Marvel

Marvel
Bab 50 : Dibalik Yuda



Berbeda halnya dengan Yuda yang kini semakin terjerumus dalam sikap perubahannya. Apakah ia salah jika sesekali harus bersikap egois dimana selama ini dialah yang harus menjadi keegoisan keluarganya.


Menjadi putra seorang jaksa terkenal membuatnya harus mumpuni disegala bidang untuk semakin menambah list yang harus dibanggakan setiap orang terhadap keluarganya. Selama ini menjadi siswa terbaik adalah sebuah hal yang ia jalani dengan penuh penekanan.


Semua nilai dan prestasi yang didapatkannya memiliki tabir yang bahkan membuat psiklogisnya tetekan. Dimana kini prinsip bahwa apa yang harus ia dapatkan harus dapat ia raih membuatnya kini menjadi hilang kendali.


Setelah menyelesaikan kegiatannya berkumpul dengan gengnya yang penuh kerimbukan, Yuda bergontai santai memasuki rumahnya. Langkahnya terhenti saat melihat ayahnya duduk disofa singgah sananya dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


“ habis darimana kamu?”. Tanya pak Geri menatap putranya.


“ ngumpul sama teman –teman”. Jawab Yuda datar yang sudah tahu kenapa ayahnya menunggu dirinya.


“ kamu tau apa yang ada dalam map itu?”. Tanya Pak Geri bangun dari duduknya dan menghampiri Yuda.


“ bocah si*alan, berani – beraninya kamu merusak nama baikku”. Satu bogeman mentah kini kembali tepat mengahantam wajah Yuda.


Yuda tak bergeming dari tempatnya dan kini menatap nyalang ayahnya dan merasa muak atas segala perbuatannya kepadanya. Bukan tak sering ia mendapatkan pukulan dari ayahnya, walaupun ia telah berusaha dengan sangat baik, namun jika nilainya turun hanya 1 angka pun itulah hadiah yang didapatkannya.


Lalu apa bedanya dengan yang ia dapatkan sekarang, bukankah perbedaan 1 angka dengan puluhan angka akan tetap sama sikap ayahnya kepadanya. Jika dulu ia bertahan mungkin karena ibunya yang selalu mendapat hukuman karena dianggap tak becus mengurusnya, namun semasa SMA ia harus kehilangan ibunya.


Saat itu merupakan hal yang paling hancur dihadapinya, dan berteman sesama anak yang memiliki back ground keluarga seperti itu membuat mereka merasa kuat. Dan saat itu pula ia bertemu dengan Siska yang sangat peduli pada Mike.


Melihat rasa ketulusan Siska saat berteman dengannya membuat ia melanjutkan sisi pribadi dirinya menjadi siswa teladan dan berprestasi tanpa menceritakan kisah kelamnya. Dengan hal itu ia bisa menjadi sangat dekat dengan Siska dan tak menghiraukan beban yang dipikulnya.


Tetapi kini sumber yang menguatkannya telah hilang, dan rasa benci terhadap dirinya sendiri kini tak terbendung lagi. Setelah cukup merasakan luapan emosi dari sang ayah, ia langsung beralih ke kamar dan menatap dirinya didepan cermin dengan memar disekujur tubuh atletisnya.


Yuda kembali menatap setiap trofi kejuaaraan yang dimenangkannya, tak ada yang pernah tau dibalik cerita ia mendapatkan kemenangan itu semua. Kini dengan yakin akan 100% menjalani kehidupannya yang berbeda karena apa yang dirasakannya itu sama saja.


“ apa aku salah jika berharap aku bersama kamu ka, karena kamu yang peduli padaku tanpa harus aku cerita”. Marvel menatap foto dirinya dengan Siska saat mengikuti lomba olimpiade bersama 6 bulan yang lalu.


Yuda mengingat keberamaannya dengan Siska waktu itu, dimana Yuda merasa tertekan saat akan mengikuti lomba dan Siska lah yang selalu menyemangatinya. Tanpa sadar psikologis nya mulai membaik saat bersama Siska dengan tingkah kebawelan dari gadis itu.


Siska adalah obat untuknya, bahkan ia pernah di diagnosis memeliki kelainan psikis berat dan harus segera ditangani, namun sehari saja ia bersama Siska ia kembali bersikap seperti umumnya.


