
Marvel merasa uring – uringan didalam kamarnya, baru saja ia berpisah dengan Siska setelah mengantar gadis itu pulang kerumahnya. Ia pun semakin tak bisa membendungkan rasa senangnya saat mengingat Siska kini telah menjadi pacarnya.
Ia pun kembali mempraktekkan adegan ketika ia sedang memeluk Siska. Tinggi Siska yang hanya sebahunya saja membuat ia hanya bisa menyenderkan dagunya diatas kepala gadis itu. Wangi rambut Siska masih terngiang dindra penciumannya. Ia pun semakin tak karuan saat mengingat reaksi Siska saat ia mendekati wajah gadis itu.
“ pengen banget ya lo cil, sorry gue belum siap, belum siap candu sama bibir lo itu”. Ujar Marvel kembali mencium guling itu seraya memelukya erat.
Tingkah Marvel yang asik mengguling – gulingkan tubuhnya diatas kasur seraya mencium bantal tak sengaja dilihat oleh buk dila yang lewat didepan kamar putranya itu. Ia ikut tersenyum saat melihat anaknya kini sedang bergembira, entah apa sebabnya, yang pasti raut kegembiraan itu kini hadir setelah menepi sekian tahun lamanya.
“ lo lagi apa ya cil, gue pengen ketemu lo”. Marvel langsung menyambar ponselnya yang berada diatas nakas dan berniat menghubungi Siska.
Siska yang juga tak jauh bedanya dengan Marvel, segera meneliti isi ponselnya yang kembali bordering, ia segera membuka isi pesan Marvel padanya, padahal sedari tadi panggilan dan pesan Maya yang hampir membludak tak dihiraukannya.
{hai pacar, lagi apa?} Marvel
Siska semakin menenggelamkan wajahnya dalam selimut karena salah tingkah saat membaca pesan dari Marvel. setelah menetralisir rasa senangnya, ia pun kini membalas pean Marvel dengan guluman senyum yang masih setia diwajahnya.
{lagi gak ngapa – ngapain}. Balas Siska.
{boleh nelpon gak}. Marvel
Siska segera bangun dari tidurnya dan mulai merpikan dirinya didepan cermin sebelum iya mebalas iya untuk Marvel. Siska kembali berusaha mengontrol dirinya saat panggilan masuk dari Marvel bukan Video Call.
“ hai, kenapa?”. Tukas Siska begitu mengangkat panggilan masih dengan sedikit nada ketusnya.
“ eum, enggak ada apa – apa sih, pengen nelpon aja”. Jawab Marvel dengan sedikit bingung mendengar nada ketus Siska, apa siska marah ia menelponnya, tapi bukankah Siska sudah mengiyakan, lalu apa salahnya?.
“ oe”. Jawab Siska singkat.
“ eum, aku boleh kerumah kamu gak?”. Marvel langsung to the point, ia masih belum tau bagaimana cara berbasa – basi terlebih dahulu dalam hubungan pacaran.
“ sekarang?”. Siska sedikit syok dengan penuturan Marvel, kini ia kembali meneliti diriinya didepan cermin.
“ nanti malam aja boleh?, sekalian kita keluar makan?”. Tanya Marvel mengarap jawaban iya dari Siska.
“ boleh sih, tapi aku tanyain mama dulu ya?”. Jawab Siska sedikit ragu.
“ oke, aku tunggu ya, bye”. Ujar Marvel merasa senang karena akan ngedate pertama kali bersama Siska.
“ oke, bye”. Jawab Siska memutuskan panggilan diantara keduanya.
Siska mulai memilah – milah isi lemarinya, benar kata orang jika pacaran itu sangat ribet menurutya. Bahkan dalam hal sekecil ini ia harus mengeluarkan seluruh baju dalam lemarinya dan berdiri didepn cermin menghabiskan waktu hampir 1 jam.
Namun disela ia memantulakan dirinya didepan cermin, ia kembali mengingat bahwa ia dan Marvel tidak boleh terlalu menunjukkan keberssammaan mereka secara terbuka. Namun jika ia batalkan acara bertemunya dengan Marvel malam ini, ia takut Marvel tak bisa menerimanya.
Ia pun memikirkan cara agar ia dan Marvel masih bisa bertemu tanpa diperhatikan oleh orang lain. Setelah menemukan ide yang cepat, ia ssegra merapikan kembali bajunya dan bergegas keluar kamar untuk meminta izin pada mamanya.
“ ma, Siska boleh keluar gak mala mini?”. Pinta Siska bergelayut manja dilengan mamanya yang sibuk membaca majalah.
