terdiam dan merasakan suasana merinding membuat bulu tengkuknya berdiri melihat tatapan kilat Siska.


“ udah, gak usah marahan, lama – lama jadi suka loh”. Celoteh Maya membuat Siska semakin mengerucutkan mulutnya.


“ ka, gue..”. Marvel mencoba menjelaskan pada Siska.


Siska sebenarnya merasa lega karena mengetahui bajunya tidak terawang karena ia selalu memakai kaos didalamnya. Ia kesal karena merasa malu telah bersikap seperti itu pada Marvel. lagipula entah apa yang membuat sosok disampingnya itu memperhatikan dirinya, jadi ia lanjutkan saja sikap marahnya untuk menutupi rasa malunya.


Flashback Off


Siska keluar kelas dengan kesal sekaligus malu jika apa yang dipikirkannya benar. Ia yang diikuti kedua temannya itu pun menghentikan langkahnya saat mereka menarik Siska.


“ lo ngapain lari sih, sini gue liat dulu”. Ucap Adel memperhatikan pakaian Siska.


“ gak nerawang ka, orang mungkin dia suka sama lo, biasanya itu tanda – tanda dia lagi jatuh cinta namanya, jadi lo gak usah panik”. Timpal Maya menenangkan Siska.


“ apaan sih May, orang lagi kesal juga”. Bantah Siska.


“ iya woy, gue dari tadi sebenarnya tau dia liatin lo senyum gak jelas gitu, pas mau gue ngomong dia langsung tatapin gue tajam, ya gue langsung kicep lah”. Jujur May adu pada Siska.


“ ehem, jadi ni kayaknya”. Sambung Adel bertatapan dengan May setuju dengan isi pikiran mereka.


“ jadi apaan, gak usah aneh – aneh ya lo berdua”. Tunjuk Siska memperingati sahabatnya.


“ iya – iya, udah ayo masuk, no buk Rini mau masuk kelas kita, ayok”. Ajak Maya menyudahi perdebatan mereka.


flashback On


Marvel mulai menjahili Siska agar gadis itu setidaknya merespon dirinya, namun Siska tetap fokus akan pelajarannya. Namun ia tak kehabisan cara, Marvel mencoba berkomunikasi dengan Siska melalui coretan dibukunya.


“ Maaf, jangan marah dong”. Tulis Marvel dibukunya yang disodorkan pada Siska.


“ eum”. Balas tulis Siska singkat.


“ yaelah, singkat amat Cil, gue beliin es krim mau?”. Tawar Marvel mengingat gadis itu akan luluh jika dibujuk menggunakan makanan itu.


Siska sebenarnya merasa senang Marvel menggunakan es krim sebagi bujukannya, namun ia tetap harus sedikit mempertahankan rasa egonya.


“ eummmmm”. Tulis Siska namun nampak sedikit senyum terbentuk disana.


“ ya ampun cil, cuek amat, gak jadi deh gue traktir”. Tulis Marvel ingin melihat reaksi Siska kehilangan makanan kesukaannya itu.


Siska yang membacanya pun merasa kesal sehingga tak menghiraukan sekarang mereka ada dimana, ia langsung menarik rambut Marvel. Rintihan kesakitan Marvel membuat suasana kelas mengalihkan perhatian pada mereka.


“ widih sadis bet, kdrl ni”. Celoteh Andi melihat adegan jambakan itu.


“ kdrl apaan?”. Tanya Kevin bingung.


“kekeraan dalam ruang kelas bego”. Jawab Andi santuy menikmati adegan didepannya itu.


Buk Rini pun segera menghentikan kegaduhan yang dibuat oleh Siska, dam meminta keduanya untuk keluar dari ruang kelas.


Jangan lupa like, vote and giftnya ya.


Tambahkan juga ke list favorit kalian,


Terimakasih