Tak adil menurutnya jika Marvel lah yang mendapatkan Siska, ia telah berusaha sebaik mungkin selama ini agar pantas menjadi sosok pendamping Siska. Sedangkan Marvel dengan sikapnya yang seperti itu dan bahkan pernah menyakiti Siska, kenapa takdir lebih berpihak kepadanya.


Keesokan harinya Yuda kembali menatap Siska yang bercanda riang bersama teman – temannya yang selalu dibarengi oleh Marvel cs. Seperti tak ada lagi guratan cemas Siska padanya dan ia harus mendapati itu kembali.


Disaat ia sedang mematung disana, Winda dengan manjanya merangkul tangan Yuda. Winda juga mengikuti apa yang dilihat Yuda dan itu adalah Siska membuatnya semakin jengah melihat gadis pujaan pacarnya itu.


“ Yuda, habis pulang sekolah kita jalan – jalan yok atau nonton gitu”. Tukas Winda seraya menggoda Yuda dengan memainkan jemarinya di dada bidang itu.


Yuda meringis saat Winda memeluknya erat, memar ditubuhnya kini masih Sangat terasa sakit akibat ulah sang ayah. Yuda segera mendorong Winda dan akibat ringisan Winda membuat mereka menjadi pusat perhatian.


“ bangun gak usah manja”. Yuda malah berlalu begitu saja tanpa mempedulikan panggilan Winda.


Winda merasa sangat malu karena ditinggalkan Yuda, ia pun menatap tajam ke arah Siska lalu beralih ke Adel yang menjadi pelampiasan keramahannya sebagai pengganti Siska. Winda semakin kesal saat para siswa berbisik membicarakannya dan ia memilih berlalu mengejar Yuda.


“ dih kasian banget tu nenek sihir, malunya gak ketulungan”. Ledek Maya melihat Winda masih tak nyerah mengejar Yuda.


“ heem, padahal cantik”. Timpal Andi tak sadar memuji Winda dan mendapati tatapan tajam dari Maya.


“ eh gak gitu maksudnya”. Andi tak dapat berkilah saat mendapati tatapan tajam dari Maya dan para temannya.


“ dasar mata jelalatan”. Ketus Maya meninggalkan mereka.


“ hff, dasar cewek, giliran dia yang puji cowok lain aja gue diemin, pas kena gue malah diambekin, dasar betina”. Lagi – lagi ucapan Andi menyulut emosi Siska dan Adel yang semakin menatap tajam padanya.


“ eh gue duluan ya, mau kejar bebeb May bye”. Pamit Andi tak ingin menjadi bahan amukan dua gadis didepannya saat ini.


“ ck, gitu aja kabur lo”. Ledek Kevin pada Andi.


“ eh Sis, lo masih dipepetin Yuda?”. Tanya Kevin membuat Siska canggung dan sedikit melirik Marvel.


“ udah enggak sih, tapi kata kak Mike gue harus hati – hati, karena emosi kak Yuda masih gak stabil, dia bisa keluar dari kendali gitu katanya”. Jujur Siska mengulangi nasehat Mike padanya.


“ gue heran kenapa Yuda bisa jadi kayak orang stress gitu ya, cinta banget apa sama lo, gue aja dulu gak segitunya ditolak lo”. Tukas Kevin bingung memikirkan penyebab perubahan Yuda yang diluar batas menurutnya.


“ yah malah ngungkit masa lalu dia, awas ka nanti lo dideketin lagi sama ular keket ini”. Sahut Adel meledek Kevin.


Siska hanya tersenyum getir mendengar penuturan Kevin, untungnya Kevin hanya menyampaikan perasaannya saja waktu itu dan dirinya sendiri yang mengatakan akan melupakan perasaan itu padanya.


Marvel juga ikut tersenyum mendengar ucapan Kevin, seunik itukah pacarnya sampai ia banyak disukai oleh para pria. Beruntungnya ialah yang berhasil memasuki relung hati gadis itu.


Keempatnya pun melanjutkan obrolannya dimana didominasi oleh perdebatan antara Kevin dan Adel yang berbeda pendapat dan diiringi tawa saat Kevin menjahili Adel dan mengatainya.


Jangan lupa jaga kesehatan dimusim ini ya ges,


Jangan lupa like, vote and giftnya,


Mohon Share dan promosiin juga ya


Terimakasih