“ keluar?, sama siapa?”. Tanya Buk Nia ingin tau dengan siapa putrinya akan keluar, karena biasanya ia akan keluar jika ada Mike bersamanya.
“ eum, sama Marvel”. jawab Siska berusaha bersikap normal tak ingin mamanya ikut mengulik dirinya.
“ Marvel?” Buk Nia segera menepikan majalah yang sedang dibacanya dan menatap focus pada putrinya.
Buk Nia berusaha mencari kebohongan dari netra mata Siska, dan ia mendapatkannya. Namun karena Siska akan keluar dengan Marvel yang Buk Nia sendiri sudah kenal ia pun mengizinkannya. Apalagi ia tau Siska tau cara menjaga dirinya dan pulang tepat waktu, dan dia sendiri juga yang nantiny akan mengingatkan Marvel saat menjemput putrinya.
Setelah menunggu beberapa saat, bel rumah Siska berbunyi. Siska yang sudah mendapat pesan dari Marvel yang mengatakan sudah sampai dirumahnya, segera bergegas turun kebawah dan melihat mama sedang berbicara dengan Marvel.
“ nah itu dia yang ditung…”. Buk Nia menggantungkan kalimatnya saat melihat penampilan berbeda dari putrinya.
Celana jeans yang gombrong dipadukan dengan hoodie yang menutupi kepalanya, tak lupa topi serta kacamata juga ikut meramaikan style Siska hari ini. Marvel juga mendelik bingung mendapati penampilan Siska yang sangat tertutup.
“ kamu gak salah milih outfit kan, atau biar mama yang milihin buat kamu aja ya”. Ujar Buk Nia yang melihat putrinya berpakaian seperti orang yang sedang bersembunyi dari polisi saja.
“ enggak kok ma, ini itu gaya terbaru, ini outfit terbarunya Suga pas habis isoman kemarin, iya kan Vel?”. Jawab Siska seraya menatap Marvel untuk menyutujui ucapannya.
“ eh iya tan, sekarang jadi trend”. Marvel pun terpaksa mengiyakan ucapan Siska walaupun ia tak mengerti makasudnya.
“ suga, siapa suga?”. Tanya Marvel dalam hatinya.
“ ya udah lah, terserah kamu aja, tapi ingat ya pulang tepat waktu, dan kamu Marvel, tante udah percayain Siska ke kamu ya, awas kalo kenapa – kenapa”. Ujar Buk Nia mengingati keduanya.
Setelah berpamitan kini keduanya berada di stand warung kaki lima yang menjajakan banyak pilhan makanan. Marvel sedari tadi memperhatikan gelagat Siska yang merasa tidak nyaman.
“ sis, kamu kenapa sih?”. Tanya Marvel ikut memperhatikan area sekitar yang sedari tadi diperhatikan Siska.
“ enggak , gak kenapa – napa kok”. Bohong Siska tak ingin memberitahu Marvel.
“ sis, kita pulang aja ya”. Ajak Marvel tak ingin Siska terbebani berjalan dengannya,
“ eh Vel, tungguin”. Siska pun menahan Marvel.
“ sorry, tapi aku punya alasan untuk ini semua”. Ujar Siska setelah Marvel duduk kembali.
“ aku gak mau ada yang liat kita berdua disini, kamu tau sendiri kalo ada yang liat kita bakalan rame lagi di grup, dan aku gak mau itu terjadi”. Ungkap Siska akan apa yang membebani dirinya sedari tadi.
“ Yuda?”. Tanya Marvel yang kini paham akan tingkah Siska seperti saat ini.
“ jangan marah ya?”. Siska sudah berjanji tadi siang ia tak akan terlalu memikirkan kak Yuda tapi ia masih takut.
“ enggak kok, tapi kalo kamu bersikap seperti ini lagi akunya yang gak enak sama kamu, maaf ya udah ngajak kamu keluar, padahal keaadaan kita sekarang lagi seperti ini”. Ucap Marvel tak ingin Siska terbebani akan dirinya.
“ gak beban kok, malah seneng”. Ungkap Siska yang juga sangat ingin bertemu dengan Marvel diluar sekolah.
Ungkapan Siska membuat Marvel mengembangkan senyumnya. Malam ini merupakan hal yang membahagiakan untuk dua sejoli ini.
Double up karena udah agak sembuh,
Jangan lupa jaga kesehatan dimusim ini ya ges,
Jangan lupa like, vote and giftnya,
terimakasih