Marvel

Marvel
Bab 30 : Parkir



Tak begitu lama berita itu pun langsung terhapuskan, dan berita bantahan tentang kebenaran pun dipublikasikan. Namun entah apa yang terjadi pada Mike? Kenapa dia harus di drop out dari sekolah. Bukankah selama ia tinggal dirumah Siska dan pergaulannya diketahui dengan jelas oleh keluarganya.


Yuda yang biasanya tau dimana dan bagaimana keadaan sahabatnya itu selama ini pun kini tak dapat menjelaskan apa – apa pada Siska. Yuda akan selalu bercerita tentang Mike pada Siska, namun kali ini dia pun tak dapat menemukan sahabatnya itu.


Kini hari – hari Siska kembali seperti dulu lagi, walaupun tekadang masih ada beberapa orang yang mengunjingnya secara diam – diam. Sudah seminggu ini setiap pulang sekolah atau pada malam harinya, Siska mencari Mike bersama Yuda, dan terkadang Marvel juga mengikuti mereka seperti hari ini.


“ kak, kita udah cari kak Mike kemana – kemana kok masih belum ada kabar sih”. Tanya Siska yang gusar karena masih belum jelas dimana kakak sepupunya sekarang.


“ kita cari lagi ya ketempat biasanya Mike nongkrong, kakak juga udah tanya sama teman – teman Mike, tapi gak ada yang tau”. Jelas Yuda yang juga sudah mencoba segala hal mencari sahabatnya itu.


“ lo tau teman atau seseorang yang paling dekat sama Mike gak?, atau orang yang dia suka mungkin?”. Sahut Marvel menatap keduanya.


Siska dan Yuda juga saling ikut menatap seakan bertanya apakah mereka mengenal salah satu yang kemungkinan dicari oleh Mike. Namun tak ada satupun nama yang terpikirkan oleh mereka.


“ kak Mike gak pernah terbuka sama orang lain”. Sahut Siska dengan sendu.


“ ka, kita mending pulang dulu ya, aku yakin kalo Mike udah tenang dia pasti hubungin kita kok”. Bujuk Yuda pulang.


“ tapi kak”


“ lo pulang sama gue aja”. Sarkas Marvel juga setuju dengan saran Yuda. Namun dia juga tidak akan memberi ruang untuk mereka berdua.


“ woi lo punya persaan gak sih, ini udah malam, mending Siska pulang sama gue naik mobil”. Yuda tak terima dimana Marvel mendahului dirinya mengantar Siska pulang.


“ gue gak akan bahayain dia kok, lagi pula gue kan sekomplek sama dia, jadi gue aja”. Ujar Marvel tak kalah mempertahankan niatnya.


“ lo lama – lama cari masalah mulu ya”. Geram Yuda tak tahan dengan sikap ngeyelan Marvel.


“ stop…. Bisa gak sih sehari aja kalian gak usah berantem, gak takut saling jatuh cinta apa, heran aku sama tingkah kalian”. Celoteh Siska kesal melihat keduanya yang tak pernah akur dan semakin membuatnya pusing.


“ ck, emang gue cowok apaan”. Tukas Marvel menatap jijik Yuda.


“ lo pikir gue juga mau sama lo, najis”. Yuda pun membalas tatapan Marvel.


“ hadeh, baru aja dibilangin”. Siska yang tak tahan berada kedua rival tersebut akhirnya berlalu begitu saja meninggalkan mereka berdua.


Marvel dan Yuda yang seketika sadar Siska telah meninggalkan mereka, membuat mereka berlari seperti berlomba saja untuk menghampiri Siska.


“ eits, lo mau kemana sih?”. Cegat Marvel yang terlebih dahulu menghadang Siska.


“ ka, kamu kok ninggalin kakak sih, bahaya tau kamu jalan sendirian kek gini?”. Sarkas Yuda ikut menimpali.


“ kalian berdua itu kenapa sih, tadi suruh pulang, ini aku mau pulang tapi kalian larang”. Tatap kesal Siska pada keduanya.


“ kamu pulang sama kakak aja ya’. Yuda meraih tangan Siska namun segera ditepis oleh Siska.


“ berarti lo pulang sama gue”. Sumringah Marvel melihat penolakan siska terhadap Yuda.


“ gak, gue juga gak mau pulang sama lo”. Tolak Siska juga langsung menepis genggaman Marvel.


“ terus kamu mau pulang sama siapa?”. Tanya Yuda khawatir akan penolakan Siska terhadap dirinya dan Marvel.


“ itu”. Tunjuk Siska pada taksi yang sudah sempat dia panggil tadi.


“ lo tenang aja, ada gue yang ikutin dia dari belakang”. Timpal Yuda yang lebih setuju Siska pulang naik taksi dibandingkan harus pulang bersama Yuda.


“maaf mbak, jadi naik taksi gak, kalo gak saja tinggalin ya”. Ujar supir taksi itu tak mau lebih lama menunggu.


“ eh iya pak jadi kok”. Sahut Siska yakin, walaupun sempat tadinya dia ragu mendengar penuturan Yuda, namun mendengar Marvel akan mengikutinya membuatnya kembali menjadi tenang.


“ da kak Yuda, da Marvel, duluan ya”. Pamit Siska setelah masuk ke taksi tersebut.


Marvel langsung bergeming berlari menuju motor kesayangannya itu dan mengikuti Siska. Yuda yang awalnya juga ingin mengejar siska mengumpat sial saat mobil terblokir susah untuk keluar dari parkiran tersebut, sedangkan Marvel telah terlebih dahulu menyusul Siska.


“ Sialan, siapa sih yang parkir gak beraturan gini sih”. Umpat Yuda kesal seraya menendang mobil tersebut sehingga membuat alarm mobil berbunyi.


“ maaf mas, ini ada apa ya?”. Kebisingan itu pun membuat sang tukang parker menghampiri Yuda.


“ eh maaf pak, ini mobil siapa ya, saya gak bisa keluar ini”. Jelas Yuda akan kendalanya.


“ tadi ada cewek mas, main parkir aja, pas saya mau cegah dianya langsung pergi dan saya harus urus mobil lain yang mau parkir”. Tukas Tukang parkir itu pun merasa tak enak hati akan kejadian itu.


“ ya udah deh pak, saya tunggu orang nya balik aja, siapa tau gak lama makanya parkir sembarangan kek gini”. Ujar Yuda yang juga tak mungkin menyalahkan pria paruh baya itu karena kesalahan orang lain.


Disisi lain Siska terus memperhatikan Marvel yang terus mengikutinya, secercah senyum itu pun hadir karena Marvel menepati ucapannya. Guratan merona diwajah Siska ikut juga ditatap oleh sang supir dan tersenyum akan kasmaran dua remaja tersebut.


“ seneng ya neng, diikutin pacarnya, atau saya berhentiin disni aja biar neng bisa pulang bareng pacarnya”. Celoteh sang supir membuka obrolan dengan penumpangnya.


“ eh kok pacar sih pak, bukan, dia bukan pacar saya”. Bantah Siska namun wajahnya semakin merona mendengat ucapan sang supir.


“ berarti lagi pdkt ya, atau lagi bertengkar, kalo bertengkar jangan sering marah – marah atuh, nanti masnya cari yang lain gimana?”. Saran pak supir akan permasalahan asamara anak muda yang sering terjadi pikirnya.


“ ih si bapak, dibilang bukan pun masih dibilang iya”. Manyun Siska malu mendengar guyonan pak supir.


Ditengah perjalanan tiba – tiba taksi itu pun menepi karena terasa oleng saat dikendarai. Marvel pun ikut menepi dan menghampiri taksi tersebut.


“ ada apa pak, kok berhenti?”. Raut meronanya tiba – tiba berubah menjadi kebingungan.


“ bentar ya neng saya cek dulu”. Tukas Pak supir yang turun dari mobilnya.


“ kenapa pak?”. Marvel juga ikut memperhatikan apa yang sedang dirutuki sang pemilik mobil.


“ ban nya kempes mas, saya gak bawa ban serep lagi”. Tutur sang supir dengan raut gelisah.


“ ya udah saya hubungi pihak bengkel aja ya pak, bahaya kalo dilanjutin”. Ucap Marvel ikut prihatin akan kemalangan sang supir.


“ iya mas, makasih ya”. Ucap tulus sang supir karena sudah dibantu.


“ Sis lo pulang sama gue ya”. Ajak Marvel pada Siska yang juga sedari tadi sudah turun dan memperhatikan apa yang terjadi.


Siska hanya mengangguk ajakan Marvel dan memilih pulang bersama Marvel. Namun sebelum itu Siska tetap membayar ongkos taksinya walaupun sempat ditolak oleh sang bapak.


Terimaksih karena sudah mampir di novel ini


Jangan lupa like, vote dan giftnya ya 😊